NEWS UPDATE

Kota Ambon ‘Banjir’ Bisnis Prostitusi Online

Ilustrasi

BELUM lama ini pemerintah provinsi Maluku merilis angka pengidap penyakit HIV/AIDS di Maluku sejak tahun 1994 hingga bulan September 2018 mencapai 5.375 kasus. Di antaranya kasus HIV sebanyak 4.194 dan AIDS sebanyak 1.181 kasus

Sebesar 68 persen kasus HIV/AIDS dialami generasi muda usia 15 sampai 39 Tahuh. Dengan cara penularan utama melalui hubungan seksual sebesar 95 persen dan Homoseks sebesar 5 persen.

Sementara Dinas Kesehatan Kota Ambon mencatat sepanjang tahun 2018 ada 264 penderita HIV dan AIDS terdiri dari HIV 230 kasus dan AIDS 34 kasus, dua penderita telah meninggal dunia. Adapun cara penularan utama melalui hubungan seksual sebesar 95 persen dan Homoseks sebesar 5 persen.

Dengan asumsi tingginya angka penderita HIV/AIDS di Kota Ambon, Rakyat Maluku kemudian menelusuri berbagai model bisnis yang paling rawan menularkan penyakit berbahaya itu. 

Selain praktek prostitusi konvesional di Tanjung Batumerah yang kian hari makin sepi dari wanita pekerja seks komersil.

Rakyat Maluku juga mencoba menelusuri jejak prostitusi online di Kota Ambon. Faktanya praktek semacam ini makin tidak terkontrol. Orang dengan mudah bertransaksi seks hanya dengan sandi BO. 

BO artinya Boocking Order merupakan istilah umum yang dipakai untuk memulai transaksi dengan wanita yang sudah terbiasa menjajakan diri kepada pria hidung belang.

Mereka yang memanfaatkan apilkasi media sosial untuk menjajakan diri juga beragam, mulai dari siswi, mahasiswi, hingga pekerja swasta. 

Banjir bisnis prostitusi online di Kota Ambon dipengaruhi kemudahan dalam mendapatkan akses ke jejaring media sosial, dengan sebuah akun gelap  mereka mudah bertransaksi tak perlu bertatap muka sehingga privasi masing-masing terjaga. Kemudian lokasi kencan bisa dimana saja, tergantung kesepakatan.    

Apalagi berbagai penginapan kelas melati di Kota Ambon juga tidak lagi menggunakan harga sewa perhari. Ada yang menawarkan sewa kamar per jam. Semakin memudahkan siapapun mendapatkan akses ke tempat sementara untuk kencan.

Untuk lebih dalam mengungkap jejaring praktek prostitusi online yang terjadi, tim Rakyat Maluku kemudian mengaktifkan berbagai aplikasi media sosial yang terdapat di PlayStore, mencari para wanita yang sering menawarkan diri.

Salah satu aplikasi yang aman dan paling dominan digunakan para pekerja seks via online yakni BeeTalk. Tapi tentu tidak mudah melacak jejak mereka, dibutuhkan kecakapan dalam memahami ID BeeTalk.  Apalagi mereka tidak lagi menggunakan foto pribadi melainkan foto perempuan yang menampakan aurah seks.

Dari hasil penelusuran sejumlah ID. BeeTalk umumnya mereka yang terjerumus ke bisnis ini merupakan mahasiswi yang sedang menempuh studi diberbagai perguruan tinggi ternama. Termasuk pelajar SMA ternama, ada juga pekerja swasta. 

Biar aman dan tidak diketahui, rata-rata menjadikan kamar kontrakan untuk berhubungan badan. 

Harga yang mereka tawar berpariasi. Pelajar untuk sekali main, bisa mencapai Rp.1 juta dengan lokasi penginapan. Sementara mahasiswi membuka penawaran dengan harga Rp.1.5 juta, lokasi kencan di kamar kontrakannya. Harga ini bisa ditawar sampai Rp.700 ribu sekali kencan. 

“Ia bisa BO, mainnya bisa di kosan ku, penginapan, dan hotel, terserah kamu mau dimana aja. Yang penting bayar tunai, dan kamu yang tanggung ongkos inapnya ya ,” kata beberapa pelaku PSK yang mengaku berstatus siswi dan mahasiswi itu. Kamis 24 Januari 2019, malam.

Berbeda lagi jika menggunakan jasa penghubung, harganya bisa diatur tergantung pelayanan yang akan didapatkan dan rupa perempuan yang ditawarkan kepada calon konsumen. 

“Kamu mau yang bagaimana,?” kata salah satu penghubung yang juga merupakan pekerja seks.  

Untuk mendapatkan harga yang sesuai kantoun ternyata tidaklah gamoang. Para pekerja seks ini juga mengaku memiliki harga diri, jika tawar menawar harga terlalu rendah, mereka tersinggung dan langsung menutup percakapan. Bahkan ada juga yang balik menghina dengan cacian dan makian. 

Sebagian yang lain sebelum menyepakati harga lebih dulu untuk mengajak ngobrol di caffe konon agar lebih akrab. 

“Maaf kak, semalam aku ketiduran, kalau mau ayo kita ketemuan siang ini dulu di cafe sambil ngobrol-ngobrol biar akrab,” saran gadis itu. 

Salah satu perempuan yang selalu menjajakan diri melalui aplikasi BeeTalk tinggal di kawasan padat penduduk Jalan AM.Sangadji yang berhasil diwawancarai menerangkan jika pilihan untuk terjun ke lembah hitam bisnis prostitusi online adalah pilihan hidup. 

“Saya begini karena terpaksa kak, saya butuh uang banyak untuk hidup sehari-hari dan untuk bayar uang sekolah/kuliah,” tepisnya sambil mengirimkan gambar emotion sedih. (TIM)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top