NEWS UPDATE

Murad Ismail Pimpin PDI Perjuangan Maluku, Edwin Huwae ‘Turun Kelas’

Ketua DPP PDIP Bidang SDM dan Pembangunan, Andreas Hugo Pariera, Menyerahkan surat keputusan yang ditandatangani Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarno Putri.

PARTAI Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Maluku kembali mengukir  sejarah baru kepartaian  di Maluku.

Ketua Umum (Ketum) PDI Perjuangan, Megawati Sukarno Putri menunjuk, Irjen Pol.(Pur). Drs. Murad Ismail, yang juga adalah Gubernur Maluku, sebagai Ketua DPD PDI Perjuangan Maluku menggantikan Edwin Huwae yang harus ‘turun kelas’ di posisi Sekretaris. Sedangkan untul posisi Bendahara dijabat politisi senior PDI Perjuangan Maluku Lucky Wattimury.

Ketua DPP PDI Perjuangan, Bidang Sumber Daya Manusia dan Pembangunan, Andrias Hugo Pariera, diutus untuk membacakan Surat Keputusan Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarno Putri dalam acara yang berlangsung di salah satu hotel di Kota Ambon, Minggu 21 Juli 2019.

Pantauan RakyatMaluku.com pembacaan surat keputusan Megawati Sukarno Putri sempat membuat sejumlah kader PDI Perjuangan Maluku kaget. Dikarenakan sebelumnya info yang beredar nama Edwin Huwae tidak masuk dalam ‘tiga besar’ pengurus DPD PDI Perjuangan Maluku. 

Sebelumnya nama Lucky Wattimury kabarnya sudah di setujui masuk dalam posisi Sekretaris sedangkan Bendahara dijabat politis muda PDI Perjuangan Benhur Watubun.

Ucapan selamat juga  telah diberikan kepada keduanya. Namun dalam politik tidak ada yang tidak mungkin. Kabarnya pada saat-saat terakhir, terjadi lobi tingkat tinggi,  sehingga Benhur harus tersingkir dan Edwin Huwae akhirnya ditetapkan sebagai sekretaris dan Lucky Wattimury yang sebelumnya menjabat Sekretaris digeser sebagai bendahara.

Ketua DPP PDIP Bidang SDM dan Pembangunan, Andreas Hugo Pariera, kepada RakyatMaluku.com mengatakan, tiga nama sebagai Ketua, Sekretaris dan Bendahara tersebut diputuskan berdasarkan pertimbangan DPP PDIP terhadap berbagai potensi yang ada di Provinsi Maluku. Ketiga nama itu dinilai merupakan kader potensial.

“Mereka bertiga adalah kader potensial, dimana Pak Murad adalah kader yang ada ditingkat eksekutif maupun Edwin dan Lucky adalah kader di legislatif, sehingga mereka merupakan komposisi yang lengkap,” tandas Andreas. (SAH)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top