AMBONESIA

Lawan Hoax Dan Ujaran Kebencian, Badko HMI Mal-Malut Gelar Dialog Publik

Foto bersama Ketua Badko HMI Mal-Malut Kabid Humas Polda Maluku, Ketua KPU Maluku, Ketua Bawaslu Maluku, Ketua DPD KNPI Maluku serta sejumlah pimpinan OKP Cipayung usal melaunching Gerakan Jempol Pintar di Ballroom Pasific Hotel Kota Ambon, Jumat 8 Maret 2019.

DALAM rangka mengatasi meningkatnya angka penyebaran informasi yang bersifat hoax dan penyebaran ujaran kebencian di media sosial terutama bagi kalangan kaum milenial di Maluku dalam menghadapi Pemilihan Umum (Pemilu) yang akan dilaksanakan pada April 2019, Badan Koordinasi (Badko) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Maluku – Maluku Utara menggelar Dialog Publik di Pasific Hotel Ambon, Jumat 8 Maret 2019.

Selain dialog publik, Badko HMI Mal – Malut sekaligus melakukan lounchin Gerakan Jempol Pintar dengan tema “Lawan Hoax dan Ujaran Kebencian menjelang Pemilu 2019” dengan menghadirkan sejumlah narasumber, yakni Kapolda Maluku yang diwakili oleh kabid Humas Polda Kombes Pol. Drs. Mohamad Rum Ohoirat, Ketua KPU Maluku Syamsul Rifan Kubangun, Ketua Bawaslu Maluku Abdullah Elly, Akademisi Unpatti Ruslan Tawari, Sekretaris Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) Ambon, Marvin F Laurens.

Firdaus Arey

Ketua Badko Maluku – Maluku Utara, Firdaus Arey, mengatakan, HMI secara kelembagaan memiliki tanggungjawab moril untuk memastikan pesta demokrasi di tahun 2019 ini berjalan dengan baik. Ditengah upaya pemerintah dalam memastikan proses tahapan pemilu 2019 agar dapat berjalan dengan baik, justru dihadapkan dalam satu penomena dan fakta demokrasi yang cukup mengkhawatirkan, yang mana disebabkan karena Indonesia dalam memasuki perkembangan teknologi semakin hari semakin canggih. 

Menurut dia, di Indonesia sendiri, penggunaan internet mencapai 175 juta pada 2019, atau sekitar 65,3 persen dari total penduduk 268 juta. Yang mana peningkatan tersebut ditopang oleh semakin meluasnya penggunaan ponsel pintar (smartphone) dan pada umumnya terjadi pada kalangan muda. 

“Itu artinya bahwa adanya jumlah yang begitu besar dalam penggunaan internet di Indonesia.  Kondisi inilah yang kemudian menimbulkan efek negatif terhadap proses dan tahapan demokrasi yang berjalan di Indonesia, khususnya di Maluku,” ujar Firdaus. 

Kata dia, volume penggunaan internet yang banyak ini justru tidak dibarengi dengan kecerdasan dalam menggunakan handphone pintar (smartphone), sehingga yang terjadi adalah banyak yang terlibat dalam menyebarkan berita bohong dan ujaran kebencian. 

Dia mengutip pernyataan salah satu guru besar hukum pidana Universitas Udayana bahwa maraknya penyebaran ujaran kebencian atau hatespeech di Indonesia saat ini karena sedang ada pada tahun politik, sehingga gesekan di media sosial itu menjadi sesuatu yang lumrah secara sosiologis. 

“Tapi sebagai kaum intelektual bahwa tugas dan tanggungjawab kita adalah memastikan agar supaya tahapan proses pemilu 2019 ini berjalan dengan baik dan damai. Olehnya itu,  Badko HMI Maluku – Maluku Utara mengajak seluruh kaum muda untuk sama-sama terlibat dalam memastikan tahapan pemilu 2019 ini dapat berjalan dengan damai,” jelas dia. 

