NASIONAL

Melalui KKP, Pempus Salurkan Miliaran Rupiah ke Maluku

RAKYATMALUKU.COM – AMBON,- Kunjungan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo ke Kota Ambon, Provinsi Maluku, sejak Minggu, 30-31 Agustus 2020 menjadi berkah untuk sejumlah nelayan dan pengusaha di daerah kepulauan ini.


Sebab, kedatangan Edhy beserta sejumlah bawahannya dari KKP Jakarta, turut disertakan dengan membawa bantuan. Tak saja bantuan fisik sarana dan prasarana penangkapan serta budidaya kelautan dan perikanan, tapi juga bantuan uang tunai.

Dalam kegiatan Kunjungan Kerja yang dirangkai dengan dialog bersama warga dan nelayan yang berlangsung di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Ambon, Senin, 31 Agustus 2020, tampak dibagikan sejumlah bantuan.

Bantuan yang disalurkan di antaranya dari Badan Layanan Umum Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan dan Perikanan (BLU LPMUKP), BJPS Ketenagakerjaan maupun dari KKP sendiri.

Bantuan yang diberikan langsung oleh Menteri KP, Edhy Edhy Prabowo, di antaranya, dari DJPT berupa sertifikat radio kapal nelayan, sticker kanal frekuensi dan buku panduan sejumlah 2 sertifikat kepada nahkoda Kapal Nelayan KM. Kurnia Ilahi 05 dan KM. Air Manis 04. 1.000 paket bantuan Sembako senilai Rp150 juta kepada nelayan, kartu kepesertaan nahkoda dan ABK oleh BPJS Ketenagakerjaan sebanyak 704 orang, dan santunan klaim jaminan kematian BPJS Ketenagakerjaan di Tahun 2020 senilai Rp42 juta.

Penyerahan bantuan dari Ditjen PSDKP berupa alat komunikasi dan pemasangan rompi untuk 3 kelompol masyarakat pengawas (Pokmaswas). Penyerahan bantuan modal kerja BLU LPMUKP senilai Rp.1,572 milyar. Selain bantuan, Menteri Edhy Prabowo juga berkesempatan berdialog dengan para nelayan.

Edhy mengaku berkesan dengan kekayaan alam di Maluku. Kekayaan meliputi lautan baik biotanya hingga perikanan, menjadikan daerah ini terkenal tak saja di dalam negeri, tapi juga di luar negeri. Bahkan, jauh sebelum ini, Maluku sudah terkenal di berbagai manca negara karena kekayaan alam di laut dan daratnya.

Dalam konteks kebijakan politik pusat, kata Edhy, Pempus jelas memiliki kepentingan untuk memajukan Maluku. Sumber kekayaan alam laut seperti perikanan, menjadi modal khusus untuk perhatian pusat kepada daerah kepulauan ini. Namun demikian, tentu pemerintah daerah sekiranya mampu mengelola SDA yang ada ini secara baik dan benar, agar menjadi nilai tawar kepada Pempus.

Bagi Edhy, sudah waktunya sumber daya alam laut di Maluku diekspos kepada masyarakat luas, tak saja di dalam negeri. Sebab, hasil-hasil tangkapan ikan di Maluku justeru sangat laris di berbagai negara. Untuk itu, kekayaan berupa potensi laut yang melimpah ruah ini, sekiranya dapat menjadi sumber penghasilan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat.

Sekiranya, faktor lain yang harus menjadi perhatian bersama pemerintah pusat dan daerah, yakni peningkatan sumber daya manusia yang handal dan profesional, sehingga ke depan lewat SDM tersebut, dalam mengelola SDA yang ada di Maluku, khususnya di bidang kelautan dan perikanan.

Guna memastikan perhatian Pempus tetap mengalir ke Maluku khususnya di bidang kelautan dan perikanan, Edhy membawa sejumlah bawahannya, diantaranya; Dirjen Perikanan Budidaya Slamet Soebjakto, Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP), Artati Widiarti, Pit Dirjen Perikanan Tangkap Muhammad Zaini, Dirjen Pengelolaan Ruang Laut (PRL) Aryo Hanggono, Dirjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDPKP) TB Haeru Rahayu, Kepala Badan Karantina Ikan, Pengendali Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Rina M serta Sekjen KKP Antam Novambar.

Sementara pada kegiatan kemarin, selain Gubernur Maluku, Murad Ismail dan jajarannya, hadir juga Anggota DPR-RI Dapil Maluku, Abdullah Tuasikal dan Hendrik Lewerissa, serta dan Anggota DPD-RI juga Dapil Maluku, Ana Latuconsina. (MG03)


======================
--------------------

Berita Populer

To Top