HUKRIM

Miliki 1 Paket Sabu, Anggota Polri Warga Hative Kecil Dituntut 6 Tahun Penjara

Rakyat Maluku – WARGA Hative Kecil, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Herzon alias Econg (31), yang bekerja sebagai anggota Polri, dituntut enam tahun penjara dan membayar denda sebesar Rp 800 juta subsider enam bulan kurungan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku. Sebab, perbuatan terdakwa Econg terbukti bersalah melakukan tindak pidana dengan memilik satu paket Narkotika jenis sabu-sabu.

“Menyatakan, perbuatan terdakwa Herzon alias Econg terbukti melanggar Pasal 112 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika,” ucap JPU Awaludin, saat membacakan amar tuntutannya, di Pengadilan Negeri (PN) Ambon, Kamis, 19 April 2018.

JPU dalam dakwaannya mengungkapkan, terdakwa Herzon alias Econg ditangkap petugas Direktorat Narkotika Polda Maluku di depan Kantor PHB, Jalan Jenderal Sudirman, Kecamatan Sirimau, Selasa, 16 Januari 2018, sekitar pukul 04.30 Wit, saat membawa satu paket sabu-sabu.

Awalnya, Selasa, 16 Januari 2018, se­kitar pukul 01.30 Wit, saksi Andre Mairuhu mendapat informasi dari in­forman bahwa ada seorang laki-laki dengan membawa Sepeda Motor Yamaha Mio DE 2814 NJ dari arah Ba­tu Gantung. Kemudian saksi Andre Ma­i­ruhu mengajak Brigpol La Jemi dan Bri­gadir Fikri Firmansya untuk bersam­a-sama menunggu terdakwa di depan Gereja Rehobot Batu Gantu­ng.

Sekitar pukul 04.00 Wit, para saksi melihat terdakwa melintasi Gereja Rehobot Batu Gantung, kemudian para saksi mengikuti terdakwa dari belakang dan melintasi Jalan Waihaong. Setelah terdakwa sampai di depan Kantor PHB, para saksi langsung memberhentikan terdakwa.

Kemudian saksi Andre Mairuhu memperlihatkan surat tugas kepada terdakwa dengan nomor : Springas/ 014/ 1/ 2018 tanggal 16 Februari 2018. Selanjutnya terdakwa dengan inisiatif sendiri tanpa ada paksaan dari saksi, langsung menyerahkan satu paket narkotika jenis sabu-sabu yang dikeluarkan dari saku celananya sebelah kiri.
Para saksi kemudian membawa terdakwa beserta barang buktinya ke Kantor Direktorat Narkotika Polda Maluku untuk diproses sesuai hukum yang berlaku.

Bahwa terdakwa tidak ada ijin dari pemerintah atau pejabat yang berwenang, menawarkan untuk dijual, menjual, memberi, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar atau menyerahkan narkotika golongan satu.
Usai mendengar pembacaan tuntutan JPU, Ketua Majelis Hakim Esau Yarisetao, didampingi dua hakim anggota Jenny Tulak dan S. Pujiono, kemudian menunda persidangan hingga Kamis pekan depan, dengan agenda sidang Pleidoi (Pembelaan) oleh Penasehat Hukum terdakwa, Abdusyukur Kaliky. (RIO)

 

======================
--------------------

Berita Populer

To Top