NEWS UPDATE

KPU Maluku Sebut Surat Suara Rusak Bukan Darurat

Rifan Kubangun

KOMISI Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Maluku memastikan kerusakan ratusan ribu surat suara di 10 Kabupaten di Maluku itu tidak bersifat darurat, sehingga masalah tersebut dapat diatasi dengan melakukan penyortiran ulang oleh KPU kabupaten/Kota.

Ketua KPU Provinsi Maluku, Rifan Kubangun,  kepada wartawan mengatakan, terkait dengan surat suara yang dikatakan rusak itu, sebelumnya KPU Kabupaten/Kota telah melakukan proses penyortiran. 

Dimana dalam proses tersebut, ada kertas suara dengan kondisi keadaan yang baik dan juga ada kondisi keadaan yang rusak.

Pihaknya menyampaikan, hasil rekap dari 11 KPU Kabupaten/Kota dengan jumlah total surat suara yang diterima dari KPU RI sebanyak 6.376.596. Selanjutnya hasil sortir yang dilakukan itu terdapat keadaan surat suara yang rusak berjumlah 300.277 surat suara. 

Sehingga, jika dipersentasikan itu hampir 4,7 persen surat suara rusak yang dilaporkan oleh KPU Kabupaten/Kota berdasarkan beberapa hal yang disampaikan. 

Sedangkan terkait dengan surat suara berdasarkan jenisnya yang rusak melebihi 50 persen, seperti yang terjadi di Kabupaten Seram bagian Barat (SBB) yang ditemukan surat suara DPR RI dapil Maluku yang rusak 85.448. 

“Untuk itu, berdasarkan hasil sortir, maka ada kriteria surat suara yang tidak layak, rusak, cacat atau surat suara yang dianggap masih layak dan dapat digunakan berdasarkan surat dari KPU RI nomor 488,” ujar Rifan di Kantor KPU Maluku, Kamis 4 April 2019.

Kerkait surat suara yang rusak berdasarkan surat dari KPU RI nomor 488 apabila hasil cetak surat suara itu kotor atau tidak merata, permukan hasil cetak surat suara kabur, surat suara kusut dan mengkerut, surat suara sobek dibagian tengah dan atau bagian pinggir, bagian atas judul surat suara terdapat bercak atau noda besar, kemudian hasil cetak judul surat suara kabur atau tidak jelas, logo KPU tidak jelas, dan atau tulisan surat suara tidak jelas atau kotor.

Selanjutnya, bagian kolom nomor urut atau kolom foto dan kolom nama pasangan calon terdapat bercak atau noda besar, terdapat noda dalam jumlah banyak atau noda besar sehingga surat suara terlihat kotor, terdapat lubag pada nomor urut nama pasangan calon yang terkesan surat suara seperti telah dicoblos, serta kolom urut atau kolom foto atau kolom nama pasangan calon kotor.

“Jadi itu bagian dari kriteria surat suara yang tidak layak, rusak dan cacat. Oleh karena itu, hasil penyortiran untuk beberapa kabupaten yang kita lihat seperti halnya di kabupaten SBB itu telah diminta lakukan penyortiran ulang karena berdasarkan kriteria-kriteria yang disampaikan dalam surat 488 tersebut,” jelasnya. 

Kata dia, hasil yang disampaikan itu sudah dlaporkan ke KPU RI   sebelum dilaksanakannya Rakorlogistik pada tanggal  27 Maret  2019 lalu. Dan pemenuhannya berdasarkan hasil penyortiran akan disampaikan kepada KPU Maluku paling lambat 5 April  2018 besok (hari ini).

“Jadi yang itu terjadi di satu jenis surat suara saja, dan berdasarkan hasil rekap kita hanya terdapat 4,7 persen surat suara yang rusak, sehingga situasi itu tidak dalam keadaan darurat,” tandas Rifan. (SAH)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top