NEWS UPDATE

KPK Eksekusi Koruptor Sulimin Ratmin Ke Lapas Ambon

Sulimin Ratmin

TIM  Eksekusi pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah melakukan eksekusi badan terhadap mantan Supervisor Pemeriksa Pajak Madya pada Kantor Pe­layanan Pajak (KPP) Pratama Ambon, Sulimin Ratmin, terpidana suap wajib pajak tahun 2016 – 2018, ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II.A Ambon.

Menurut Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK Abdul Basir, eksekusi dilakukan berdasarkan perintah putusan Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri (PN) Ambon, yang telah berkekuatan hukum tetap (Inkrach).

“Terpidana Sulimin Ratmin sudah dieksusi ke Lapas Ambon beberapa hari lalu guna mempertanggungjawabkan perbuatannya,” kata Basir, saat dikonfirmasi koran ini, di halaman Kantor Pengadilan Tipikor pada PN Ambon, Selasa kemarin.

Ia menjelaskan, dalam putusan Pengadilan Tipikor Ambon, terpidana Sulimin Ratmin dijatuhi hukuman pidana penjara selama tujuh tahun, denda Rp 250 juta subsider enam bulan kurungan, serta dibebankan membayar uang pengganti sebesar Rp 60 juta subsider enam bulan kurungan.

Sebab, perbuatan terpidana Sulimin Ratmin terbukti bersalah melakukan tindak pidana menerima suap wajib pajak di KPP Pratama Ambon tahun 2016 – 2018 dari Direktur CV. Angin Timur Anthony Liando (terpidana) sebesar Rp 60 juta.

“Perbuatan terpidana Sulimin Ratmin terbukti melanggar Pasal 12 huruf a UU RI No. 20 Tahun 2001 Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP,” jelas Basir.

Hukuman yang dijatuhi majelis hakim itu lebih tinggi dari tuntutan JPU KPK, yang sebelumnya meminta majelis hakim agar dapat menjatuhkan hukuman pidana penjara kepada terpidana Sulimin Ratmin selama lima tahun, denda Rp 250 juta subsider tiga bulan kurungan, serta dibebankan membayar uang pengganti sebesar Rp 60 juta subsider enam bulan kurungan.

JPU dalam dakwaanya menjelaskan, awal tahun 2016 Anthony Liando sebagai pemilik Toko Bangunan Angin Timur yang merupakan salah satu wajib pajak di wilayah KPP Pratama Ambon menemui La Masikamba selaku Kepala KPP Pratama Ambon. Kemudian pada Juni 2016 Anthony Liando menemui terpidana Sulimin Ratmin.

Dalam setiap pertemuan tersebut, Anthony Liando meminta La Masikamba dan terpidana Sulimin Ratmin agar tidak mempersulit pelaporan pajak, serta menetapkan jumlah kewajiban pembayaran pajak Anthony Liando dibawah nilai pajak sebenarnya, dengan cara menerima laporan pajak Anthony Liando tahun 2016 sebagai laporan pajak Non Pengusaha Kena Pajak (PKP).

Selanjutnya pada 10 Agustus 2016, Anthony Liando memberikan uang kepada La Masikamba sebesar Rp 550 juta melalui rekening Bank Mandiri atas nama Muhammad Said. Selain itu, Anthony Liando juga memberikan uang tunai secara langsung kepada La Masikamba sebesar Rp 100 juta.

Setelah adanya pemberian uang tersebut, terhadap pelaporan pajak Anthony Liando tahun 2016, La Masikamba tidak memberikan himbauan kepada Anthony Liando untuk membayar pajak sebagai PKP, serta tidak melakukan pemeriksaan pelaporan pajak penghasilan (PPh) Anthony Liando tahun 2016 yang hanya berjumlah Rp 44.747.000. Padahal seharusnya Anthony Liando membayar pajak melebihi jumlah tersebut, karena omset penjualannya melebihi Rp 4,8 miliar per tahun.

Atas pelaporan pajak tersebut, selanjutnya Direktorat Jenderal Pajak melakukan analisa resiko yang ditindaklanjuti dengan mengeluarkan Surat Nomor: S-00424/PJ.04/RIK.SIS/2018 tanggal 17 April 2018 tentang Instruksi Melakukan Pemeriksaan Khusus terhadap 13 Wajib Pajak di wilayah KPP Pratama Ambon, yang salah satunya adalah Anthony Liando. 

Berdasarkan surat tersebut, pada 15 Agustus 2018 La Masikamba menandatangani kertas kerja pemeriksaan yang berisikan data awal dan rencana pemeriksaan yang akan dilakukan oleh tim pemeriksa.

Kemudian pada 21 Agustus 2018, Anthony Liando mendapatkan informasi dari terpidana Sulimin Ratmin bahwa Anthony Liando merupakan salah satu wajib pajak yang akan dilakukan pemeriksaan khusus atas pembayaran pajak tahun 2016. Oleh karena itu Anthony Liando beberapa kali menghubungi La Masikamba dan menyampaikan kekhawatirannya diminta data-data penjualan dan rekening bank oleh pemeriksa pajak.

