HUKRIM

Miliki Ganja, Warga Kudamati Dituntut 5 Tahun Penjara

Ilustrasi

RakyatMaluku.com – TERDAKWA Andry Abner Lakusa alias Andre (22), warga Lorong Kamar Mayat Kudamati, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, dituntut pidana penjara selama lima tahun, dan membayar denda sebesar Rp 800 juta subsider enam bulan kurungan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Ambon. Sebab, terdakwa terbukti bersalah memiliki Narkotika jenis Ganja kering sebanyak tiga paket plastik bening.

“Menyatakan, perbuatan terdakwa Andry Abner Lakusa alias Andre, terbukti melanggar Pasal 111 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika. Menetapkan barang bukti berupa tiga plastik bening berisi Ganja, satu pak kecil Cigarette Paper merek Mars Brown, dan dua lembar uang pecahan Rp 50.000, dirampas untuk negara,” ucap JPU Junita Sahetapy, saat membacakan amar putusannya, di Pengadilan Negeri (PN) Ambon, Senin, 9 Juli 2018.

JPU dalam dakwaanya menjelaskan, terdakwa Andre berhasil diringkus petugas Satuan Resnarkoba Polres Ambon di Lorong Kamar Mayat Kudamati, Jumat, 16 Februari 2018, sekitar pukul 01.00 Wit.
Awalnya, saksi Samali Pol e dan rekannya saksi Arman Matulessy mendapat informasi dari Cepu bahwa terdakwa Andre memiliki Narkotika jenis Ganja.

Kemudian saksi Arman Matulessy menyuruh Cepu untuk menghubungi terdakwa dan mengajak terdakwa bertemu di Kudamati Lorong Kamar Mayat untuk mengambil ganja yang dipesan Cepu, dan Andre pun menyetujuinya.

Kemudian terdakwa berjalan ke Lorong Kamar Mayat untuk menemui Cepu. Saat itulah saksi Samali Polle bersama rekannya saksi Arman Matulessy langsung menangkap serta melakukan penggeladahan terhadap terdakwa.

Dari hasil penggeladahan, saksi menemukan tiga plastik bening berisi Ganja, satu pak kecil Cigarette Paper merek Mars Brown, dan dua lembar uang pecahan Rp 50.000. Kedua saksi kemudian membawa terdakwa beserta barang buktinya ke Sat Resnarkoba Polres Ambon untuk menjalani proses secara hukum.

Usai mendengar pembacaan tuntutan JPU, Ketua Majelis Hakim Esau Yarisetou, didampingi dua hakim anggota Herry Setyobudi dan Lucky R Kalalo, kemudian menunda persidangan hingga Senin pekan depan, dengan agenda sidang Pleidoi (Pembelaan) oleh Penasehat Hukum terdakwa, Ahmad S. Soulisa, SH. (RIO)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top