HUKRIM

Mortir Di Jalan Baru Ambon Sisa Perang Dunia

Mortir yang ditemukan di kawasan jalan baru ambon

BENDA yang diduga sebagai mortir ketika ditemukan di Jalan Dr. Sutomo, tepatnya Kawasan Jalan Baru, Kecamatan Sirimau, oleh pekerja proyek hotel milik Oni, setelah diperiksa Gegana Polda Maluku di Markas Brimob, Tantui, ternyata  mortir  lama, sisa perang dunia.

“Itu mortir lama, sisa perang dunia. Dan sudah tidak aktif lagi,” kata Kasat Brimob Polda Maluku, Kombes Polisi Muhammad Guntur, kepada RakyatMaluku.com

Benda tersebut, lanjut dia, sementara diamankan di Mako Brimob. Pihaknya, tambah dia, sudah menguraikan mortir itu.

“Sudah diurai dan memang tak aktif lagi” jelasnya. 

Sebelumnya, sebuab benda yang diduga mortir ditemukan pekerja proyek di Jalan Dr. Sutomo, tepatnya di Kawasan Jalan Baru, Kecamatan Sirimau Kota Ambon, Senin 25 Maret 2019, sekira pukul 16.00 WIT.

Benda yang diduga sebagai mortir itu ditemukan tepat pada lokasi proyek pembangunan hotel milik Swalayan Oasis  oleh salah satu pekerja proyek yang diketahui bernama Ahmad Adnan. Ahmad Adnan, saat melakukan  penggalian di lokasi proyek.

Menurut Adnan  pada saat dirinya sedang  menggali tanah di lokasi proyek menggunakan pacul,  tiba-tiba pacul  yang digunakannya untuk menggali itu mengenai benda berupa besi berwarna kuning yang sudah di penuhi tanah dan lumpur.

Awalnya dia  mengira benda tersebut adalah sebongkah emas. Karena penasaran adnan kemudian mengangkat dan membawa barang bukti tersebut ke  pos singgah pekerja untuk mencucinya, dan memastikan apa sebenarnya benda tersebut.

Pada saat dia  (Adnan) membersihkan benda itu, dia  terkejut karena benda tersebut memiliki nomor seri dan menyerupai mortir.

Karena takut, Adnan kemudian memanggil supervisornya, Nuzu Ramlan, untuk menelpon bosnya  dan  selanjutnya melaporkan pemuan benda yang menyerupai bom mortir tersebut  ke Pihak Kepolisian.

Beberapa saat kemudian bom tersebut aparat kepolisian tiba di TKP dan memasang garis polisi.

Selanjutnya  Tim Siaga Den Gegana Satbrimobda Maluku  di bawah pimpinan Ipda Arthur Huralean tiba  di TKP  dan mengambil  benda tersebut, kemudian di bawah ke Mako Den Gegana untuk dilakukan penguraian mortir itu. (AAN)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top