GERBANG PENDIDIKAN

MIN 1 Ambon Gelar Pesantren Ramadhan

– Latuconsina: Terbentuk Di Era Presiden Soeharto

RakyatMaluku.com – KEPALA Kantor Kementerian Agama (KanKemenag) Kota Ambon, M. Rusydi Latuconsina mengungkapkan, sejarah Pesantren Ramadhan atau lebih dikenal dengan Pesantren Kilat terbentuk di era Presiden kedua Republik Indonesia, Soeharto. Kala itu, anak dari Presiden yang berkuasa selama 32 tahun mengikuti pesantren kilat.

Hasilnya cukup positif. Sehingga atas capaian dan pola didikan tambahan pendidikan agama itulah oleh Madrasah kemudian ditetapkan untuk rutin dilaksanakan. Hal ini diungkapkan Latuconsina saat membuka Pesantren Ramadhan yang digelar Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Ambon, Selasa, 22 Mei.

Dikatakan, saat ini Pesantren Ramadhan telah menjadi kegitan rutin tahunan didalam bulan Ramadhan. Kegiatan tersebut bertujuan memberikan tambahan nilai-nilai pendidikan agama kepada para peserta didik. ‘Pesantren Ramadhan merupakan wadah untuk membentuk pengalaman belajar agama meskipun yang mengikutinya adalah siswa madrasah. Paling tidak, menambah pengetahuan mereka tentang ilmu agama,”ujar Latucosina.

Menurutnya, selain membentuk karakter peserta didik, momentum Pesantren Ramadhan juga menjadi nilai tambah bagi guru Pendidikan Agama Islam (PAI). Sebab, kegiatan ini sudah ditetapkan oleh Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama RI untuk menambah jam mengajar guru. ‘Diapun memberikan apresiasi kepada MIN 1 Ambon yang secara konsisten melaksanakan Pesantren Ramadhan.”Kegiatan ini perlu dicontohi oleh madrasah lainnya. Ini harus menjadi prioritas di madrasah,”harapnya.

Kepala MIN 1 Ambon, Nasit Marasabessy mengungkapkan, MIN 1 Ambon rutin melaksanakan pesantren Ramadhan setiap momentum bulan Ramadhan. Tahun ini kegiatan akan berlangsung selama 5 hari mulai dari Selasa kemarin hingga Sabtu akhir pekan ini.”Jumlah pesertanya sebanyak 150 siswa mereka berasal dari kelas IV dan kelas V,”ungkap Marasabessy.

Selama lima hari itu kata Marasabessy siswa akan didik langsung oleh lima tenaga guru dengan memberikan muatan-muatan mulai dari shalat dhuha berjamaah, materi tentang Keislaman, tata cara shalat, wudhu, tata cara berpuasa dan akhir dari kegiatan dilaksanakan shlat dzuhur berjamaah. Dia berharap melalui momentum pesantren Ramadhan siswa dapat dibina terutama nilai-nilai keislamannya sehingga dapat menjadi modal bagi mereka untuk menempu hidup diluar madrasah.’Temah yang kita usung adalah “Membentuk Generasi Islami”. Nah, semoga dengan kegiatan ini nilai-nilai keislaman dapat terpatri dijiwa dan raga anak agar ada perubahan sikap dan karakter sebagaimana yang diharapkan keluarga besar MIN 1 Ambon,”harap Marasabessy.

Ditambahkan, puncak atau akhir dari Pesantren Ramadhan Sabtu pekan ini nantinya dirangkaikan dengan Buka Puasa bersama yang melibatkan seluruh siswa MIN 1 Ambon, dewan guru serta jajaran Kantor Kemenag Kota Ambon. (CIK)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top