HUKRIM

On The Spot Proyek Terminal Transit Passo, Jaksa Klarifikasi Hasil Pemeriksaan Saksi

RakyatMaluku.com – TIM Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku akan kembali melakukan pemeriksaan fisik proyek pembangunan Terminal Transit Tipe B di Desa Passo, Kecamatan Baguala, Kota Ambon, tahun anggaran 2008 – 2009 sebesar Rp 26 milliar bersumber dari APBD Kota Ambon.

Menurut Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Maluku, Samy Sapulette, pemeriksaan fisik atau On The Spot itu akan dilakukan bersama ahli dan saksi-saksi yang sebelumnya telah diperiksa untuk mengklarifikasi hasil pemeriksaan ditahap penyidikan untuk tiga tersangka.

Tiga tersangka itu, Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) Angganoto Ura yang saat ini menjabat Asisten I Sekertaris Kota Ambon, Jhon Lucky Metubun selaku konsultan pengawas dan Amir Gaus Latuconsina selaku rekanan pelaksana yang menggunakan bendera PT. Reminal Utama Sakti.

“Jaksa Penyidik telah agendakan untuk melakukan On The Spot bersama ahli dan saksi-saksi guna mengklarifikasi hasil pemeriksaan saksi yang tertuang dalam berita acara pemeriksaan (BAP),” ucap Samy, saat dikonfirmasi wartawan di ruang kerjanya, Selasa kemarin.

Ditanya terkait total kerugian keuangan negara yang diakibatkan ketiga tersangka dalam proyek yang dianggarkan sebesar Rp 26 milliar bersumber dari APBD Kota Ambon itu, Samy mengaku, masih menunggu hasil audit dari BPK RI Pusat.

“Belum ada. Jadi, sambil Jaksa melakukan On The Spot, juga sekalian menunggu hasil audit dari BPK untuk selanjutnya dilampirkan kedalam berkas perkara. Intinya kita terus berkoordinasi dengan BPK agar proses auditnya segera selesai,” tandasnya.

Dijelaskan, proyek yang dikerjakan PT. Reminal Utama Sakti secara langsung diaudit oleh BPK RI Pusat lantaran kerugian keuangan negaranya diduga melebihi Rp 1 milyar.

“Sesuai SOP BPK itu sendiri, jika kerugian keuangan negara suatu proyek diatas Rp 1 milyar, maka harus di audit oleh BPK RI Pusat. Dan jika dibawah Rp 1 milyar, cukup diaudit oleh BPK RI di daerah saja,” jelas Samy. (RIO)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top