AMBONESIA

Paparkan Kesiapan Pengamanan Pilgub Di MTB

– Kapolres Pertanyakan 1.800 Pemilih Pemula

RakyatMaluku.com – LIMA hari lagi, rakyat di Provinsi Maluku akan menyalurkan hak pilihnya guna memilih Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku yanf akan memimpin daerah ini lima tahun kedepan. Untuk itu, segala persiapan terus dilakukan, termasuk masalah pengamanan jelang hingga pasca Pilgub.

Begitu juga kesiapan di Bumi Duan Lolat. Dalam rapat koordinasi di jajaran Polres Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB) bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab), Komisi Pemilihan Umum (KPU), Panitia Pengawas Pemilu (Panwas), unsur TNI (Kodim 1507, Lanal, Sat Radar 245, Yonif 734/SNS Saumlaki).

Kapolres MTB AKBP Raymundus Andhi Hedianto, lebih menyoroti tentang penambahan Daftar Pemilih (DP) Tambahan yang berdasarkan surat KPU ke Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) sebanyak 1.800 jiwa yang bersumber dari pemilih pemula atau anak-anak sekolah. Sebab menurut dia, data tersebut belumlah valid alias masih mengambang. Untuk itu dirinya meminta pihak Capil untuk menyerahkan data pemilih pemula tersebut, bahkan termasuk dimana mereka bersekolah.

Kapolres Raymondus juga menyoroti tentang Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang terdapat pendobolan nama pemilih pada satu TPS. Bahkan pendobolan nama ini bisa sampai lima kali. “Mari kita ciptakan pilkada yang transparan, aman dan tertib, “ ajaknya.

Menanggpi hal itu, Wakil Bupati MTB Agustinus Utuwally, yang turut hadir dalam rapat tersebut, memastikan bahwa apa yang menjadi tanggungjawab Pemkab MTB dalam pilkada ini akan dipenuhi. Sementara berkaitan dengan permintaan data 1.800 pemilih pemula, pihak Pemkab MTB dalam hal ini Disdukcapil, tidak bisa menyerahkan data tersebut secara langsung kepada pihak Polres. Mengingat hal itu adalah kewenangan KPU. “KPU yang harus serahkan. Capil sudah siapkan Suketnya. Intinya datanya ada. Tetapi kami tidak bisa serahkan itu langsung ke Polres,” jelas dia.

Ada yang menarik dalam pemaparan Kapolres MTB tentang Operasi Mantap Praja Siwalima dan Pengamanan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur tahun 2018. Dimana dari floating BKO dari Polda Maluku (Brimob dan Gabungan Staf Polda, serta bantuan Personil dari TNI AD, AL dan AU. Dengan rincian Staf Polda Maluku sebanyak 30 personil, Satuan Brimob 40 personil, Yonif 734/SNS Saumlaki 20 personil, Kodim 1507 Saumlaki 186 personil, Lanal Saumlaki 10 personil, Sat Radar 245 Saumlaki 10 personil.

Semua perkuatan pasukan ini telah disebar di 10 kecamatan yang ada di MTB. Dan dari jumlah kecamatan yang ada, lima wilayah dianggap rawan yakni Kecamatan Molo Maru (lima desa susah transportasi dan komunikasi), Kecamatan Yaru, Kecamatan Wuarlabobar (11 desa susah komunikasi), Kecamatan Werkamtian (malam hari tidak ada sinyal), serta Kecamatan Selaru.

Menariknya, 30 gabungan staf Polda Maluku yang diterjunkan ke Bumi Duan Lolat ini, 10 Staf di tempatkan pada Kecamatan Tanimbar Utara, lima staf di Kecamatan Nirunmas. Sementara 15 staf sisanya tanpa keterangan ditempatkan pada kecamatan lainnya. Berbeda dengan Satuan Brimob BKO maupun personil dari unsur lainnya yang tersebar habis. Sedankan untuk perkuatan dari Kodim sudah ditempatkan pada masing-masing TPS yang ada di MTB yang berdampingan dengan personil lainnya. Sementara untuk personil dari 734, Sat Radar, Lanal ditempatkan pada Polres MTB. (YAS)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top