NEWS UPDATE

MTH-PB Unggul Di Malra, Peluang Gugat Ke MK Tipis

Muhammad Taher Hanubun - Petrus Beruatwarin (MTH-PB)

RakyatMaluku.com – PASANGAN Muhammad Taher Hanubun – Petrus Beruatwarin (MTH-PB) dipastikan terpilih sebagai Calon Bupati dan Wakil Bupati Maluku Tenggara 2018-2023. Pasangan MTH-PB unggul dengan 24.353 suara atau 43,27 persen berdasarkan hasil hitung cepat C1 KWK KPU dalam situs hitung cepat (SITUNG).

Sementara dua rival politiknya yakni, Anggelius Renjaan – Hamzah Rahayaan (AMANAH) memperoleh dukungan suara sebanyak 13.367 suara atau 23,57 persen, Esebius Utha Safsafubun dan Abdurrahman Matdoan (UTAMA) 18.660 suara atau 33,16 persen dari total data yang masuk sebanyak 77 persen.

Menanggapi perolehan suara yang mulai dire­kap dengan sistem perhitungan (SITUNG) KPU tersebut, Direktur Indonesia Research and Strategy, Djali Gafur menilai, bagi kedua pasangan lain sulit mengikuti, apalagi dengan pebedaan yang cukup signifikan.

“Berdasar pada kalkulasi KPUD yang sudah 77 persen data masuk maka sudah bisa dipastikan MTH-PB menang di Malra. Ada selisih 10 persen de­ngan peringkat kedua dan 77 persen data sudah menunjukan trand yang konstan,” kata Djali,kemarin.

Kalau pun terjadi perubahan grafis naik turun suara, tetapi tentunya sulit merubah hasil dengan kondisi data yang sudah berada pada 77 persen, apalagi jarak dengan peringkat kedua terlampau jauh.

“Selain itu, bila ada pihak yang merasa belum puas tidak bisa melakukan gugatan hukum di MK. Karena tidak memenuhi syarat permulaan admi­nistratif yang ditetapkan KPU. Karena gugatan hanya bisa terjadi bila ada selisih 2.5 persen. Sementara saat ini sudah 10 persen,” ungkapnya.

Djali mengaku pihaknya memberi apresiasi pada segenap warga Maluku Tenggara (Malra) yang telah berpartisipasi dalam perhelatan Pilbub yang berjalan tertib dan jurdil.

“Dengan demikian alangkah baik bila pasangan UTHAMA dan AMANAH memberi apresiasi dan pernyataan selamat pada pasangan MTH-PB. Sebagai sebuah langkah positif dan kedewasaan kita semua dalam berdemokrasi,”paparnya.

Selain memberikan apresiasi, Djali juga men­yatakan jika dengan kualitas demokrasi seperti ini, menunjukkan indeks dan kualitas demokrasi di Maluku sudah sangat baik. Pasalnya, apapun hasil dari sebuah keputusan demokrasi, masyarakat te­tap menjunjung segala bentuk perbedaan.

“Saya menilai, kualitas demokrasi di Maluku semakin baik. Masyarakat semakin menunjukkan betapa mereka sangat menjunjung tinggi perbe­daan politik, dan konsekuensi logisnya adalah menerima mandate rakyat lima tahunan tersebut. Ini adalah bukti bahwa kedewasaan masyarakat dalam berpolitik sangat baik, dan tidak mudah terprovokasi dengan berbagai issu negative yang bisa menjurus padaa instabilitas,”ucapnya. (ASI)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top