HUKRIM

Pegawai Lapas Tual Ngaku Petugas Bank, Ditangkap

Ricky Tomasoa (Kaos Putih) melalukan aksi kejahatan perbankan dengan mengaku sebagai petugas bank

BERBAGAI modus kejahatan mulai marak terjadi di kota Ambon. Salah satunya yakni penarikan uang milik nasabah oleh pelaku kejahatan dengan modus senagai petugas bank.

Seperti yang dilakukan Ricky Tomasoa (30), seorang pegawai di Lapas Kota Tual, Kabupaten Maluku Tenggara. 

Kendati statusnya sebagai pegawai negeri namun itu tak lantas membuatnya bersyukur  dengan penghasilan  yang diperolehnya. Sebaliknya Ricky Tomasoa menggunakan ‘keahliannya’ yang lain. Dan nasib apes dialaminya, Sabtu 9 Maret 2019,  saat akang ‘menggarap’ korban Marlen Jolanda Sohilait.

Dari rilis yang diperoleh RakyatMaluku.com awalnya Marlen mengaku hendak mengambil uang di mesin ATM. Saat dia hendak memasukan kartu ATM nya, tiba-tiba pelaku (Ricky Tomasoa) masuk dan menghampirinya sambil berkata bahwa dia adalah petugas sambil mengatakan bahwa sistim lagi gangguan.

Selanjutnya pelaku menyuruh saksi untuk mengecek saldo dan berkata.

“Kalau saldo ada,  berarti bisa transaksi, kalau saldo seng ada berarti  sistim ada gangguan,”  

Marlen-pun mengecek dan ternyata ATM mengalami gangguan/tidak bisa mengecek saldo, kemudaian Marlen keluar ingin mencari ATM BNI yang lain, tiba tiba pelaku  (Ricky Tomasoa) memanggil saksi dan berkata kepada Saksi kalau ATM nya sudah jadi. Saksipun kembali dan melanjutkan transaksi dengan mengeluarkan uang sebanyak Rp. 400.000. 

Setelah selesai melakukan transaksi, Marlen keluar dan menuju ke dalam Telkom namun di cegat oleh salah satu satpam. Kemudian satpam tersebut  menanyakan kepadanya “Sapa  yang ada dalam ATM “, Marlen menjawab ” Seng Ada Sapa – Sapa Dalam ATM “, kemudian Satpam balik bertanya “Lalu yang  di dalam ATM tuh sapa” , Marlen menjawab “petugas “. Satpam-pun langsung memberitahukan kalau di ATM bukan petugas, dia tuh penipu dan sudah di intai oleh Satpam.

Mendengar hal tersebut Marlen langsung menyuruh Satpam untuk menangkapnya. Dan tidak lama kemudian Satpam berhasil menangkap pelaku dan membawanya ke Pos Satgas TNI di depan Waringin. Kemudian Bhabinkamtibmas Wainitu melakukan penggeladahan dan menemukan 3 buah ATM yang di simpan di dalam celana dalam pelaku.

Kemudian personil Buser Polres P. Ambon dan PP. Lease tiba di TKP dan langsung mengamankan pelaku menuju Polres Ambon untuk dilakukan pemeriksaan lanjutan.

Sementar itu dari pemeriksaan lanjutan salah satu korban Ricky Tomasoa lainnya, 

Ivone Siska Noya, warga Benteng Atas (Bentas) akhirnya ikut buka suara.

Menurutnya pada 21 Januari 2019 lalu sekitar pukul 12.00 WIT, di PT Telkom talake tepatnya di dalam ruangan mesin ATM Bank BNI, kejadian serupa juga dialaminya dengan pelaku yang sama.

Tapi apesnya  dia harus kehilangan uang dalam ATM-nya sebesar Rp.4 juta rupiah.

Kejadian bermula saat dia menuju lokasi ATM yang berada di depan PT. Telkomsel Ambon  dan bermaksud mengambil uangnya,  namun ATM mengalami gangguan.

Tiba-tiba datang Pelaku Ricky Tomasoa dan mengaku sebagai petugas penanganan kerusakan ATM sambil berpura pura menelepon pimpinannya, sehingga korban yakin dengan perkataan pelaku. 

Setelah itu pelaku meminta kartu ATM miliknya dan memasukannya kedalam mesin ATM serta memintanya untuk memasukan nomor PIN. Setelah mengetahui PIN-nya Ricky pergi meninggalkannya. 

Berselang beberapa menit Ivone mengaku  pergi ke Bank BNI Ambon karena adanya transaksi pengambilan uang.

“Setelah  di konfirmasi dengan pihak Bank, ternyata benar telah terjadi penarikan uang sebesar Rp 4 juta dari rekening saya, yang dilakukan pelaku (Ricky Tomasoa),” tandas Ivone. (AAN)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top