HUKRIM

Mantan Sekwan DPRD Kota Ambon Diperiksa

RakyatMaluku.com – MANTAN Kepala Dinas Pariwisata Hendrik Sopacua, diperiksa penyidik Tipikor Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pulau Ambon dan Pp Lease. Sopacua dimintai keterangan seputar dugaan penyalahgunaan anggaran perjalanan dinas di sekretariat dewan Kota Ambon pada tahun 2011 lalu.

Ketika itu, Sopacua masih menjabat sebagai Sekretaris Dewan. Selain Sopacua , Staf Ahli Walikota Bidang Ekonomi Pembangunan dan Kesejahteraan Yopie Selano, turut dimintai keterangan. Selano diperiksa terkait pemakaian anggaran saat perjalanan dinas di sekretariat kota Ambon.

Kasat Reskrim R.E Adikusuma mengatakan, pihaknya memeriksa dua orang pejabat Pemkot hari ini (kemarin, red). Keduanya diperiksa mengenai SPPD fiktif itu.

“Kita tadi periksa Hendrik Sopacua dan Yopie Selano terkait dugaan SPPD fiktif tahun 2011 di dewan dan Pemkot Ambon,” kata Kasat Reskrim AKP R.E Adikusuma kepada Rakyat Maluku, Selasa, 22 Mei.

Selain pemeriksaan dua pejabat di Pemkot Ambon, rencananya hari ini (kemarin, red) dua anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Ambon, juga dimintai keterangan perihal kasus ini, namun mereka tidak hadir.

Padahal, penyidik telah melayangkan surat undangan dan jadwalnya, Selasa, 22 Mei 2018/
Ketidakhadirian dua Aleg ini belum diketahui polisi, karena tidak ada surat pemberitahuan dari keduanya.

“Sebenarnya hari ini juga kita periksa Markus Pattiapon dan Riduan Hasan, tapi mereka tidak datang. Kita sudah undang kemarin, alasan mereka tidak datang kita belum tahu. Makanya nanti kita undang ulang untuk kembali diperiksa,” tandas mantan Kasat Reskrim Seram Bagian Barat (SBB) ini. Pihaknya, kata dia, akan terus mendalami kasus ini sampai terang benderang. Apa betul ada kerugian negara atau tidak dalam SPPD fiktif di dewan dan Pemkot Ambon.

“Kita akan terus dalami kasus ini. Masih sebatas memintai keterangan. Sejauh ini sudah 7 orang yang kita periksa mengenai SPPD fiktif,” jelasnya.

Untuk diketahui, Polres Pulau Ambon dan Pp Lease sementara mendalami dugaan korupsi pada SPPD fiktif tahun 2011 di sekretariat dewan dan sekretariat kota Ambon. Di sekretariat dewan dana yang dikucurkan senilai Rp 4 miliar, dengan dugaan tiket bodong berjumlah 114 buah, sementara sek­retariat kota Rp 2 miliar, dengan jumlah tiket didu­ga palsu 10 buah. (AAN)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top