NEWS UPDATE

Papilaja : Saya Hanya Ingin Pak Murad Dan Pak Orno Sukses

M.J. Papilaja

TULISAN MJ Papilaja beberapa waktu lalu yang dimuat media ini mendapat respons beragam dari publik, ada yang setuju dan ada juga yang tidak sependapat. Dan Papilaja diserang oleh mereka yang tidak sejalan atau sependapat dengan tulisan tersebut. Redaksi RakyatMaluku.com menerima berbagai pertanyaan dari publik tentang tulisan tersebut. Karena itu, redaksi RakyatMaluku.com menghubungi Papilaja untuk meminta tanggapan terhadap berbagai reaksi publik tersebut. Berikut ini disajikan wawancara tertulis kami dengan Papilaja.

Rakyat Maluku (RM) : Pak Jopie, tulisan anda beberapa waktu lalu dengan judul “Maluku Masih Urutan 4 Termiskin, Tidak Bisa diatasi dengan Gaya Kepemimpinan Komandan..!!!” mendapat perhatian publik, bahkan ada yang bereaksi menanggapinya dengan barbagai cara. Bagaimana tanggapan bapak?

MJ Papilaja (MJP) : Berbeda pendapat terhadap suatu hal publik itu biasa, demikian juga respons terhadap tulisan saya itu. Yang tidak sependapat pun dapat merespons nya secara proporsional dan fair. Namanya juga pendapat, bisa saja berbeda. Normal lah..

RM : Apa maksud bapak dengan tulisan tersebut?

MJP : Maksud saya dengan tulisan tersebut intinya adalah sebagai orang yang turut berproses dengan beliau berdua, Pak Murad dan Pak Orno, pada kampanye pemilihan gubernur dan wakil gubernur yang lalu, “saya ingin Pak Murad dan Pak Orno sukses memimpin Maluku yang terpuruk ini, menjadi lebih baik”. Dan dalam visi & misi beliau berdua saat kampanye lalu, yang kebetulan saya dan beberapa teman-teman dari Unpatti, UKIM, dan IAIN, serta tokoh masyarakat menyusunnya, agar dibawah kepemimpinan beliau berdua, tingkat kemiskinan di Maluku bisa turun menjadi satu digit atau dibawah 10%, dengan berbagai skenario program komprehensif yang terdapat dalam visi dan misi beliau berdua. Tapi dengan catatan kepemimpinan beliau berdua haruslah pola kepemimpinan yang akomodatif, komunikatif, koordinatif, dan kolaboratif, seperti tertuang dalam visi dan misinya. Sebab menurunkan tingkat kemiskinan, haruslah komprehensif dan terkoordinasi serta terintegrasi pada semua tingkatan pemerintahan maupun antar instansi pada tingkatan masing-masing pemerintahan sesuai kewenangan masing-masing. Seluruh kebijakan pembangunan dari pusat. provinsi sampai ke kabupaten/kota, ujungnya adalah kesejahteraan rakyat. Jika tingkat kesejahteraan rakyat meningkat, maka tingkat kemiskinan juga turun.

RM : Tapi kenapa dicontohkan dengan reaksi pak gubernur soal pasar di Mardika, sehingga timbul kesan gaya kepemimpinan seperti yang bapak sebut itu?.

MJP : Saya setuju dan sependapat dengan reaksi beliau itu, tapi saya ingatkan saja. Sebab beliau khan besar dalam pasukan dengan gaya komando di pasukan, yang berbeda dengan di pemerintahan sipil. Katakanlah bahwa pembangunan pasar modern di Mardika akan dilaksanakan tahun 2020. Pertanyaannya apakah sudah dikoordinasikan dengan pemerintah kota Ambon?. Orang pasti bertanya, untuk sesuatu yang baik, pemerintah kota Ambon pasti setuju saja. Itu memang benar. Soalnya ialah jika pembangunan dilaksanakan, terus ratusan bahkan mungkin ribuan pedagang yang ada harus direlokasi sementara kemana?. Apakah pemerintah kota Ambon sudah siapkan lokasi sementaranya? Apakah sudah disiapkan anggaran untuk membuat lokasi pasar sementara untuk menampung para pedagang?. Akhirnya khan pemerintah kota yang harus menyelesaikan sehingga semua pedagang yang ada harus bisa tetap berjualan ditempat sementara, dan jangan sampai ada yang tidak tertampung, lalu menimbulkan masalah baru. Untuk itu, maka harus disusun anggaran untuk pembuatan pasar sementara, dan harus dibahas dengan DPRD Kota Ambon. Jangan sampai pada waktu hendak dilakukan pembongkaran pasar lama dan belum dibuat pasar sementara untuk tamping ratusan atau ribuan pedagang, lalu mendapat perlawanan dari pedagang. Inikan menimbulkan kesan yang tidak bagus, karena pembangunan pasar modern yang diinginkan oleh gubernur agak terganggu. Saya tidak ingin kebijakan gubernur mendapat tantangan. Jangan seperti yang terjadi dengan proyek Lapangan Merdeka sekarang yang ditentang oleh sebagian besar masyarakat. Saya tidak ingin kebijakan beliau tentang Pasar Mardika terjadi seperti itu, Karena itu saya ingatkan.

RM : Bapak singgung soal proyek Lapangan Merdeka, apa hubungannya?

MJP : Kita semua tahu respons sebagian besar masyarakat dengan proyek Lapangan Merdeka, karena banyak fungsi dan sejarahnya akan hilang. Dan itu yang masyarakat menentangnya khan?. Ini mungkin saja, mungkin ya kebijakan beliau ini, tidak dikaji oleh dinas terkait mengenai Rencana Detail Tata Ruang Kota Ambon dan fungsi serta sejarah Lapangan Merdeka, dan disampaikan kepada beliau, yang seharusnya mereka lakukan. Tapi mungkin ya, ini mungkin lho, mereka takut dimarahi. Saya tidak mau nanti saat pembangunan pasar modern di Mardika terjadi seperti itu. Saya harapkan segala kebijakan beliau terkoordinasi dan terkomunikasi dengan baik sehingga semuanya berjalan mulus. Jadi, intinya saya hanya mengingatkan, karena saya ingin beliau berdua sukses mempin Maluku lima tahun ke depan.

RM : Tapi mungkin Bahasa anda kedengarannya terlalu kasar?

MJP : Kalau dianggap demikian, saya minta maaf. Tapi niat saya baik. (***)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top