ADVETORIAL

Peduli Keselamatan, Bupati Ajak Warga Malra Dukung Festival MRS

Bupati Malra M. Thaher Hanubun diapit Wakil Walikota Tual Usman Tamnge dan Kapolres Malra AKBP Indra Fadhilla Siregar, SH. Sik, MH, bersama peserta Festival MRS saat jalan santai di seputaran Kota Tual. (Jufri Suat)

BUPATI Maluku Tenggara (Malra) Hi. M,  Thaher Hanubun, mengajak seluruh  masyarakat baik di Kabupaten Malra dan Kota Tual untuk mendukung Millennial Road Safety (MRS) Festival, kampanye tertib berlalulintas dari Mabes Polri.

Ajakan itu dilontarkan Bupati Hanubun ketika membuka acara jalan santai dalam rangka Millennial Road Safety (MRS) Festival 2019 yang digelar Polres Malra, Sabtu, 2 Februari 2019.

Bupati Malra Hi. M. Thaher Hanubun saat memberikan arahan kepada peserta festival MRS di Polres Malra. (Jufri Suat)

“Hari ini kita melaksanakan jalan santai dalam rangka Millenial Road Safety Festival 2019 di Polres Malra, dan marilah kita secara bersama-sama mendukung festival MRS. Ini sebagai upaya pencegahan terjadinya kecelakaan berlalu lintas bagi generasi muda di daerah kita,”ajak Hanubun.

Menurut Bupati, festival MRS harus didukung oleh semua pihak karena kegiatan itu sangat penting, guna menambah pengetahuan untuk keselamatan masyarakat saat berkendara, lebih khusus kepada generasi muda,  yang  kebanyakan menggunakan kendaraan roda dua.

“Memiliki dokumen lengkap, bekendara dengan baik, tertib, dan mematuhi seluruh aturan yang berlaku dalam berlalulintas akan berdampak baik bagi keamanan dan keselamatan masyarakat itu sendiri,”tandasnya.(ADV/JSU)

 

Pengalungan tanda peserta Sidang XXI GPM oleh Bupati Malra, Hi. M. Thaher Hanubun. (Jufri Suat)

Bupati Minta Dukungan Warga GPM Guna Terwujudnya Program 11 M

BUPATI  Maluku Tenggara Hi. M. Thaher Hanubun menghadiri resepsi sekaligus membuka Persidangan XXI, Jemaat Gereja Protestan Maluku (GPM). Dalam acara ini  bupati didampingi Sekretaris Majelis Pekerja Klasis Pulau Kei Kecil dan Kota Tual Pdt. Ny. I.J.K Kolyaan, S.Th dan Ketua Majelis Jemaat GPM Anugerah Ohoijang l, Pdt. G.H. Anakotta  berlangsung di Gereja Anugerah, Ohoijang, Langgur, 2 Februari 2019.

Dalam sambutannya bupati mengatakan, Persidangan Jemaat merupakan kegiatan tahunan yang dilaksanakan setiap awal tahun.Sebagai forum sekaligus lembaga pengambilan keputusan tertinggi di tingkat jemaat GPM. 

“Persidangan Jemaat tidak hanya kita maknai sebagai sebuah rutinitas serimonial belaka, tetapi merupakan forum pergumulan yang sangat strategis bagi pelayanan keumatan di Jemaat GPM Anugerah, yang di dalamnya terdapat proses evaluasi yang terstruktur secara berjenjang terhadap keseluruhan dinamika pelayanan yang akan menuntun umat dan para pelayan bagi kemuliaan Nama Tuhan di rahun 2019,”ungkap Hanubun.

Persidangan ini merupakan yang ke-2l dan dilaksanakan setiap tahun berjalan, sehingga dengan demikian Jemaat GPM Anugerah selama 21 tahun secara  terus menerus duduk bersama antara seluruh komponen pelayan di tingkat jemaat beserta stakeholder terkait, bergumul untuk merancang program-program pembinaan dan pelayanan keumatan, sembari terus menerus pula melakukan evaluasi terhadap capaian kinerjanya di setiap tahun yang telah dilewati. 

Oleh sebab itu, lanjut Hanubun, sejatinya jika dalam persidangan persidangan seperti ini, warga Gereja Protestan Maluku di jemaat ini dapat juga melihat pembangunan dan pelayanan umat dalam perspektif lain, yaitu sebagai bagian dari pembangunan masyarakat secara utuh dalam upaya kita mewujudkan peningkatan kesejahteraan di daerah yang kita cintai ini.

“Hal ini saya anggap penting karena pelayanan, pemberdayaan, dan  pembangunan umat di Jemaat GPM Anugerah ini adalah juga merupakan bagian integral dari pembangunan daerah. Untuk itu sebagai mitra, marilah kita bersinergi berpikir dan bertindak dalam satu tujuan bersama dengan  mencerdaskan dan mensejahterakan masyarakat Kabupaten Maluku Tenggara,”ujar Hanubun.

Bupati menambahkan, ada hal yang menarik yang perlu kita cermati dari pelaksanaan Persidangan Jemaat kali ini, yaitu tema dan sub temahya. 

