NEWS UPDATE

Lawan Rekomendasi, Kader PDIP Dipecat

RakyatMaluku.com – MEMBANGKANG dari perintah partai, kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Muhammad Nahwan Matdoan ak­hir­­nya resmi di pecat dari anggota partai oleh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Kota Ambon, Sabtu 2 Juni 2018 kemarin.

Pemecatan terhadap Nahwan itu dila­kukan lantaran yang bersangkutan tidak menjalankan perintah partai untuk bekerja dalam pemenangan pasangan calon Gubernur Maluku sebagaimana yang telah direkomendasikan oleh PDI Perjuangan, yakni Murad Ismail-Barnabas Orno.

Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Ambon, Jafry Taihuttu kepada wartawan menjelaskan, keputusan pemecatan Nahwan Matdoan karena sudah terbukti secara terang-terangan mendukung salah satu pasangan lain yakni Herman Adrian Koedoboen-Abdullah Vanat pada kontestasi Pilgub Maluku.

Bahkan, Nahwan Matdoan telah menjadi Sekertaris tim pemenangan pada pasangan yang dikenal dengan akronim HEBAT tersebut. Pembangkangan yang dilakukan Nahwan Matdoan itu dinilai melawan perintah partai. Menurutnya, pemecatan itu adalah sanki partai sebagaimana dijelaskan dalam AD/ART PDI Perjuangan pasal 22 dan 23 yang mengatur tentang larangan dan sangsi bagi anggota partai.

“Saudara Nahwan Matdoan dinilai melawan keputusan partai. Olehnya itu, DPC PDI Perjuangan Kota Ambon memutuskan untuk memecat bersang­kutan sebagai anggota partai,” ujar Jafry.

Pemecatan terhadap Nahwan Matdoan diputusan dalam rapat DPC PDI Perjuangan pada Jumat pekan kemarin. Sikap tersebut juga telah disampaikan ke DPD Partai bahkan ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan.
Kata Jafry, PDI Perjuangan ingin tahu bahwa Nahwan Matdoan bukan lagi bagian integral dari PDI Perjuangan. Sebab selama ini masih melekat pada Nahwan.

“Kita tidak ingin ada penilaian bahwa kader partai PDI Perjuangan tidak solid mendukung pasangan Gubernur. Olehnya itu, kader yang tidak taat kita tidak segan-segan untuk pecat,” tegasnya.

Selain dipecat dari keanggotaan partai, DPC Per­juangan Kota Ambon juga akan mengembalikan berkas pencalonan Nahwan Matdoan sebagai mana yang telah terdaftar sebagai bacaleg untuk pileg 2019 mendatang. Nahwan Matdoan adalah kader partai yang mestinya mendukung dan bekerja untuk memenangkan pasangan yang di kenal dengan akronim BAILEO.

Keputusan PDI Perjuangan memecat Nahwan Matdoan tidak akan berpengaruh terhadap partai dan Pileg 2019. Karena hasil perolehan suara yang didapat pada pileg 2014 hanya 156 suara.

Ketua fraksi PDI Perjuangan Kota Ambon itu juga menggingatkan kepada seluruh bacaleg yang mendaftarkan diri di PDI Perjuangan kota Ambon agar mendukung kerja-kerja partai dalam memenangkan pasangan Murad Ismail dan Drs Barnabas Orno. Jika diketahui ada yang tidak mendukung dan bekerja untuk memenangkan pasangan lain, maka langsung digugurkan dan diikuti sangsi partai berupa pemecatan apabila yang bersangkutan adalah kader partai.

“Ini prinsip kita, sebab memenangkan pasangan Murad-Abas pada pilgub 2018 adalah harga diri partai. Kader wajib mendukung dan bekerja memenangkan pasangan BAILEO,” tuturnya.

Sementara itu, Nahwan Matdoan yang dikonfir­masi Rakyat Maluku, Minggu 3 Juni 2018 enggan mem­berikan keterangan panjang yang bisa menimbulkan spe­kulasi panjang soal pemecatan terhadap dirinya.

Menurutnya, sikap yang diambil DPC PDI Per­juangan Kota Ambon yang memecat dirinya dari kader partai itu merupakan dinamika politik di Pilgub Maluku. Sehingga dirinya membiarkan semuanya mengalir sebagaimana yang terjadi saat ini. “Saya tidak ingin berbalas pantun. Ini hanya dinamika untuk memancing reaktif saya,” singkat Nahwan. (R1)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top