Sementara Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol. Drs. Mohamad Rum Ohoirat mengatakan, sebagaimana diketahui bahwa hoax atau berita bohong didalam undang-undang KUHP maupun UU ITE itu telah diatur dengan ancaman hukuman adalah 6 Tahun dengan denda sekian juta rupiah. Seperti yang diketahui, saat ini berada pada posisi tahap kampanye.

Dimana kampanye tersebut terdapat tiga macam, yakni positif terkait dengan visi dan misi ke depan. Kemudian kampanye negatif yang saat ini marak berkembang di masyarakat. Yang berikut adalah kampanye hitam, ini yang sangat berbahaya karena dilakukan melalui media sosial dengan menyebarkan ujaran kebencian.  

“Ini yang sangat meresahkan masyarakat. Sehingga ini perlu diperang oleh kaum milenial,” jelas Kombes Pol. Drs. Mohamad Rum Ohoirat.

Ketua Bawaslu Maluku, Abdullah Elly menegaskan, dalam mengatasi hal tersebut terjadi di Maluku, pihak Bawaslu telah melakukan berbagai kegiatan sosialisasi perangi hoax dan ujaran kebencian secara masif di kabupaten/kota. 

Hal yang lain adalah pihaknya mengajak perguruan tinggi untuk bersama-sama melakukan pengawasan secara paryisipatif, sesuai dengan perintah UU Nomor 7 Tahun 2017. 

“Dari sisi jumlah dibagi dengan luas wilayah yang sangat luas, kita tentu tidak an mampu mengcover seluruh daerah yang ada. Oleh karena itu, kita sangat membutuhkan bantuan kerjasama dari OKP dan OKPI serta Mafindo untuk berpartisipasi secara aktif,” ujar Abdullah.

Ketua KPU Maluku, Syamsul Rifan Kubangun menambahkan, ada aplikasi android yang bernama KPU RI Pemilu 2019. Disana masyarakat khususnya para kalangan milenial bisa mengecek apakah terdaftar sebagai pemilih pada pemulu 2019. Selain itu juga bisa mengecek hoax. Dimana pada aplikasi KPU RI tersebut ada informasi penyebaran hoax yang berkaitan dengan Pemilu. 

Contohnya berkaitan dengan berita 7 kountainer yang berisikan surat suara, dimana pada aplikasi tersebut sudah ada fakta pemilunya. Selain itu juga terakhir pada informasi penyebaran hoax di Sumatera Utara (Sumut), dan itu telah diklarifoikasi oleh KPU Sumut. 

“Ini menjadi bagian penting sebagai sipil sociaty atau kalangan tercerahkan kaum yang sudah pasti punya kapasitas dan pendidikan yang mumpuni bisa mengatahui hal tersebut. KPU mendukung adanya sosialisasi perangi hoax dan ujaran kebencian, terutama di Maluku, untuk mewujudkan Pemilu yang aman, damai dan berkualitas,” tandas Rifan.

Sementara itu usai dialog publik,  dilanjutkan dengan lounching Gerakan Jempol Pintar dengan  oleh Ketua Badko Maluku – Maluku Utara, Firdaus Arey yang disaksikan langsung oleh Kabag Humas Polda Maluku, Ketua KPU Maluku, Ketua Bawaslu Maluku serta sejumlah pimpinan OKP dan OKPI se Maluku.

Gerakan ini dibuat karena generasi milenial saat ini dinilai memiliki pengaruh yang cukup besar dalam proses pemilu ini. Dari total DPT sebanyak 197 juta, kalangan milenial mencapai 34 persen.

“Kaum milenial punya pengaru dan peluang yang besar dalam melakukan perubahan yang signifikan dalam kotestasi politik 2019,” ujar Firdaus yang menambahkan Badko HMI mengajak seluruh elemen pemuda terutama bagi kaum milenial agar dama-sama menggunakan internet secara baik guna meminimalisir angka penyebaran hoax dan ujaran kebencian di medsos. (R1/ADV)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top