HUKRIM

Korupsi Pengadaan Speed Boat BPJN Maluku Dalam Pemberkasan Jaksa

RakyatMaluku.com – KASUS dugaan korupsi proyek pengadaan Speed Boat pada Balai Pe­laksana Jalan dan Jembatan Nasional (BPJN) Wilayah XVI Maluku dan Maluku Utara (Malut) ta­hun anggaran 2016, masih dalam pem­berkasan oleh Tim Penyidik Ke­jaksaan Tinggi (Kejati) Maluku.

Menurut Kepala Seksi Pene­rangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Maluku Samy Sapulette, agen­da pemeriksaan terhadap se­jumlah saksi- masih terus dila­kukan untuk mengumpulkan bukti yang dengan bukti itu akan membuat terang suatu perbuatan tindak pidana yang terjadi, serta menemukan tersangkanya di tahap penyidikan.

“Masih dalam pemberkasan di tahap penyidikan. Penyidik ju­ga masih mengagendakan peme­rik­saan saksi-saksi lainnya. Te­­­man-teman pers ikuti saja per­kem­­bangan kasusnya,” ucap Samy, saat dikonfirmasi koran ini, via selulernya, Jumat, 24 Agustus 2018. Ditanya soal calon tersangka dalam kasus tersebut, Samy mengaku belum mendapatkan informasi tersebut dari Penyidik. “Soal itu saya tidak tahu, tentunya jika sudah ada tersangka pasti akan diekspose ke teman-teman media,” singkatnya.

Dijelaskan, dalam penyidikan kasus tersebut, sejumlah saksi – saksi yang telah diperiksa Penyidik diantaranya, kontraktor dari CV. Damas Jaya, pem­buat body speed boat, dan sejumlah pejabat di BPJN Maluku.

“Tidak menutup kemungkinan sejumlah saksi-saksi yang telah dipanggil itu akan diagendakan ulang oleh Penyidik untuk diperiksa guna kepentingan proses penyidikan,” jelas Samy.

Untuk diketahui, pada tahun 2015 BPJN Wilayah XVI Maluku dan Maluku Utara mendapat alokasi dana sebesar Rp 4 miliar lebih. Dana tersebut diperuntukan guna pengadaan dua unit speed boat. Setelah melalui proses pelelangan, CV. Damas Jaya dinyatakan sebagai pemenang.

Dalam perjalanannya, CV Damas Jaya tidak me­ngerjakan proyek tersebut sesuai dokumen. Dimana dalam dokumen kontrak disebutkan kedua unit speed boat tersebut haruslah dibuat atau dibangun. Namun CV. Damas Jaya selaku rekanan proyek tersebut malah membeli dua unit speed boat yang sudah jadi.

Kedua unit speed boat tersebut dibeli CV. Damas Jaya seharga Rp 1,2 miliar per unitnya. Jadi total anggaran yang digunakan CV. Damas Jaya guna membeli dua unit speed boat tersebut adalah sebesar Rp 2.4 miliar. Sisanya sebesar Rp 1,6 miliar lebih tidak dapat dipertanggung jawabkan oleh Direktur CV. Damas Jaya. (RIO)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top