AMBONESIA

Pasien Corona Meningkat, Asrama Haji Kembali Difungsikan

RAKYATMALUKU.COM – AMBON,- Sebanyak 22 orang kembali terkonfirmasi positif Covid-19, setelah dilakukan pengambilan spesimen lendir menggunakan swab, dan diperiksa dengan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) di Balai Teknik.


“22 pasien baru itu diantaranya, 20 kasus dari Kota Ambon, satu kasus dari Kabupaten Malteng, dan satu kasus dari Kabupaten SBB. Sehingga, total pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Maluku sebanyak 3.062 orang,” kata Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Provinsi Maluku Kasrul Selang, tadi malam.

Ia menjelaskan, untuk pasien sembuh maupun yang wafat, tidak terdapat penambahan. Dimana dari total 3.062 pasien terkonfirmasi itu, sebanyak 1.918 pasien telah dinyatakan sembuh dan 41 pasien telah dinyatakan wafat. Sementara pasien yang dirawat berjumlah 1.103 pasien.

Diantaranya, 980 pasien asal Kota Ambon, 55 pasien asal Kabupaten Malteng, 34 pasien asal Kabupaten Buru, delapan pasien asal Kabupaten SBB, dua pasien asal Kabupaten SBT, sembilan pasien asal Kota Tual, 10 pasien asal Kabupaten Malra, dan lima pasien asal Kabupaten Kepulauan Aru.

“Sementara untuk jumlah kasus Suspek atau Pasien Dalam Pengawasan (PDP) masih tetap berjumlah 463 pasien. Terdiri dari 461 pasien asal Kota Ambon dan dua pasien asal Kabupaten Malteng,” pungkas Kasrul.

Selain itu, meningkatnya angka penderita Covid, menyebabkan
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku akan memfungsikan Asrama Haji yang berada di Desa Waiheru, Kecamatan Baguala,
Kota Ambon, untuk merawat pasien Covid-19. Pasalnya, pasien Covid-19 di Kota Ambon terus bertambah setiap harinya.

“Paling lama Minggu depan kita sudah pakai Asrama Haji, karena pasien Covid-19 di Ambon terus bertambah. Sekarang kita lagi persiapkan dan tim juga lagi bekerja di lapangan,” kata Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Maluku Kasrul Selang, kepada wartawan di Kantor Gubernur Maluku, Senin, 5 Oktober 2020.

Dikatakan Kasrul, yang saat ini diprioritaskan oleh pemerintah daerah dalam penanganan Covid-19 adalah memperkuat fasilitas kesehatan serta memperkuat peran serta masyarakat, terutama bagi pasien Covid-19 yang berstatus orang tanpa gejala (OTG) untuk melakukan isolasi mandiri.

“Dengan PSBB saja kasus masih naik, apalagi kalau tidak PSBB. Untuk itu, kita harus memperkuat fasilitas kesehatan kita. Peran serta masyarakat juga harus diperkuat, dengan harapan pasien yang OTG dapat melakukan isolasi mandiri karena kapasitas tempat isolasi yang disediakan terbatas,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, dalam memutus mata rantai pandemi Covid-19, pemerintah akan terus melakukan 4 T, yakni tracing (menelusuri), tracking (pelacakan), testing (pengujian), dan treatment (pengobatan). Sebab, langkah tersebut bagian dari deteksi pencegahan dini.

“Yang kita swab di kantor-kantor ada sekitar 2.200 PNS, dan pasien yang dirawat ada sekitar 1.000 lebih. Dari sekian banyak ini sementara dilakukan empat T itu sebagai langkah deteksi cepat dan pencegahan dini dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” jelas Kasrul. (*)


======================
--------------------

Berita Populer

To Top