Uncategorized

Pelni Dan Dishub Diminta Bantu Ratusan Penumpang Yang Terlantar Di Saumlaki

RakyatMaluku.com – LEBIH dari 200 penumpang KM Sabuk Nusantara 48, KM Sabuk Nusantara 49 dan KM Lintas Timur kini terlantar di Pelabuhan Kota Saumlaki, Kabupaten Maluku Tenggara Barat, Provinsi Maluku.

Para penumpang ini telah terlantar sejak tanggal 17 Mei 2018 lalu pasca dikeluarkannya perintah larangan berlayar oleh pihak kesyahbandaran dan otoritas pelabuhan di Maluku.

Akibat larangan berlayar itu, para penumpang KM Sabuk Nusantara 48 dan KM Sabuk Nusantara 49 yang berangkat dari Maluku Barat Daya tujuan Tual dan Ambon yang hanya memakan waktu 4 hari dan KM Lintas Timur dari Ambon tujuan Maluku Barat Daya harus menghentikan proses pelayaran lanjut dan bersandar di Pelabuhan Saumlaki sampai berita ini diturunkan.

Akibat dari kondisi ini, banyak penumpang yang hanya membawa uang seadanya pun kini kerepotan untuk mendapatkan makanan dan meniman selama kapal belum diberangkatkan, lantaran pihak kapal, Pelni maupun Dinas Perhubungan Maluku tidak memberikan pelayanan apa-apa kepada para penumpang tersebut.

Mantan Ketua Umum Gerakan Mahasiswa Maluku Barat Daya (MBD), Nus Termas yang juga merupakan salah satu penumpang KM. Sabuk Nusantara 48 kettika dikonfirmasi, Minggu (20/05) malam pun mengakui kondisi itu.

“Iya benar, kapal sekarang dapat tahan di Saumlaki karena adanya larangan berlayar. Jadi kami para penumpang sudah 3 hari berkarat di Saumlaki,” kata Termas. Lanjut Termas, atas kondisi ini, banyak penumpang yang bisa terancam kelaparan jika kapal belum juga diberangkatkan dalam waktu dekat.

“Banyak penumpang yang sudah tidak punya persediaan uang untuk membeli makanan dan minuman. Untung saja, kami yang punya sedikit kelebihan bisa berbagi dengan basudara yang sudah kerepotan. Tetapi jika kondisi ini tetap bertahan, maka seluruh penumpang bisa kelaparan,” paparnya.

Olehnya itu, Termas berharap adanya campur tangan pihak PT. Pelni dan Dinas Perhubungan Provinsi Maluku untuk memberikan makanan dan minuman kepada ratusan penumpang ketiga kapal tersebuut.

“Sebab, yang menjadi penyesalan kami para penumpang, sampai saat ini tidak ada sama sekali pihak yang tidak bertanggung jawab terhadap ratusan penumpang yang terlantar ini. Olehnya itu, kami mohon adanya pengertian baik dari PT. Pelni dan Dinas Perhubungan Provinsi Maluku untuk membantu ratusan penumpang ini,” tuturnya. (NAM)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top