NEWS UPDATE

Murad Masih Tunggu Titah Megawati

DIJADWALKAN, Senin 1 Juli 2019, Konfrensi Daerah Pimpinan Daerah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (Konferda DPD PDIP) Provinsi Maluku, akan digelar.

Ketua DPD PDI Perjuangan Maluku Edwin Huwae, mengatakan PDIP Maluku saat ini mempercepat pelaksanaan konferensi daerah (Konferda), hingga kongres untuk menyesuaikan program partai sebelum pelantikan Jokowi-Ma’ruf sebagai Presiden dan Wapres RI pada Oktober 2019.

“Konfercab dan Konferda itu guna mempersiapkan program partai lima tahun ke depan, kemudian konsolidasi yang dipercepat ini guna melakukan penyesuaian program dengan kepemimpinan pak Jokowi,” kata Ketua DPD PDI Perjuangan Maluku Edwin Huwae, Jumat 28 Juni 2019.

Karena setelah ditetapkan Mahkamah Konsitusi yang menolak gugatan Paslon Nomor Urut 02, maka dijadwalkan Oktober 2019 sudah ada pelantikan sehingga selaku partai pengusung sudah harus siap untuk mendukung berbagai program pemerintah pusat maupun daerah.

Maka konsolidasi partai dipercepat, apalagi bulan Agustus tahun ini sudah dilangsungkan Kongres PDIP sehingga program partai dari tingkat cabang sampai pusat sebelum Oktober 2019 itu sudah harus siap.

Ada  lima calon yang digadang-gadang menjadi kandidat kuat menjadi ketua DPD Maluku, sesuai usulan ke DPP, yakni Ketua DPD PDIP Maluku  saat ini Edwin Huwae, Wakil Gubernur Maluku Barnabas Orno, Bupati Buru SelatanTagop Soulissa, anggota DPRD Maluku Lucky Wattimury dan Gubernur Maluku Murad Ismail. Nama Murad Ismail santet disebut menjadi salah satu calon kuat.

Saat hal ini dikonfirmasi, Murad Ismail mengungkapkan sampai saat ini belum ada mandat yang diberikan kepadanya untuk memimpin PDIP di Maluku.

“Sampai saat ini belum ada mandat dari Ibu Megawati Soekarno Putri,” ujar Murad, yang dikonfirmasi usai pesta rakyat orang Basudara di Lapangan Merdeka Ambon, Jumat 28 Juni 2019.

Sebelumnya Mantan Dankor Brimob Mabes Polri ini mengaku dalam benaknya tidak terpikirkan untuk menjadi pimpinan partai manapun di Maluku, termasuk PDIP.

Sebab dirinya baru menjabat sebagai Gubernur Maluku lima tahun kedepan dan tentunya butuh perhatian dan fokus ekstra khusus di 100 hari kerja pertama guna mengimplementasikan visi misi.

Kendati demikian, kata  Kurad, jika nanti pada akhirnya ada penugasan langsung dari atas, misalnya Ketuan Umum PDIP Megawati Soekarno Putri memintanya untuk menjadi nahkoda PDIP di Maluku, Murad mengaku siap dan patuh menjalankan selayaknya prajurit mentaati perintah atasan. 

“Kalau mencalonkan diri dan dicalonkan saya tidak ada niat, tidak bersedia. Namun kalau akhirnya diperintahkan, ditugaskan dari atas, tentu saya siap dan bersedia. Silahkan terjemahkan sendiri artinya. Sebab itu perintah dan tugas, dan sebagai prajurit kita harus patuh,” tandas Murad. 

Hal senada juga disampaikan Ketua DPD PDIP Maluku saat ini Edwin Huwae yang mengaku juga menunggu putusan Ketua Umum PDIP Megawati Sukarno Putri.

“Kalau figur PDIP yang maju sebagai calon ketua DPD tergantung Ibu Megawati Soekarnoputri, dan saya ini hanya prajurit partai kalau disuruh tiarap ya tiarap dan kalau disuruh lanjut ya lanjut,” tandas Edwin. (YAS)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top