HUKRIM

Mantan Kasubbag Anggaran Dewan Kota Diperiksa Polisi

RakyatMaluku.com – MANTAN Kepala Bagian (Kabag) Keuangan Sekretariat Dewan Kota Ambon Emi Tamtelahitu, diperiksa penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Satuan Resrse Kriminal (Satreskrim) Polres Pulau Ambon dan Pp Lease, terkait dugan Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) fiktif tahun 2011 di sekretariat dewan senilai Rp4 miliar, Senin, 21 Mei.

Wanita yang pensiun tahun 2016 ini, dimintai keterangan oleh penyidik seputar tugas dan tanggungjawabnya selaku Kepala Sub Bagian Anggaran dan Akuntansi tahun 2011 itu.

“Kita periksa yang bersangkutan dan dia jawab sesuai tugas dan tanggungjwabnya saat itu, di mana dia masih bertugas sebagai Kasubbag Anggaran dan Akuntansi tahun 2011. Jadi yang melakukan perjalanan dinas, itu mulai tiket, penginapan sampai pulang pun melapor ke dia. Dia kan sudah pensiun dari ASN tahun 2016. Beliau pensiun dengan jabatan Kabag Keuangan pada sekretariat dewan Kota Ambon. Sebagai kabag Keuangan itu dari tahun 2013-2016,” kata Kasat Reskrim AKP R.E Adikusuma melalui Kanit IV Tipikor Bripka M. Akipay Lessy kepada wartawan, kemarin.

Tidak saja dia, Yopi Selano, rencananya dimintai keterangan hari ini juga (kemarin, red). Staf Ahli Waliklota Ia diperiksa terkait SPPD fiktif di sekretariat kota Ambon tahun 2011 sebesar Rp2 miliar. Sayang, sampai pukul 02.00 WIT, yang bersangkutan tak hadir.

“Hari ini Pak Yopi Selano kita periksa, tapi sampai sekarang belum datang. Kita periksa terkait SPPD di sekretariat kota,” katanya.

Kasat Reskrim menambahkan, usai pemeriksaan Selano, baru pihaknya menjadwalkan pemeriksaan saksi-saksi berikuitnya lagi, demi mengungkapkan kasus dugaan SPPD fiktif di Dewan dan Pemkot Ambon tahun 2011 lalu.
“Tunggu hasil pemeriksaan baru adanya nama saksi baru yang akan dipanggil untuk dimintai keterangan. Kasus ini terus kita dalami sampai tuntas,” tandasnya.

Untuk diketahui, Polres Pulau Ambon dan Pp Lease sementara mendalami dugaan korupsi pada SPPD fiktif tahun 2011 di sekretariat dewan dan sekretariat kota Ambon. Di sekretariat dewan dana yang dikucurkan senilai Rp 4 miliar, dengan dugaan tiket bodong berjumlah 114 buah, sementara sekretariat kota Rp 2 miliar, dengan jumlah tiket diduga palsu 10 buah. (AAN)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top