Tema: ”Allah Kehidupan Tuntunlah Kami Membela dan Merawat Kehidupan” secara kontekstual menunjukkan besarnya kasih dan setia Tuhan Allah sebagai pencipta yang sempurna dan menempatkan ciptaanNya sesuai potensi kemakhlukannya. Serta Tuhan Allah itu pro hidup atau berpihak kepada kehidupan sehingga la merawat seluruh ciptanNya. 

Sedangkan pada sub temanya, Memuliahkan Tuhan dengan Bersama-sama Meningkatkan Kualitas Pendidikan Untuk Kesejahteraan Masyarakat.

Tema dan sub tema tersebut secara kontekstual sejalan dengan tantangan pembangunan bangsa bahkan daerah  saat ini. Beberapa tantangan tersebut diantaranya masalah kemiskinan dan pengangguran, serta masih rendahnya mutu pendidikan dan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat. 

“Tantangan-tantangan tersebut, akan menjadi perhatian serius Pemerintah Daerah dalam periode pengabdian Tahun 2018 – 2023,  melalui visi pembangunan bersama, yakni, ‘Terwujudnya Masyarakat Maluku Tenggara yang Mandiri, Cerdas, Demokratis, dan Berkeadilan” dan akan Kami wujudkan melalui 11 Program Prioritas yang saya dan saudara Wakil Bupati Ir. Petrus Beruatwarin, M.Si namakan Program 11 M. Kami yakini sungguh, kalau kita kerjakan Program 11 M, dengan ikhlas dan penuh kesungguhan hati, maka bukan mustahil tantangan tantangan semakin kita eleminir kedepan,” beber Hanubun.

Pemerintah daerah dengan segala perangkatnya, tidak dapat berbuat banyak tanpa dukungan dari segenap komponen masyarakat termasuk gereja. Apalagi gereja menduduki posisi sentral untuk mendorong agar ajaran agama mengenai etos kerja dan penghargaan pada prestasi, menjadi inspirasi yang mampu menggerakkan masyarakat dalam membangun. Nilai-nilai tersebut diharapkan akan terwujud dalam bentuk partisipasi aktif masyarakat kita, dalam pembangunan daerah. 

lnilah hakekat sebenarnya dalam pembangunan bidang keagamaan kita, yang saya anggap penting untuk selalu kita pedomani. Marilah dengan peran masing-masing, kita bersama-sama dalam sebuah sinergi bahu-membahu membangun masyarakat dan daerah ini menyongsong masa depannya yang lebih baik. 

“Saya yakin melalui persidangan ini akan mampu secara arif melakukan evaluasi terhadap program-program kerja sesuai Rencana Strategis Jemaat yang dilaksanakan pada tahun sebelumnya. Serta mampu merumuskan dan menetapkan program-program kerja yang berkualitas untuk satu tahun kedepan, yang juga dapat menunjang program-program pembangunan pemerintah daerah bagi kesejahteraan masyarakat di daerah ini,”pungkasnya.(ADV/JSU).

 

Kapolres Malra, AKBP Indra Fadhilla Siregar, SH. Sik, MH

Kapolres: MRS Prosedur Tetap Presiden Joko Widodo

KAPOLRES  Malra AKBP Indra Fadhilla Siregar, SH. Sik, MH mengatakan, festival MRS merupakan prosedur tetap langsung dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo.

Dikatakan Siregar, sesuai data Badan Kesehatan Dunia (WHO), jumlah kematian akibat kecelakaan lalu lintas Indonesia masuk lima besar dunia, dan ini merupakan situasi yang mendesak dan memprihatinkan.

“Sebanyak 60 persen lakalantas menyebabkan luka sampai meninggal dunia. Parahnya banyak yang berusia 17 tahun (kaum muda/mileneal), maka MRS bertujuan menekan angka kematian akibat kecelakaan lalu lintas dengan menggelaf acara ini,” ujarnya.

Dikatakan, kegiatan MRS mengambil tema: “Mewujudkan Generasi Milenial Cinta Lalu Lintas Menuju Indonesia Gemilang,” ini dijadwalkan berjalan selama tiga bulan. “Puncaknya tanggal 3 Maret 2019 serentak dilaksanakan di seluruh Indonesia,” kata Indra.

Dia mengakui, untuk wilayah Tual dan Malra masih banyak masyarakat yang belum memiliki kesadaran dalam berkendaraan terutama pada saat menggunakan helm. “Maka harapan kami dengan giat MRS ini dapat menyadarkan kita semua akan pentingnya keselamatan dalam berkendaraan,” katanya menambahkan.

Selain Bupati Malra, acara jalan santai MRS 2019 dihadiri Wakil Wali Kota Tual Usman Tamnge, Danlanal Tual Kolonel Laut (P) Jani Sujani, Kasdim 1503/Tual Mayor Arm Udin Rasidi, Palaksa Lanal Tual, Letkol Laut K.H. Hartono, dan siswa-siswi SMA, SMK, se- Kota Tual dan Malra.

Peserta jalan santai kurang lebih 400 orang, menempuh rute start dari Polres Malra, perempatan SKB Un, Jln Un Pantai Kota Tual, Pengadilan Negeri Tual, dan kembali finish di lapangan apel Polres Malra.

Acara kemudian dilanjutkan dengan senam sehat bersama,  dan pembagian helm standar, serta penandatanganan deklarasi dukungan Millennial Road Safety 2019. (JSU).

 

======================
--------------------

Berita Populer

To Top