HUKRIM

Perkara Muliyono Sudrik Diserahkan Ke Kejari Ambon

Ilustrasi

KASUS  tabrakan maut di jalan Jenderal Sudirman Ambon dengan tersangka anggota DPRD Kota Ambon, Muliyono Sudrik, akhirnya diserahkan ke jakasa penuntut umum Kejaksaan Negeri (Kejari) Ambon,  setelah berkas anggota DPRD Kota Ambon dinyatakan lengkap. 

Penyerahan berkas perkara  politisi Hati Nurani Rakyat (Hanura) ini,  maka kasusnya menjadi kewenangan jaksa yang menanganinya hingga disidangkan.

“Kita sudah tahap II kasus laka lantas pada hari Rabu, 23 Januari 2019,” ungkap Kasat Lantas Ipda Fiat Ari Suhada, kepada Rakyat Maluku, Kamis, 24 Januari 2019.

Menurutnya, mestinya tersangka dan barang bukti diserahkan pada Selasa, 22 Januari 2019, tapi ditunda lantaran jaksa yang menangani kasus ini berhalangan. 

“Harusnya (tahap II) Selasa, 22 Januari 2019, tapi jaksa sibuk sehingga Rabu baru kami serahkan,” tandasnya.

Sebelumnya, oknum anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Ambon Mulijono, diduga menabrak pengendara sepeda motor, di Jalan Jenderal Sudirman Minggu, 11 November sekitar pukul 17.00 WIT.

Akibatnya Sellvia  tewas setelah sesaat dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara, Tantui Ambon. Anggota dewan dari Partai Hanura ini, diduga baru belajar mengendarai mobil. 

Informasi dihimpun Rakyat Maluku, korban dan pengendara motor Yeheskel dari arah Hotel Sea hendak menuju Maluku City Mall. Hal yang dilakukan anggota dewan kota itu.

Tepat di ujung pembatas jalan, roda  yang dikendarai Yeheskel mau berbelok arah ke MCM, dan tiba-tiba Mulijono menabraknya dari belakang. 

Ketika itu itu juga Yeheskel dan Silva terjatuh. Yeheskel berhasil lepas dari tunggangannya tapi tidak dengan Silvia. Mobil bernomor polisi DE 1827 A itu menyeret korban sejauh 5 meter.

Yeheskel alami luka ringan sedangkan Silvia mengalami luka berat dan harus dirawat secara medis. Sayang, Tuhan berkata lain. Korban akhirnya meninggal dunia.

Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasatlantas) Polres Pulau ambon dan Pp Lease Iptu Fiat Ari Suhada membenarkan peristiwa itu.

“Iya. Yamaha Vixion yang dikemudikan seorang laki-laki dan wanita. Membawa motor Yeheskel dan boncengan Selvia Yaklehi. Yang saat itu hendak merubah arah ke MCM. Mereka dari Hotel Sea. Saat itu dibelakang mobil yang dikendarai Mulyono.  Motor depan mobil di belakang.  Pengendara mobil menginjak gas dan menabrak motor, dan terseret beberapa meter. Pelaku ini masih belajar bawa kendaraan,” kata Fiat kepada wartawan di ruang kerjanya, Senin, 12 November. 

Mantan Kasatlantas Polres Buru ini menambahkan, usai kejadian itu, korban dilarikan ke RS Bhayangkara. Khusus pengendara hanya menyebabkan luka ringan. 

“Korban meninggal di rumah sakit. Sudah pasti benturan ya. Tapi untuk hasil itu perlu visun ya.  Jadi hasil ada di dokter yang lebih awal menanganinya,” jelasnya.

Untuk pemeriksaan anggota dewan kota, ia menjelaskan perlu izin Gubernur Maluku. Olehnya, pihaknya akan melayang surat ke Gubernur. Mulyono, tambah Iptu Fiat, masih diamankan. 

“Hari ini surat sudah kita ajukan ke kapolres nanti setelah dari kapolres baru kita kirim ke gubernur. Anggota dewan belum kita ambil keterangan,  tapi satu saksi sudah satu kita periksa.

Kita masih amankan selama 1×24 jam. Kita masih mengamankan,” tuturnya. (AAN)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top