HUKRIM

Pakai Sabu, Markenot Pentury Divonis 2 Tahun Penjara

RakyatMaluku – PENGADILAN Negeri (PN) Ambon menjatuhkan hukuman pidana penjara kepada terdakwa Markenot Pentury, Warga Wainitu, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, selama dua tahun. Sebab, perbuatan terdakwa terbukti bersalah menyalahgunakan Narkotika jenis sabu-sabu.

“Perbuatan terdakwa Markenot Pentury terbukti melanggar Pasal 127 Ayat (1) huruf (a) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika. Menyatakan barang bukti berupa dua paket sabu-sabu ukuran kecil dibungkus plastik dirampas untuk dimusnahkan,” ucap majelis hakim yang diketuai Samsudin La Hasan, saat membacakan amar putusannya, di PN Ambon, Kamis, 17 Mei 2018.

Terhadap putusan itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Ambon Inggrid Louhenapessy dan terdakwa melalui Penasehat Hukuamnya, Thomas Wattimury, sama-sama menyatakan menerima putusan majelis hakim. Sehingga ketua majelis hakim menyatakan perkaranya telah berkekuatan hukum tetap (inkrach).

Hukuman yang dijatuhi majelis hakim itu lebih ringan dari tuntutan JPU, yang sebelumnya meminta majelis hakim yang mengadili perkara ini agar menjatuhkan hukuman pidana penjara terhadap terdakwa Markenot Pentury selama tiga tahun penjara.

JPU dalam dakwaanya menjelaskan, bedasarkan informasi dari informan, Sat Resnarkoba Polres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease berhasil meringkus terdakwa Markenot Pentury di belakang Gereja Hati Kudus Yesus, Jalan Siwabessy, Kelurahan Wainitu, pada November 2017.

Terdakwa Markenot Pentury memesan barang haram tersebut dari temannya Frans Tesken (berkas terpisah) sebanyak dua paket sabu-sabu. Setelah melakukan transaksi sabu-sabu, terdakwa kemudian pergi. Tanpa disadari, terdakwa sejak awal telah dibuntuti petugas Sat Resnarkoba Polres Ambon.

Tepat di belakang Gereja Hati Kudus Yesus, Jalan Siwabessy, Kelurahan Wainitu, petugas langsung mengamankan terdakwa. Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan barang bukti sebanyak dua paket sabu-sabu. Kepada petugas, terdakwa mengaku hanya sebagai pemakai, dan membeli barang haram itu dari Frans Tesken.
Menindaklanjuti keterangan terdakwa, petugas langsung melakukan penangkapan terhadap Frans Tesken. Kepada petugas, Tesken mengaku mendapatkan barang haram tersebut dari Franky Berhitu (berkas terpisah), warga Talake, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon.

Tidak menunggu lama, petugas bersama saksi Tesken kemudian melakukan penangkapan terhadap Franky Berhitu di kediamannya di Talake pada Kamis, 9 November 2017, sekitar pukul 11.00 Wit.Dari hasil penangkapan itu, petugas berhasil menyita barang bukti sebanyak 305 paket ganja kering yang siap untuk di edarkan. Kepada petugas, Franky Berhitu mengaku barang haram itu didapat dari seseorang bernama Guru yang beralamat di Papua (Jayapura), kini berstatus DPO. (RIO)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top