OPINI

Menyoal Alih Peran Di Lapangan Merdeka Ambon

Oleh : H. Imam Musonef S.Ag

LAPANGAN Merdeka Ambon adalah salah satu icon penting yang berada di kota Ambon, selain tempatnya yang sangat strategis karena di pusat kota, juga salah satu tempat yang representatif bagi warga kota Ambon untuk menyalurkan keinginannya. Lapangan merdeka atau biasa disingkat “Lapmer” ini bisa digunakan untuk berbagai sarana kegiatan, bisa untuk sarana olah raga seperti jogging, basket, gawang mini atau yang ngetrend akhir-akhir ini yakni olah raga yang dipadu dengan seni gerak seperti senam zumba, juga kegiatan-kegiatan lain seperti upacara, pameran, pentas musik atau sekedar tempat bersantai bersama keluarga atau teman. Intinya lapmer adalah satu tempat yang multi fungsi.

Lapmer yang dulu hanya satu lapangan yang luas plus satu tribun penonton jika di pandang dari arah depan kantor gubernur dan selalu dijaga oleh patung besar bernama Pattimura di sayap kanan lapangan, secara terus menurus mengalami renovasi dan bertambah fungsi namun tetap dipuji karena dalam pembangunannya  tidak menghilangkan fungsi utama yakni tempat berolah raga. Bahkan semasa SMA dulu ketika ummat Islam sholat Idul Fitri selalu dilaksanakan di lapmer karena di Masjid Raya Alfatah tidak mampu menampung ribuan jamaah. Bahkan lapmer seluas itu pun jamaah sholat idul fitri masih meluber ke sepanjang jalan Sultan Hairun hingga samping BCA. 

Lapmer yang dulu bersahaja tampil apa adanya, tahap demi tahap berubah menjadi area yang nampak cantik, serasi dan sangat pas bila dipadu padankan dengan megahnya Kantor Gubernur yang memiliki tujuh lantai itu. Belum lagi tambahan pembangunan yang apik bernama “Gong Perdamaian”, semakin membuat lapmer terlihat anggun, berwibawa dan berkelas yang berada di tengah-tengah kota Ambon.

Namun setelah hari ini, bulan ini atau tahun ini, lapmer yang sekalipun telah banyak berubah warna namun tidak pernah selama ini meninggalkan rumput yang hijau sebagai ciri utama sebuah lapangan, secara  permanent di kick out dari dalam lapangan dan diganti dengan pendatang baru bernama paving blok. Sio sayange….bagi para pecinta lingkungan dan lahan hijau tentu hal ini bukan ide yang baik, bahkan dianggap sebagai kemunduran ide membangun. Tidak semestinya dalam pengelolaan lapmer rumput hijau penyejuk mata itu turut di gusur dari peradabannya.

Tulisan-tulisan sumbang atas penggantian lahan berumput ke lahan berpaving blok ini sudah sangat ramai di perbincangkan di media sosial. Sebagai pembaca media saya pun turut menyayangkan atas ide perubahan itu. Namun karena belum mendapatkan informasi alasan atau semacam klarifikasi dari pihak pengembangnya maka saya memposisikan diri sebagai masyarakat pada umumnya yang ikut kecewa dengan tanpa menjustis bahwa itu merupakan kebijakan yang keliru, atau boleh jadi setelah selesai direnovasi alih peran dari pumput ke pavin blok nanti lapmer menjadi jauh lebih baik sekalipun tanpa rumput. 

Kami sebagai masyarakat berharap agar dalam hal membangun apapun terutama sarana publik, pemerintah tetap memperhatikan aspirasi masyarakat sebagai pengguna. Jika ada alasan yang lebih rasional dan lebih baik harus disampaikan ke masyarakat agar mendapatkan supporting dan legitimasi, bukankah niat pemerintah membangun fasilitas publik untuk membahagiakan rakyatnya, atau untuk apa? . (***)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top