NEWS UPDATE

Paur Humas Ralat, Walikota Sesalkan

 – Soal Nama D. Louhenapessy Yang Disebut Mangkir Dari Pemeriksaan

PAUR Subbag Humas Polres Pulau Ambon dan Pp Lease, Ipda Yahya. M. Leinussa, menepis pemberitaan sejumlah media terkait penulisan kata mangkir istri Walikota Ambon dan 5 Pejabat Pemkot Ambon yang diagendakan menjalani proses pemeriksaan sebagai saksi dalam kasus dugaan tipikor SPPD fiktif Pemkot Ambon tahun 2011.

Adapun pernyataan klarifikasi Ipda Yahya itu menyebutkan bah­wa benar penyidik Polres Ambon pada 7 September 2018 men­yam­paikan surat kepada Wali­kota Ambon dengan Nomor: B/1511/IX/RES. 3.3/2018, peri­hal Permintaan Penyampaian Surat Panggilan, kepada beberapa staf/ASN Pemkot Ambon, terkait kasus dugaan korupsi yang kini sementara ditangani oleh Penyidik Polres Ambon. Surat Pengantar yang ditujukan kepada Walikota Ambon hanya dicantumkan nama-nama staf/ASN pemkot Ambon, termasuk nama isteri Walikota Ambon. Akan tetapi nama beliau hanya di singkat (D. Louhenapessy).

Penyampaian surat panggilan oleh Penyidik diantar ke Rumah Dinas Walikota Ambon di Karpan dan diterima oleh Ajudan Walikota Ambon, Bripka Aris Pelata, pada 7 September 2018 dan tanda bukti penerimaan serta bukti dokumentasi surat panggilan ada pada Penyidik yang menangani kasus tersebut.

“Dengan demikian saya selaku Paur Humas sampaikan permintaan maaf dan klarifikasi bahwa Ny. Deby Louhenapessy bukan mangkir dari panggilan penyidik. Secara pribadi saya minta maaf kepada Bapak Walikota Ambon dan terutama Ibu Walikota atas statmenyang dimuat oleh rekan-rekan wartawan di beberapa media di Kota Ambon,” jelasnya kepada wartawan, Jumat, 14 September 2018.

Sementara itu merasa terusik dengan nama sang istri tercinta dicatut namanya oleh beberapa media cetak dalam kasus dugaan korupsi Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) fiktif tahun 2011 yang sementara ini masih dalam proses pemeriksaan oleh pihak Polres Ambon dan PP. Lease, Walikota Ambon, Richard Louhenapessy angkat bicara.

Kepada pers, di ruang kerjanya, Walikota Ambon Richard Louhenapessy mengungkapkan kekesa­lannya terhadap pemberitaan yang dianggap secara sepihak karena tidak ada konfirmasi yang pasti terhadap pemberitaan yang akan disajikan, sehingga merugikan keluarganya terutama nama baik sang istri, Leberina Louhenapessy atau yang akrab disapa Debby Louhenapessy.

Walikota menjelaskan, terkait dengan pemanggilan polisi untuk pemeriksaan beberapa stafnya, surat dila­yangkan tertanggal 7 September 2018 bertepatan dengan HUT Kota Ambon. Sehingga surat itu tidak disam­paikan ke kantor walikota, namun disampaikan ke rumah dinas walikota, kawasan Karang Panjang Ambon.

Karena bertepatan dengan HUT Ambon dan esoknya ada malam hiburan rakyat dilanjutkan yang kemudian dilanjutkan pada tanggal 9 dan 10 September jajarannya sementara studi di Makassar, maka surat panggilan itu tak sempat dilihat. Apalagi, tujuan surat kepada walikota Ambon, otomatis orang yang saat itu berada di rumah dinas tak berani membukanya.

‘’Kalau surat itu disampaikan ke kantor Walikota, mungkin staf bisa membukanya dan memberitahukan secepatnya kepada saya,’’ ujar Richard, Sabtu 15 September 2018 kemarin.

Kata dia, tujuan surat itu adalah permohonan agar dirinya selaku walikota memberikan ijin kepada stafnya untuk diperiksa sebagai saksi pada 12 September 2018. Staf Pemkot yang dipanggil antara lain, Elkyopas Silooy, Mourits Lantu, J Lilipory, Ny A Mail dan D Louhenapessy.

Karena surat panggilan itu belum sempat disam­paikan ke bawahannya, maka mereka semua tidak hadir di Polres Ambon untuk menghadap petugas yang memanggil. “Saya sangat menjunjung tinggi proses penegakan hukum yang sementara dilakukan Polres terkait dugaan SPPD fiktif 2011 tersebut. Kalau saya tahu sebelumnya bahwa panggilan menghadap 12 September, maka pasti akan saya perintahkan untuk memenuhi panggilan tersebut,’’ terangnya,
Sembari memegang salinan surat panggilan polisi yang dialamatkan ke dirinya, Richard mengakui, dalam surat panggilan itu, D Louhenapessy adalah berinisial laki-laki dengan pekerjaan sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN).

Dan nama itu memang adalah salah satu staf ASN Pemkot yakni Danny Louhenapessy yang saat ini bekerja di Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Ambon.

‘’Tidak ada yang salah dengan panggilan atas nama D Louhenapessy. Karena memang ada orang­nya, jenis kelaminnya benar dan pekerjaannya juga benar. Yang agak lucu itu adalah bagaimana istri saya yang dibawa-bawa, dia sama sekali tidak apa-apa. Dia berjenis kelamim perempuan dan bukan ASN Pemkot Ambon,” kesal Walikota.

Kata Walikota, sebagai seorang perempuan dan seorang ibu rumah tangga, istrinya sangat terganggu dan terpukul dengan pemberitaan beberapa media tersebut. Apalagi, tidak ada cross cek untuk mendalami pemberitaan itu.

Pihaknya akan memikirkan langkah-langkah ke­depan, terkait pemberitaan yang sudah dianggap mencemarkan nama baik istrinya tersebut.

‘’Saya terus terang sangat kecewa dengan pemberitaan di media-media itu. Bagaimana pemberitaan men­yang­kut nama baik seseorang tersiar begitu saja tan­pa konfirmasi dari yang dirugikan,’’ jelasnya. (R1)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top