BERITA COVID-19

Pemda SBB Optimalkan Kebiasaan Adaptasi Baru

RAKYATMALUKU.COM – AMBON – Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Provinsi Maluku terus memaksimalkan program pemerintah untuk masyarakatnya dalam menyambut kebiasaan adaptasi baru, setelah daerah tersebut mulai terhindar dari wabah Coronavirus disease 2019 (Covid-19). Tak ayal, pemantauan dan penertiban juga terus dimaksimalkan terhadap warga yang melanggar protokol kesehatan pencegahan dan penyebaran wabah Covid-19 sesuai Perbub Nomor 15 Tahun 2020.


Sekretaris Satpol PP Kabupaten SBB, Vietra Van Harling menandaskan, komitmen Pemda SBB, Provinsi Maluku untuk menuju kebiasaan adaptasi baru bagi masyarakat di wilayahnya terus dimaksimalkan. Salah satunya dengan memberikan sosialisasi yang disertakan dengan penertiban terhadap warga, yang tidak patuh terhadap protokol kesehatan sebagaimana tertuang dalam Perpub Nomor 15 Tahun 2020.

Agar sosialisasi dapat berjalan secara maksimal, kata dia, Tim Razia Gabungan turut melibatkan aparat dari TNI dan Polri setempat. Sebab, masih ditemukan adanya warga yang membandel dengan tidak menerapkan protokol kesehatan ketika berada di luar rumah. Bahkan, dari penertiban atau razia yang dilakukan tim gabungan beberapa waktu lalu, kata Vierta, ditemukan ratusan warga yang melanggar protokol kesehatan.

Tentu, lanjut dia, agar ada efek jera kepada warga yang melanggar protokol kesehatan, maka pihaknya tidak segan-segan memberikan sanksi tegas ke warga yang melanggara aturan, urai Vietra kepada rakyatmaluku.com di Piru, Ibukota Kabupaten SBB.

Pengawasan protokol kesehatan yang diperketat menuju kebiasaan adaptasi baru terfokus pada seluruh tempat umum, baik di pelabuhan, pasar hingga kantoran. Untuk sanksi kata dia, berupa sanksi sosial dan denda.

Operasi penertiban sendiri lanjut dia, sebagai bentuk dari langkah Pemda SBB untuk memaksimalkan operasi justisia. Di mana, operasi yang berlangsung satu pekan kemarin, telah ditemukan sebanyak 358 warga yang melanggar protokol kesehatan. Pelanggaran rata-rata mencakup perkumpulan tanpa protokol kesehatan, serta tidak digunakannya masker sebagaimana anjuran pemerintah saat berada di luar rumah. Pelanggaran lainnya, kata dia, dilakukan oleh para pengemudi kendaraan roda empat, baik angkutan umum maupun angkutan pribadi. “Kasus pelanggaran pengendara ini di atas 70 kasus. Ada juga kasus pejalan kaki yang tidak taat terhadap protokol kesehatan.

Ia mengakui, tingkat kesadaran yang masih kurang peduli terhadap peningkatan protokol kesehatan ini, tidak mengharuskan Tim-nya memaksimalkan sosialisasi dan penertiban di lapangan. Ia berharap, lewat razia pengetatan aturan protokol kesehatan ini, ada kesadaran bersama oleh masyarakat untuk menggunakan masker dan serta menjaga jarak ketika berada di luar rumah. Sebab, wabah Covid-19 merupakan jenis penyakit yang kapan saja bisa menyerang orang, tanpa memandang usia. (*)


======================
--------------------

Berita Populer

To Top