HUKRIM

Modus Ajak Pacaran, Rafli Didakwa Cabuli Anak Tetangganya

Ilustrasi

TERDAKWA Rafli Richard Van Harling alias Rafly (28) didakwa Jaksa Penuntut Umum (JPU) telah melakukan tindak pidana perbuatan cabul terhadap anak dibawah umur, yang adalah anak tetangganya sendiri sebanyak dua kali. 

Yakni pada September 2017 sekitar pukul 20.00 Wit, dan disamping rumah anak korban serta di dalam kamar rumah terdakwa di kawasan BTN Waitatiri, Desa Suli, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng), Rabu, 8 Agustus 2018, sekitar pukul 20.30 Wit.

“Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 82 ayat (1) UU RI No.17 tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU RI No.1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI No.23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi UU Jo Pasal 64 KUHP (dakwaan kesatu). Dan diancam pidana dalam Pasal 290 ke-2 KUHP Jo Pasal 64 KUHP (dakwaan kedua),” ucap JPU Sitti, saat membacakan dakwaanya di Pengadilan Negeri (PN) Ambon, Rabu, 16 Januari 2019

JPU dalam dakwaannya, pada September 2017 sekitar pukul 20.00 Wit, saat anak korban pergi ke pondok didepan lorong rumahnya untuk berbelanja, lalu anak korban melihat terdakwa yang berada di seberang jalan melambaikan tangan memanggil anak korban. Lalu anak korban menghampiri terdakwa. 

Saat anak korban sudah berhadapan dengan terdakwa, saat itu terdakwa mengatakan “il, mau pacaran deng beta ka seng?”. Lalu anak korban menjawab ”ia beta mau pacaran dengan ose”. Kemudian terdakwa membawa anak korban ke rumput-rumput dan langsung mengangkat baju anak korban.

Saat itu anak korban menurunkannya namun terdakwa kembali mengangkat baju anak korban dan mencabuli anak korban. Dan saat terdakwa melihat ada orang lewat atau saksi David S. Ameriko, terdakwa langsung menghentikan perbuatan cabulnya, dan langsung menyuruh anak korban untuk pulang.

Perbuatan terdakwa yang berikutnya terjadi pada Rabu, 8 Agustus 2018 sekitar pukul 20.30 Wit. Saat itu anak korban sedang duduk di depan teras, kemudian anak korban mendengar terdakwa memanggil anak korban dengan suitan “Suit…Suit…”. Kemudian anak korban langsung melihat ke arah terdakwa dan terdakwa melambaikan tangan kepada anak korban.

Anak korban langsung menghampiri terdakwa ke rumah terdakwa. Kemudian anak korban dan terdakwa langsung masuk ke dalam rumah lalu masuk ke dalam kamar terdakwa. Dan saat sudah berada didalam kamar, saat itu terdakw langsung menyandarkan tubuh anak korban ke dinding, kemudian terdakwa langsung mencabuli anak korban.

Karena saat itu ada teman terdakwa yang memanggil terdakwa, sehingga terdakwa langsung menghentikan perbuatannya, dan terdakwa menyuruh anak korban untuk pulang dan keluar melalui pintu dapur rumah milik terdakwa.

Usai mendengar pembacaan dakwaan oleh JPU, majelis hakim yang diketuai R.A. Didi Ismiatun kemudian menunda persidangan hingga Rabu pekan depan, dengan agenda mendengarkan keterangan saksi-saksi. (RIO)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top