NEWS UPDATE

Lakukan Survei, FKPT Maluku Gelar Coaching Enumerator

RAKYATMALUKU.COM – AMBON,- Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Maluku menggelar Coaching Enumerator Survei Nasional Penguatan Kebhinekaan dan Literasi Digital dalam Upaya Menangkal Radikalisme Melalui FKPT, yang dipusatkan di Lt II Gedung Kuliah Fakultas Ushuluddin dan Dakwah IAIN Ambon, Senin, 24 Agustus 2020.


Coaching enumerator atau pelatihan untuk tenaga survei FKPT Maluku ini diikuti sebanyak 20 orang, yang selanjutnya akan melakukan survei di wilayah Kota Ambon, Kabupaten Seram Bagian Barat dan Kabupaten Maluku Tengah, dalam waktu dekat.

Koordinator Bidang Penelitian FKPT Provinsi Maluku, Dr. Saidin Ernas, usai pelatihan menjelaskan, pelatihan ini dimaksudkan untuk survei Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Indonesia yang diselenggarakan secara nasional pada seluruh provinsi, termasuk di Provinsi Maluku, terkait upaya menangkal aksi-aksi radikalisme di tanah air.

Berbeda dengan survei atau kegiatan BNPT tahun-tahun sebelumnya, survei yang dikoordinir oleh FKPT Provinsi Maluku ini hanya fokus melihat persoalan terorisme model baru di tengah masyarakat, yang fokusnya kepada tema kegiatan. “Survei Nasional Penguatan Kebhinekaan dan Literasi Digital dalam Upaya Menangkal Radikalisme Melalui FKPT”.

Saidin, yang juga Sekretaris LP2M IAIN Ambon melanjutkan, survei dilakukan untuk mendapatkan respon masyarakat terkait penggunaan media-media mainstrem online secara baik, dan bagaimana masyarakat mempersepsikan keseragaman di sekitarnya.

Sebab, bukan tidak mustahil, aksi-aksi terorisme gaya baru justeru dilancarkan melalui jejaring media online, baik itu media sosial maupun media mainstrem, yang tidak terkontrol oleh pemerintah. Sehingga itu, lewat survei ini dapat memberikan masukan terhadap upaya-upaya yang dilakukan oleh BNPT dalam menyelesaikan masalah radikalisme dan terorisme di Indonesia saat ini dan ke depan. Selama ini, lanjut dia, BNPT memprioritaskan aspek pencegahan atau preventif.

“Dan proses pencegahan itu, saya kira yang paling utama adalah dimulai melalui kesadaran-kesadaran atau partisipasi masyarakat di dalamnya. Sejak tahun 2017, BNPT secara reguler melakukan riset atau survei lapangan. Yang mana, hasil-hasil survei hingga tahun kemarin dievaluasi dan dikembangkan sehingga tahun ini, BNPT menganggap problem terorisme mengambil ruang yang paling kuat di media sosial. Di dunia maya. Olehnya itu, survei tahun ini temanya, literasi digital untuk mengetahui data tentang bagaimana masyarakat Indonesia mengakses media online dapat mendapatkan informasi termasuk di Maluku.”

Misalnya, kata dia, bagaimana masyarakat mendapatkan informasi tentang pemahaman keagamaan, nasionalisme, dan sebagainya via media daring. “Kita berharap, survei tahun ini dapat memberikan informasi data lapangan yang akurat tentang hal-hal tersebut.”

Sementara terkait alasan baru diadakan sekarang, kata Saidin, juga karena adanya bencana nasional Covid-19. Sebab itu, survei ini hanya menurunkan 20 tenaga dengan waktu yang relatif singkat. Bahkan, surveinya hanya dilakukan terhadap 400 responden di tiga kabupaten/kota itu.

“Kami juga membekali para peneliti agar tetap mengutamakan protokol kesehatan untuk pencegahan Covid-19. Tiga lokasi dipilih secara random, secara nasional. Sehingga diharapkan data yang diambil secara metodologis dapat dipertanggungjawabkan,” simpul Saidin.(*)


======================
--------------------

Berita Populer

To Top