Uncategorized

Mahasiswa Gale-Gale Demo Di DPRD Maluku

PEMBANGUNAN ruas jalan Taniwel-Saleman, sampai saat ini terus dilakukan oleh PT Multi Utama Konstruksi (MUK). 

Perluasan jalan tersebut, mengakibatkan tanaman warga seperti, kelapa, coklat dan pohon pisang. 

Selain pohon-pohon penghasil duit digusur, runah warga ikut menjadi sasaran. Namun, tidak ada ganti rugi baik dari pemerintah maupun PT MUK .

Karena itulah, Gerakan Mahasiswa Gale-Gale, mendatangi Kantor DPRD Maluku di Karang Panjang, Jumat 15 Maret 2019, meminta wakil rakyat untuk melihat persoalan ini.

“Kami minta DPRD Maluku untuk menyelesaikan persoalan pengusuran tanaman dan rumah warga Gale-Gale oleh PT MUK. Kami juga minta DPRD menyelesaikan masalah ini setingkat-simgjaynya, karena hal ini telah menjadi polemik di tengah-tengah masyarakat.  Dan DPRD segera memanggil PT MUK untuk meminta klarifikasi dari mereka atas pernyataan sikap yang disampaikan salah satu pimpinan MUK kalau tidak ada ganti rugi,” kata Koordinator Lapangan (Korlap)  aksi tersebut, Imran Ipaenim.

Masyarakat, lanjutnya sangat bersyukur akan perluasan jalan.  Karena dapat meningkat perekonomian. Tapi, pengusuran harus dibarengi dengan ganti rugi.  

Ini Berdasarkan Undang-undang Nomor 2 Tahun 2012, Peraturan Pemerintah Nomor 148 Tahun 2015 dan Undang-undang tentang Pengadaan Lahan  Pembangunan untuk kepentingan umum.

“Kami menyadari betul bahwa perluasan jalan  merupakan bagian dari sistem transportasi nasional mempunyai peran penting terutama dalam mendukung bidang ekonomi,  sosial, budaya serta lingkungan  Tapi Kami menuntut kepada Pemda dan MUK bahwa tanaman yang sudah digusur dan direncanakan akan kembali melakukan pengusuran terhadap perumahan warga yang berada di ruas jalan yang ditentukan oleh pekerja jalan agar kiranya pemerintah bisa proses ganti rugi kepada masyarakat,” tandasnya. (AAN)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top