NEWS UPDATE

PDIP Maluku Jangan ’Serakah’, Soal PAW Wakil Bupati Bursel Dan MBD

Ilustrasi

PARTAI Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Maluku diharapkan tidak serakah untuk menguasi kursi pergantian antar waktu (PAW) Wakil Bupati di Kabupaten Buru Selatan (Bursel) dan Kabupaten Maluku Barat Daya.

Pasalnya ada hak dari beberapa partai, terutama Partai Demokrat untuk menduduki dua jabatan politik tersebut.

Demikian disampaikan Jantje Soukotta, salah satu politisi di daerah ini kepada RakyatMaluku.com, Jumat 14 Juni 2019.

Khusus untuk Buru Selatan, kata dia, jabatan wakil bupati ditinggalkan oleh almarhum Ayub Seleky yang adalah kader Demokrat, sehingga secara etika, mestinya kader Partai Demokrat-lah  yang harus mengisi kekosongan itu.

”Kita semua tahu bawa beberapa waktu lalu, tanpa koordinasi, PDIP langsung mengusulkan dua kadernya untuk dipilih di DPRD Buru Selatan. Yang terpilih adalah saudara Arkilaus Solissa yang adalah Ketua DPRD Buru Selatan, namun yang bersangkutan telah meninggal dunia. Sihingga harus ada proses pengusulan kembali,” bebernya.

Menurutnya  sangat diharapkan agar kali ini, PDIPtidak serakah untuk kembali mengusulkan kadernya.

”Ingat saya bicara khusus tentang Buru Selatan. Kalau untuk Maluku Barat Daya, masih etislah, kalau PDIP ngotot untuk mengusulkan kadernya, karena jabatan bupati yang ditinggalkan, pak Abas Orno dan kemudian diisi oleh pak Beni Noach adalah jatah PDIP karena mereka berdua adalah kader PDIP,” tambah Soukotta.

Sementara itu Sekretaris Partai Demokrat Maluku, Melky Frans yang dihubungi koran ini tadi malam mengatakan, berdasarkan aturan, setiap partai pengusung berhak untuk mengusulkan kadernya dan dipilih oleh DPRD untuk mengisi kekosongan jabatan kepala daerah maupun wakil kepala daerah.

”Aturan mengatakan begitu, tapi ini khan soal etika. Untuk Buru Selatan, kursi itu ditinggalkan oleh Kader Demokrat almarhum Ayub Seleky, karena itu sangat elok jika kemudian diisi oleh kader Partai Demokrat,” ujarnya.

Frans menolak menyebutkan PDIP serakah. ”Kalau dibilang serakah, tidaklah, tapi kami juga berharap agar PDIP tidak mendominasi dalam pengisian dua jabatan wakil bupati yang lagi lowong ini,” harap dia.

Untuk Maluku Barat Daya, lanjut Melky Frans, PDIP juga harus bisa berkordinasi dengan tiga partai pengusung lainnya yaitu, Partai Golkar, Partai Demokrat dan PKPI yang mengusung Orno dan Noach pada Pilkada periode 2018-2021 kemarin.

”Jadi intinya begini, dua daerah ini khan kepala daerahnya adalah orang PDIP, eloknya itu, PDIP berkoordinasilah dengan partai pengusung terutama dengan Demokrat untuk Kabupaten Buru Selatan, agar nama yang diusulkan itu bisa disepakati bersama. Kalau lebih dari dua, nantinha dipilih di DPRD, tapi kalau hanya satu nama, maka aklamasi saja untuk selanjutnya diproses untuk dilantik. Demikian agar tidak ada gontok-gontokan,” saran Melky Frans. (NAM)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top