NEWS UPDATE

Longboat Dihantam Gelombang Di Buru, Satu Tewas

Salah satu pe­num­pang Longboat Pela Permai yang ditemukan tewas, setelah meloncat ke laut saat longboat itu dihantam gelombang di Tanjung Kayu Putih, Pulau Buru, Selasa, 10 Juli 018, sekira pukul 10.00 WIT.

RakyatMaluku.com – LONGBOAT Pela Permai yang ditumpangi rombongan calon jemaah haji (Calhaj), dihantam gelombang di Tanjung Kayu Putih, Pulau Buru, Selasa, 10 Juli 2018, sekira pukul 10.00 WIT. Akibatnya La Mataido (70), penum­pang long­boat tersebut, tenggelam dan tewas. long­boat ini dari Dusun Namsugi, Desa Ilath, Kecamatan Batabual, me­nuju Namlea.

Kabar diperoleh Rakyat Maluku, bahwa longboat berkapasitas 80 penumpang ini mengalami gangguan mesin di Perairan Tanjung Kayu Putih. La Mataido, bersama 47 orang lainnya termasuk 3 Anak Buah Kapal mengantar tiga Jemaah Calon Haji masing-masing atas nama Abdulrahman Tomia Bin Lantora, Idi Gani Bin Lanpidi, dan Sitimah Binti H. Abdullah.

Saat berada di antara Desa Pela dan Desa Batu Jungkuh, atau di Tanjung Kayu Putih, longboat me­nabrak kayu sehingga tiga masinnya mati.

Saat bersamaan, datang gelombang besar dan menghantam body longboat tersebut. longboat-pun terhempas sekitar 50 meter. Beruntung tak terbalik. Seorang ABK kemudian melepas jangkar, sembari mesin dihidupkan. Sayang, entah kenapa salah satu penumpangnya La Mataido, melompat ke laut. Korban pun tenggelam. 3 jam pasca La Mataido, melompat ke laut , barulah korban ditemukan Satuan Polisi Air dan anggota Polsek Batabual. La Mataido, ditemukan sudah tak bernyawa.

Selain, korban, dan tiga ABK , yaitu Asis Lessy, La Arif, La Ipin, serta Abdulrahman, calon jamaah haji, juga terdapat Homat Tomia (70), Momo Oyen (60), Ica (67),  Zainudin Z (60), Ode Badwi (60), Ruhmda (55), Nuwia (35), Udin (40), Cen (43), Kalsum (43), Mita Sapsua (45), La Bula (55), Sehat (35), Hamil (37), Marwia (35), Melati (3), Ajuan (45), Ima Timia (20), Haja tomia (50), Marlina (19), Nopita (18), Siti (48), Yana (15), Ipul Masbait (11), Dino (40), Naisa (60), Muh Adin (54), Jamila (42), Suraji (19), Ramdani (18), Sarpah (27), Yandi (19), Ojan (12), Bayu (13), Darwis (18), Alipu (48), Ambran (30), Ariyun (22), Gusman (33), Amrin (30), Kivli (29), Umar (47), Fare (14), Fatma Lai (40), Epiani (11), Ima Waelusa (18).

Kapolres Buru AKBP Adityanto Budi Satrio yang dihubungi wartawan via selulernya, membenarkan kejadian itu. Kata Kapolres, korban melompat ke laut dan sempat hilang. La Mataido, baru ditemukan sekitar pukul 13.00 WIT, itupun telah meninggal dunia.

“Korban di temukan setelah Polairud Polda Maluku, Polres Buru, Polsek Batabual dan Basarnas melakukan pencarian. Semua penumpang selamat kecuali korban, karena dirinya melompat,” kata Satrio. Dikatakan, mesin mati saat longboat menabrak kayu. Dan bersamaan ombak menghantam body longboat. ABK membuang jangkar agar longboat tak kandas.

“Korban ini melompat dan hilang. Waktu ditemukan sudah meninggal dunia. longboat saat menabrak kayu tidak rusak, “ tandas Adityanto.

Sementara itu Kepala Kantor Kementerian Aga­ma (Kakankemenag) Buru, Taslim Tuasikal yang dikonformasi mengatakan, ketika JCH itu baru usai melakukan syukuran atau walimatulhaj di Kecamatan Batabual. Setelah hajatan itu para jemaah lalu menuju ke Namela. Taslim sangat bersyukur karena mereka selamat dari kecelakaan laut ini dan saat ini kondisi ketiga hemaah haji itu sudah mulai membaik.

Tahalil Tuasikal mengatakan, sesuai agenda pro­sesi pelepasan JCH Kabupaten buru akan dilakukan oleh Bupatti Buru Ramli Umasugi, pada tanggal 18 Juli 2018 mendatang. Setelah dilepas seluruh jemaah haji di kabupaten penghasil minyak kayu putih ini akan diberangkatan ke Ambon, dalam dua kali penerbangan yakni tanggal 22 dan 23 Juli.

Sesuai Kuota, jemaah calon haji di Kabupaten Buru tahun ini berjumlah 100 jemaah, namun karena terjadi mutasi keluar dan satu orang jemaah atas nama Kadir Pua meninggal dunia membuat kuota tersebut berkurang menjadi 98 jemaah.

Selaku Kakankemenag, Taslim Tusikal berharap jemaah calon haji harus mempersiapkan diri dengan baik, sehingga seluruh tahapan ibadah selama be­rada di tanah suci dapat dilaksanakan dengan baik. “Peting untuk menjaga kesehatan, saya berharap para jemaah akan menjalani seluruh tahapan ibadah sampai kembali dengan selamat ke tanah air,” harap Taslim. (AAN)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top