HUKRIM

Korupsi Proyek Speed Boat Pada BPJN Maluku

– Empat Jam Diperiksa Jaksa, PPK Dicecar 20 Pertanyaan

RakyatMaluku.com – TIM Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku melakukan pemeriksaan terhadap pejabat pembuat komitmen (PPK) proyek pengadaan Speed Boat pada Balai Pelaksana Jalan dan Jembatan Nasional (BPJN) Wilayah XVI Maluku dan Maluku Utara (Malut) inisial Z.A, Rabu, 23 Mei 2018.

Menurut Kasi Penkum Kejati Maluku Samy Sapulette, Z.A diperiksa sebagai saksi guna mengumpulkan bukti yang dengan bukti itu akan membuat terang suatu perbuatan tindak pidana yang terjadi, serta menemukan tersangkanya ditahap penyidikan.

“Ia benar, hari ini (kemarin, red) ada pemeriksan saksi terhadap Z.A selaku PPK Pengadaan Speed Boat Tahun Anggaran 2016 pada BPJN XVI Maluku-Malut,” ucap Samy, kepada wartawan di ruang pers Kejati Maluku.

Dijelaskan, dalam pemeriksaan yang berlangsung selama empat Jam, sejak pukul 09.00 – 13.00 Wit, saksi Z.N dicecar 20 pertanyaan oleh Jaksa Penyidik Abdul Hakim menyangkut tugasnya dalam melaksanakan kontrak dengan penyedia barang/Jasa, serta melaporkan pelaksanaan atau penyelesaian pengadaan barang/jasa kepada kuasa pengguna anggaran.

“Tugasnya saksi Z.N selaku PPK adalah menyerahkan hasil pekerjaan pengadaan barang atau jasa disertai berita acara penyerahan, melaporkan kemajuan pekerjaan termasuk penyerapan anggaran dan hambatan pelaksanaan pekerjaan kepada KPA” jelas Samy.

Untuk diketahui, pada tahun 2015 BPJN Wilayah XVI Maluku dan Maluku Utara mendapat alokasi dana sebesar Rp 4 miliar lebih. Dana tersebut diperuntukan guna pengadaan dua unit speed boat. Setelah melalui proses pelelangan, CV. Damas Jaya dinyatakan sebagai pemenang.

Dalam perjalanannya, CV Damas Jaya tidak mengerjakan proyek tersebut sesuai dokumen. Dimana dalam dokumen kontrak disebutkan kedua unit speed boat tersebut haruslah dibuat atau dibangun. Namun CV. Damas Jaya selaku rekanan proyek tersebut malah membeli dua unit speed boat yang sudah jadi.

Kedua unit speed boat tersebut dibeli CV. Damas Jaya seharga Rp 1,2 miliar per unitnya. Jadi total anggaran yang digunakan CV. Damas Jaya guna membeli dua unit speed boat tersebut adalah sebesar Rp 2.4 miliar. Sisanya sebesar Rp 1 miliar lebih tidak dapat dipertanggung jawabkan oleh Malaka selaku Direktur CV. Damas Jaya. (RIO)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top