NEWS UPDATE

PAC PDIP Se-Kota Ambon Tolak Keputusan Megawati

Pelaksanaan Konferda PDIP Maluku di gedung Baileo Siwalima Karang Panjang, Senin 1 Juli 2019.

SEJUMLAH  pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan  (PDIP) Kota Ambon dan Pimpinan Anak Cabang (PAC) se-Kota Ambon menolak Gerald Mailoa sebagai Ketua DPC PDIP Kota Ambon.

Arena Konfrensi Cabang (Konfercab) PDIP di Baileo Siwalima Kota Ambon, Senin 1 Juli 2019, diwarnai dengan aksi protes sejumlah kader partai PDIP  Kota Ambon yang melakukan penolakan atas ditetapkannya Gerald Mailoa sebagai Ketua DPC PDIP Kota Ambon.

Mereka menilai, ketua DPC yang baru ditetapkan (Gerald Mailoa) tidak punya loyalitas terhadap partai. Selama menjabat sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Ambon, Gerald Mailoa tidak pernah berkontribusi kepada partai, sehingga mereka melakukan protes dan menolak keputusan Ketua Umum DPP PDIP  Megawati Soekarno Putri.

“Kami pengurus DPC PDIP Kota Ambon tidak terima jika Gerald Mailoa ditetapkan sebagai ketua DPC PDIP Kota Ambon periode 2019-2024. Kami menentang keputusan ibu Megawati. Kami tidak terima putusan itu,” tegas Wakil Ketua Bidang Pariwisata Ekonomi Kreatif DPC PDIP Ambon, Lenda Mailoa, kepada wartawan di Baileo Siwalima Ambon, Senin 1 Juni 2019.

Menurutnya, nama-nama yang diusulkan untuk ditetapkan menjadi ketua DPC berawal dari PAC, kemudian ditindaklanjuti oleh DPC ke DPD dan selanjutnya ke DPP untuk kemudian diputuskan.

Untuk Kota Ambon sendiri, nama Gerald Mailoa tidak masuk daftar usulan sebagai ketua DPC PDIP Kota Ambon. Anehnya, saat dibacakan surat sakti dari Ketum PDIP Megawati Soekarno Putri, nama Gerald Mailoa yang muncul sebagai ketua DPC PDIP Kota Ambon.

“Kalau prosesnya seperti itu, lalu untuk apa lagi DPC usulkan nama. Kan bisa saja ditunjuk langsung. Sekarang, nama yang diusulkan lain tapi malah yang dibacakan lain,” tandasnya.

Pihaknya menuding, Ketua DPD PDIP Maluku Edwin Adrian Huwae adalah dalang dari penetapan Gerald sebagai Ketua DPC. Edwin disebut sebagai aktor yang melakukan kosnpirasi politik sehingga Gerald ditetapkan sebagai ketua DPC PDIP Kota Ambon.

“Ada mosi tidak percaya dari kita. Karena memang pak Mailoa itu punya kedekatan dengan Pak Edwin. Bisa saja pak Edwin lindungi pak Mailoa untuk rebut ketua DPC,” tandas Lenda.

DITETAPKAN

Sementara itu  11 pimpinan  cabang Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Maluku yang disertai dengan Sekretaris dan bendahara cabang ditetapkan dalam Konfrensi Cabang PDIP yang digelar di Baileo Siwalima Ambon, Senin 1 Juli 2019.

Ketua DPP PDI Perjuangan Andreas Hago Pariera mengatakan, nama-nama yang akan memimpin partai ditingkat cabang itu sebelumnya telah dikantongi oleh DPP. Nama-nama dimasukkan pada rapat kerja nasional (Rakernas) ke IV yang diselenggarakan pada Rabu 19 Juni 2019 lalu. 

Dalam rakernas tersebut, PDIP telah melakukan evaluasi, baik secara kuantitatif maupun kualitatif.

“Hasil evaluasi tersebut yang kemudian disampaikan kepada ketua umum untuk menetapkan siapa yang harus memimpin partai di tingkat cabang maupun daerah,” kata Andreas kepada wartawan di Ambon, Senin 1 Juni 2019.

Rakernas yang digelar kemarin merupakan momentum evaluasi pelaksanaan pemilu serentak 2019 hingga persiapan menuju gelaran Kongres V yang akan digelar pada Agustus 2019 mendatang. 

Dalam forum Rakernas IV juga telah disampaikan laporan evaluasi dari pengurus daerah PDI Perjuangan seluruh Indonesia dan badan-badan partai setelah Pemilu 2019 usai.

“Keputusan siapa yang bakal menjadi ketua DPC dan DPD itu yang akan dibacakan dalam forum Konfercab dan konferda nanti. Sudah ada surat sakti dari DPP PDIP yang ditandatangani Ibu Ketua Umum Megawati, dan akan dibacakan nanti,” jelasnya.

Pantauan Rakyat Maluku, surat keputusan (SK) yang ditandatangani oleh ketua umum Megawati Soekarno Putri itu dibacakan per masing-masing kabupaten/kota. 

Dimana untuk DPC PDIP Kota Ambon, dipimpin oleh Gerald Mailoa (Ketua), Wenly Thenu sekretaris dan Ira Nikijuluw sebagai Bendahara. 

Untuk DPC Kabupaten Buru dipimpi oleh Arifin Latbual (Ketua), La Husni Buton (Sekretaris) dan Estevanus Wamesse sebagai Bendahara.

Ketua DPC PDIP Kabupaten Bursel dijabat Ahmad Umasangadji, Sekretaris Anselani Seleky dan Bendahara Jhon Hukunala. DPC Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) Andreas Taborat (ketua), Gidon Kelmanutu (sekretaris) dan Frengky Liembers (bendahara). 

DPC Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) Chau Petrus (ketua), Pieter Lakburlawal (sekretaris), Remon Amtu (bendahara). 

DPC Kabupaten Kepulauan Aru Fenny Loy (Ketua) Skifo Karelauw (Sekretaris) dan Anton (Bendahara). DPC Kabupaten Maluku Tengah (Malteng), diketuai oleh Zeth Latukarlutu, Sekretaris Salim Awaan dan Bendahara Jun Talla. DPC Kabupaten SBT diketuai Arobi Kelian, sekretarisnAbdul Azis Yanlua sekretaris dan Abdul Azis Keliandan sebagai Bendahara. DPC Kabupaten SBB diketuai Zeth Maryate, sekretaris Firdaus Usuali dan bendahara La Nyong. 

Sedangkan, DPC PDIP Kabupaten Malra diketuai Stevanus Layanan, Levinus Arensmith Warbal sebagai Sekretaris dan Bendahara Muhammad Rengur. Sementara untuk DPC Kota Tual diketuai Hamzah Ohuwer, Sekretaris Alexander Betaubun dan Bendahara Fitria Kurnia Notanubun.

“Konfercab dan Konferda, PDIP  itu dilaksanakan sebagai bentuk konsolidasi ideologi, politik, organisasi, sumber daya, serta konsolidasi kader dan program kerja,” tandas Andreas. (SAH)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top