La Masikamba kemudian menyampaikan kepada Anthony Liando untuk tidak perlu khawatir karena yang akan melakukan pemeriksaan adalah terpidana Sulimin Ratmin yang sudah Anthony Liando kenal. Selain itu La Masikamba juga mengatakan tidak akan mempersulit Anthony Liando karena La Masikamba adalah orang yang berwenang membuat keputusan final mengenai besaran pajak yang akan dikenakan terhadap wajib pajak.

Pada 28 Agustus 2018 Anthony Liando menerima surat panggilan dari tim pemeriksa pajak untuk dilakukan pemeriksaan khusus pada 4 September 2018 berdasarkan Surat Perintah Pemeriksaan Nomor: PRIN0000296NVPJ.18/KPO105/RlK.SIS/2018 tanggal 27 Agustus 2018. Pemeriksaan tersebut dilakukan oleh tim pemeriksa pajak yang dipimpin terpidana Sulimin Ratmin selaku supervisor pemeriksa pajak.

Pada 29 Agustus 2018, Anthony Liando meminta bantuan terpidana Sulimin Ratmin untuk tidak melakukan pemeriksaan secara mendalam atas laporan pajak terdakwa tahun 2016. Atas permintaan tersebut, Sulimin Ratmin menyanggupinya dan mengarahkan Anthony Liando untuk memberikan data-data keuangan kepada Sulimin Ratmin terlebih dahulu, serta mengajak Anthony Liando bertemu di rumah Sulimin Ratmin sebelum dilakukan pemeriksaan.

Pada 4 September 2018, Anthony Liando memerintahkan isterinya yakni Elys Luther memberikan keterangan dihadapan tim pemeriksa pajak terkait proses bisnis usaha Anthony Liando. Dalam pemeriksaan tersebut, tim pemeriksa juga menyampaikan bahwa penghitungan pajak terdakwa tahun 2016 akan dilakukan berdasarkan omset penjualan tahun 2017, yang mana Toko Angin Timur sudah berbentuk CV, sehingga kewajiban pajak terdakwa akan lebih besar.

Mengetahui hal itu, pada 5 September 2018 Anthony Liando memberikan uang sebesar Rp 20 juta kepada Sulimin Ratmin melalui rekening BCA atas nama Eggi Yeniawati yang merupakan anak Sulimin Ratmin. Selain itu, Anthony Liando juga memberikan uang kepada La Masikamba sebesar Rp 20 juta melalui sopirnya di toko terdakwa. 

Pada 6 September 2018, Didat Ardimas Mustafa selaku ketua tim pemeriksa menyampaikan kepada Elys Luther bahwa nilai pajak tahun 2016 yang akan dikenakan kepada Anthony Liando berkisar antara Rp 1,7 sampai Rp 2,4 miliar. Oleh karena itu tidak kembali menemui Sulimin Ratmin dirumahnya dan meminta agar tim pemeriksa pajak menurunkan kewajiban pajak yang harus dibayarkan terdakwa. 

Menindaklanjuti permintaan Anthony Liando, pada 7 September 2018 Sulimin Ratmin memerintahkan Didat Ardimas Mustafa, Lutfi Agus Faizal dan Rahman Triadi Putra, yang merupakan tim pemeriksan pajak untuk menghitung kembali nilai kewajiban pembayaran pajak Anthony Liando tahun 2016, dengan menggunakan metode penghitungan PPh final 1 %, agar nilai pajak kurang bayar yang ditetapkan menjadi sekitar Rp 1 miliar.

Atas perintah tersebut, ketiga tim pemeriksan pajak itu menyanggupinya. Kemudian pada malam harinya Anthony Liando menghubungi Sulimin Ratmin dan Sulimin Ratmin meminta fee dari Anthony Liando untuk La Masikamba yang berwenang menyetujui dan menandatangani hasil pemeriksaan yang akan menjadi dasar penetapan Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (SKPKB) tahun 2016. Atas permmtaan tersebut, Anthony Liando menyanggupinya dan akan memberikan langsung kepada La Masikamba.

Pada 20 September 2018, Anthony Liando mendapatkan informasi dari Didat Ardimas Mustafa melalui Elys Luther bahwa tim pemeriksa akan membuat nilai pajak final yang harus dibayar oleh tubuh sebesar Rp 1.037.000.000 sampai dengan Rp 1,2 miliar. Selanjutnya Anthony Liando menyampaikan informasi tersebut kepada Sulimin Ratmin serta membicarakan mengenai teknis pemberian fee kepada La Masikamba dan Sulimin Ratmin.

Pada 28 September 2018, Anthony Liando menginfonnasikan kepada Sulimin Ratmin bahwa Anthony Liando telah mempersiapkan uang sejumlah Rp 100 juta untuk Sulimin Ratmin sebagai realisasi fee yang telah disepakati sebelumnya. Selain itu Sulimin Ratmin juga meminta fee kepada Anthony Liando untuk La Masikamba sebesar Rp 20 juta.

Selanjutnya Anthony Liando meminta La Masikamba segera menandatangani SKPKB tahun 2016 atas nama Anthony Liando. Oleh karena itu Anthony Liando menyiapkan uang sebesar Rp 200 juta untuk La Masikamba beserta tim pemeriksa, dan menawarkan kepada La Masikamba apakah uang tersebut akan diantar ke kantor atau diambil ke toko Anthony Liando. Atas tawaran tersebut, La Masikamba menyatakan akan mengambil uang tersebut di toko Anthony Liando. (RIO)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top