NEWS UPDATE

PAN Maluku Tetap Mendukung Prabowo – Sandi, Yang Mbalelo Akan Dipecat

Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan dan Capres Prabowo Subianto

DEWAN  Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional ( PAN) Maluku akhirnya bereaksi  terkait adanya kader PAN yang telah mendeklarasikan dukungan kepada pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin.

Melalui Wakil Ketua PAN Maluku, Isra Prasetya Idris, menegaskan, PAN Maluku tidak pernah mengalihkan dukungan kepada capres nomor urut  01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin. Karena PAN secara nasional telah resmi mendukung capres – cawapres 02 Prabowo Subianto – Sandiaga Uno. 

“Jadi kalau ada kader dalam hal ini Sekretaris DPW PAN Maluku, Peter Tatipikalawan, mendukung capres lain itu atas nama pribadi bukan atas nama DPW PAN Maluku,” ujar Isra, kepada Rakyat Maluku, Jumat 29 Maret 2019.

Menurutnya DPW PAN Maluku tidak pernah sekalipun membahas perihal pengalihan dukungan capres – cawapres dari 02 ke 01. Karena sejak awal secara nasional memang telah menyatakan mendukung capres – cawapres Prabowo – Sandi.

“Ini keputusannya secara nasional dan diikuti seluruh DPW PAN di Indonesia termasuk Maluku. Kalau ada yang kemudian mengalihkan dukungan silahkan secara pribadi disampaikan, jangan bawa-bawa nama DPD PAN Maluku,” tandasnya.

Isra yang saat ini berada di Pulau Banda dan sedang mensosialisasikan diri sebagai caleg DPRD Maluku dari Dapil Maluku Temgah  mengaku sempat kaget saat diberitahu perihal adanya peralihan dukungan capres-cawapres yang disampaikan Sekretaris DPW PAN Maluku, Peter Tatipikalawan.

“Saya kemudian menyampaikan hal ini kepada  Ketua DPW PAN Maluku Abas Hanubun yang telah menyampaikan teguran  keras kepada Sekretaris DPW PAN Maluku yang ikut dalam kegiatan deklarasi tersebut. Karena langkah yang dilakukan  Sekretaris DPW PAN bersama sejumlah kader PAN tersebut telah melanggar kode etik partai,” tegas Isra. 

“Ketua DPW meminta saya untuk memberikan klarifikasi soal masalah ini karena beliau tidak berada di Ambon, dan saya mau katakan bahwa Ketua DPW  PAN Maluku sudah menegur keras yang bersangkutan, dan kami akan menyelesaikan masalah ini sesuai aturan organisasi. Dia (sekretaris) akan diberi sanksi tegas dan bisa sampai pemecatan,” sambungnya.

Soal alasan deklarasi yang dilakukan itu untuk menyelamatkan PAN di Maluku, Isra mengaku bahwa PAN Maluku sejauh ini baik-baik saja. Bahkan saat ini  semua kader dan caleg sedang fokus di dapilnya masing-masing untuk menghadapi pileg dan pilpres.

“Pastinya DPW PAN Maluku bersama seluruh kader, para caleg dan simpatisan tetap solid untuk memenangkan pasangan nomor urut 02 Prabowo-Sandi sebagaimana keputusan DPP PAN,” tegas Isra.

Sebagaimana yang diberitakan media inijelang Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden RI pada 17 April 2019 mendatang, sejumlah kader, calon anggota legislatif (Caleg) dan fungsionaris Partai Amanat Nasional (PAN) Provinsi Maluku alihkan dukungan ke pasangan nomor urut 1 (satu) Joko Widodo – Ma’ruf Amin.

Pengalihan dukungan dari pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto – Sandiaga Uno ke pasangan Jokowi Ma’ruf itu disampaikan dalam deklarasi secara resmi di Ambon, Kamis 28 Maret 2019. 

Sekretaris Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PAN Maluku, Pieter Tatipikalawan mengatakan, pengalihan dukungan dari Prabowo-Sandi ke Jokowi-Ma’ruf itu karena setiap rapat koordinasi pemenangan Prabowo-Sandi, DPW PAN Maluku tidak pernah dilibatkan.

Keputusan yang diambil oleh pihaknya dalam mendukung pasangan Jokowi-Ma’ruf tentu beralasan. Menurutnya bahwa keputusan tersebut diambil hanya demi menyelamatkan PAN di Maluku.

“Dukungan para kader dan caleg PAN di Maluku hanya untuk kepentingan partai, kami ingin PAN di Maluku itu hidup dan berkembang,” kata Pieter.

Dia menjelaskan, hasil Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Pertama di Bandung dan dilanjutkan dengan Rakernas di Jakarta tahun 2018 lalu, seluruh DPW dan kader PAN mendukung Ketua Umum, Zulkifli Hasan sebagai calon presiden dan memberikan kewenangan kepada ketua umum untuk menentukan calon wakil presidennya.

Dia menganggap apa yang menjadi keputusan itu tentu tidak melanggar hasil Rakernas, Sehingga beda kalau ketua umum yang menjadi cawapres, lalu tidak didukung, maka itu pelanggaran, maka itu kesalahan besar bagi pihaknya.

Tapi, setelah PAN memberikan rekomendasi politik kepada Prabowo – Sandiaga, PAN Maluku seolah tidak dihitung dalam kerja-kerja politik memenangkan pasangan yang diusung oleh DPP PAN. 

“Pasca PAN memberikan rekomendasi politik kepada pasangan Prabowo-Sandi, PAN Maluku dikesampingkan, dan tidak pernah dilibatkan dalam rapat koordinasi pemenangan Prabowo-Sandi,” terangnya.

Hal ini tampak sekali, mereka merasa PAN tidak dilibatkan dalam rapat koordinasi pemenangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut dua lantaran PAN di Maluku hanya memperoleh satu kursi di DPRD Maluku, sehingga mungkin terlalu kecil dan tidak berpengaruh bagi koalisi.

Selain itu, juga menyangkut dengan kepentingan partai kedepan di Maluku. Sehingga semua kader dan simpatisan PAN kembali melawan rekomendasi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PAN dengan mengalihkan dukungan kepada pasangan nomor satu.

“Kalau kita dukung Prabowo, itu kepentingannya partai Gerindra yang besar. Jadi ini kepentingan partai kedepan. Saya siap dengan apa pun sanksi yang akan diberikan,” tegasnya. (R1/RM)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top