Uncategorized

Menikmati Perjalanan

M. Suhfi Majid

Catatan: M. Suhfi Majid
Mantan Anggota DPRD Maluku

MUDIK Hawanya telah terasa sejak beberapa hari belakangan. Perjalanan mudik bukan perjalanan biasa. Ia adalah akumulasi dari kerinduan yang membuncah.

Ketika kita berada di titik yang jauh dari keluarga, maka mudik akan terasa maknanya. Di ujung ramadhan, mudik menjadi kebutuhan tak terbendung. Menatap wajah ribuan orang yang lalu lalang di Bandara, maka siapapun memaklumi, bermudik adalah saat untuk merayakan kebahagiaan bersama keluarga.

Seperti pesona lirik ‘Perjalanan’ yang dilagukan oleh Franky and Jane. Mudik adalah momentum pulang mengikuti rasa rindu. Pada kampung halaman. Pada sang ayah yang menunggu. Atau pada sang ibu yang tak henti alirkan kasihnya.

Seperti juga di Bandara Pattimura sore ini. Di kiri kanan, keriangan itu terdengar. Berceloteh tentang lebaran di kampung. Sambil mengabari kapan tiba lewat tawa di ujung telpon.

Saya sore ini juga melakukan perjalanan. Tapi tidak untuk mudik. Perjalanan menunaikan tugas. Tour of duty. 3 hari merambah kota tual menjelang lebaran. Memang, biasanya ada gelisah yang menghampiri. Tapi tunaikan kewajiban dan tuntaskan tanggung jawab mampu kendalikan keinginan untuk bermudik.

Perjalanan demikian selalu harus dinikmati. Dan menikmati perjalanan menjadi bagian dari cara menenangkan diri sendiri dari keinginan bermudik. Ketika dihadapkan pada pilihan-pilihan prioritas, selalu ada pertimbangan maslahat. Maka perjalanan begini menjadi keputusan untuk memberi makna lebih atas pilihan – pilihan pertimbangan tersebut.

Bagi yang melakukan perjalanan mudik, semoga tiba dan berkumpul dengan keluarga dalam keadaan baik dan sehat.

Tak lama, lebaran akan menjelang. Mari rayakan kemenangan…!!! (*)
Bandara Pattimura, 25 Ramadhan 1439 H

======================
--------------------

Berita Populer

To Top