NEWS UPDATE

Pembawa Ganja Dari Papua-Ambon Dituntut 7 Tahun Penjara

RakyatMaluku.com – TERDAKWA Agustinus Unawekla alias Agus (32), warga Wayame, Ke­camatan Teluk Ambon, dituntut tujuh tahun penjara, dan membayar denda sebesar Rp 800 juta subsider enam bulan kurungan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Ambon. Sebab, terdakwa terbukti bersalah memiliki Narkotika jenis Ganja kering sebanyak tiga paket plastik bening.

“Menyatakan, perbuatan terdakwa Agustinus Unawekla alias Agus ter­bukti melanggar Pasal 111 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika. Menetapkan barang bukti berupa tiga paketan sedang berisi Ganja, dirampas untuk negara,” ucap JPU Junita Sahetapy, saat membacakan amar tuntutannya, di Pengadilan Negeri (PN) Ambon, Senin, 6 Agustus 2018.

JPU dalam dakwaanya menjelaskan, terdakwa Agustinus Unawekla alias Agus berhasil diringkus petugas Satuan Resnarkoba Polres Ambon setelah terdakwa turun dari KM Dobonsolo di Pelabuhan Yos Sudarso, Senin, 19 Februari 2018 sekitar pukul 13.00 Wit.

Awalnya, saksi Fauzi Sastro mendapat informasi dari informan bernama Cepu bahwa terdakwa akan datang ke Kota Ambon menggunakan sarana kapal laut Dobonsolo dari Papua. Dari informasi itu, saksi Fauzi Sastro kemudian mengajak rekannya saksi La Ode Herman Buton untuk melakukan monitoring terhadap terdakwa di kawasan Pelabuhan Yos Sudarso.

Beberapa menit kemudian saksi Fauzi Sastro dan saksi La Ode Herman Buton melihat terdakwa turun dari kapal dan sedang berjalan di areal atau dikawasan Pelabuhan Yos Sudarso, saat itulah saksi Fauzi Sastro dan saksi La Ode Herman Buton melakukan penangkapan serta menggeledah barang bawaan terdakwa.

Dari hasil penggeledahan di dalam tas terdakwa, ditemukan barang bukti berupa satu paketan besar yang dibungkus dengan lakban coklat didalamnya terdapat tiga paket berisikan bagian – bagian tum­buhan kering (ganja) dengan berat 497, 24 gram.

Kepada petugas, terdakwa mengaku bahwa membeli barang haram tersebut seharga Rp 200 ribu dari Echon PNG di Distrik Tami Kabupaten Kerong ( Jayapura ), yang mana terdakwa juga memakai Narkotika jenis Ganja tersebut dan diantarkan kepada orang yang bernama Petra Wenno. Dan terdakwa mendapatkan upah dari hasil ganja tersebut sebesar Rp 500 ribu.

Usai mendengar pembacaan tuntutan JPU, Ketua Majelis Hakim S. Pujiono, didampingi dua ha­kim anggota Hamza Khailul dan Jimmy Wally, kemudian menunda persidangan hingga Senin pekan depan, dengan agenda sidang, mendengar Pleidoi (Pembelaan) oleh penasehat hukum terdakwa. (RIO)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top