HUKRIM

Mantan Bendahara Kota Ambon Diperiksa, Sekwan Menyusul

Rakyatmaluku.com – MANTAN Bendaraha Umum Pemerintah Kota Ambon Saleh Mahulete, dimintai keterangan oleh penyelidikan Tipiter Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pulau Ambon dan Pp Lease. Mahulete diperiksa dalam kasus dugaan korupsi anggaran SPPD Fiktif tahun 2011 sebesar Rp 6 milyar, Kamis, 3 Mei.

Kasat Resekrim Polres Ambon AKP R.E. Adikusuma menjelaskan Mahulete undang pihaknya pekan kemarin dalam rangka mengklarifikasi adanya dugaan anggaran SPPD fiktif tersebut. Selain yang bersangkutan, Sekretaris Dewan (Sekwan), juga akan dimintak keterangannya pekan depan.

“Kedatangannya untuk klarifikasi soal adanya dugaan penyelewengan anggaran SPPD tahun 2011 lalu yang diduga fiktif. Surat panggilan sudah dikeluarkan kepada Sekwan. Rencananya tanggal 8 Mei mendatang. Untuk klarifikasi juga,” jelasnya.” katanya.

Dikatakan, setelah ini pihaknya akan mempelajari hasil klarifikasi, selanjutnya dipelajri dan akan dilanjutkan kasus ini ataukah tidak.

Untuk diketahui, Kepolisian Resor (Polres) Pulau Ambon dan Pp Lease akan menyelidiki dugaan korupsi SPPD fiktif tahun 2011, yang terjadi di Sekretariat Dewan dan Sekretariat Pemerintah Kota Ambon. Disinyalir, nilai kerugian ditaksir sebesar Rp1 miliar lebih.

Untuk menindaklanjuti laporan adanya penyelewengan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 7 tahun silam, penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) bergerak. Surat panggilan telah di layangkan kepada Saleh Mahulete, mantan Bendahara Umum Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon.

Anggaran perjalanan dinas melalui APBD Kota Ambon tahun 2011, itu sebesar Rp6 milyar. Anggaran ini diperuntukan kepada Sekretariat DPRD Kota Ambon sebesar Rp4 miliar dan Sekretariat Pemkot Ambon Rp2 miliar.
Dana tersebut diduga tidak sesuai dengan laporan pertanggungjawaban.

Di mana, untuk Sekretariat DPRD Kota Ambon terdapat 114 tiket yang diduga fiktif. Perjalanan palsu itu menyebabkan kerugian sebesar kurang lebih Rp600 juta.

Sementara untuk Sekretariat Pemkot Ambon terdapat 100 tiket fiktif, yang menyebabkan kerugian sebesar kurang lebih Rp742 juta. (AAN)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top