AMBONESIA

Malteng Juara I Utang Raskin

RakyatMaluku.com – KABUPATEN Maluku Tengah, Provinsi Maluku menempati urutan pertama dengan angka hutang terbanyak, untuk belanja beras masyarakat miskin (Raskin). Hal ini diungkapkan oleh Kepala Devisi Regional (Divre) Perum Bulog Maluku, Arif Mandu, di Kota Ambon kemarin.

Menurut dia, dari hasil evaluasi yang dilakukan untuk seluruh kabupaten/kota di Maluku, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) menempati urutan tertinggi dalam jumlah hutang Raskin yang belum dibayar. Tunggakan hutang Raskin Kabupaten Maluku Tengah mencapai nilai Rp2 miliar. Jumlah hutang ini terhitung sejak tahun 2008 hingga 2017 kemarin, belum termasuk tahun ini.

Sebab itu, pihaknya (Bulog-Red) Maluku telah melakukan penandatanganan kerjasama atau MoU dengan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku, karena Rp.2 Miliar tungakan Raskin Malteng ini merupakan uang Negara yang wajib dilunasi oleh pemda Malteng. “Tujuan dilakukannya kerjasama atau MoU dengan Kejati Provinsi ini agar Kejati Maluku dapat melihat hal-hal tersebut,” ujar Arif.

Kata dia, Tim Kejati Maluku juga telah turun ke Malteng dan langsung bertemu sekaligus berdialog dengan para Camat di Malteng. Bahkan mereka di Malteng sudah memberikan kesanggupan untuk mengatasi sisa tunggakan Raskin yang ada. Dikatakan, pihaknya akan terus mendorong agar Kabupaten Malteng dapat mepercepat pelunasan pembayaran sisa utang Raskin senilai kurang lebih Rp2 Miliar tersebut.

“Untuk tahun 2018 ini, tidak ada lagi Raskin namun yang ada hanyalah Bantuan Sosial Beras Sejahtera (Bansos Rastra) 2018.” Selain itu, pihak Bulog juga menjamin selama bulan suci Ramadhan ini, kondisi kesediaan stok Beras masih tetap aman untuk tiga bulan ke depan.

“Kalau untuk selama bulan Ramadhan hingga Idul Fitri, stok beras kami bakal tetap aman.” Stok beras yang ada tersedia di Gudang tempat penyimpanan beras sebanyak 7.000 ton. Bahkan dalam waktu dekat rencana Bulog akan memasuki sekitar 8.000 ton yang saat ini masih dalam proses perjalanan menuju Ambon. (R1)

 

======================
--------------------

Berita Populer

To Top