NEWS UPDATE

Pemecatan Anggota Polri, Terbanyak Personel Brimob

Anggota Propam Polda Maluku memegang foto 6 oknum Anggota Polda Maluku yang dipecat saat Upacara Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) di Lapangan Upacara Polda Maluku, Tantui, Kamis 17 Januari 2019. Upacara itu tidak dihadiri oleh keenam orang tersebut. (MOHAS AMIR)

KEPALA Kepolisian Daerah Maluku, Irjen Polisi Royke Lunowa,  resmi memberhentikan 9 anggota Polri.

Dari pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) terbanyak personel Brimob Maluku dengan 4 orang yaitu Brigpol  Zeth Ballari Tanate, Brigpol I Ketut Sukerti, Briptu Abdul Haris,  dan Bripda Muh. Saldy Tuasalamony.

Lima lainnya, Aiptu Indra Tri Sucayo, Brigpol Mahdi Alhabsy, Propam Polda Maluku, Brigpol  Yaman Galela,  angggota Polres MBD, serta Brigpol A.M. Lestaluhu juga Briptu Fransye Latuny. Dua orang ibi bertugas di Polres Maluku Tengah (Mateng).

Pemecatan dilakukan secara simbolik  dengan enam anggota Provos menunjukan 6 foto anggota Polda Maluku yang diberhentikan kepada prajurit dan pejabat utama (PJU) saat upacara. 

“Ini upacara bendera, tapi kita langsung saja dengan PTDH terhadap 9 personel ya. 6 di Polda 3 di Polres, Maluku Tengah sama MBD.  Ini sebenarnya peristiwa pelanggaran yang mereka lakukan terdahulu, 2 atau 3 tahun yang lalu. Tiga anggota Polres itu dilakukan (pemecatan) di Polres masing-masing. Mereka yang dipecat ini lantaran meninggalkan tugas  dan menelantarkan keluarga,” kata Kapolda Maluku Irjen Polisi Royke Lumowa kepada wartawan di Lapangan Letkol Chr Tahapary, Tantui, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Kamis, 17 Desember 2019.

Selain mereka ini, masih ada lagi polisi-polisi nakal yang sedang menunggu nasib apakah di PTDH atau tidak. Kedepan yang dipastikan diberhentikan dari kepolisian adalah personel penembak mati warga di Berebere, Desa Soya, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon Brigadir ERL. Juga polisi-polisi narkoba. 

“Karena belum ada kejelasan secara administrasi. PTDH atau tidak, ya PTDH. Dan masih ada lagi yang dalam proses. Ada beberapa di tahun-tahun sebelumnya termasuk tahun 2018 ada kasus yang menyebabkan meninggalnya orang. Dia (ERL) mabuk, dia bermain rolet, senjata itu juga dalam proses.  Dalam waktu dekat saya juga akan PTDH. Ada beberapa kasus narkoba yang sudah inckrah pidana umumnya, ya kalu diproses sudah benar, cocok sesuai aturan untuk di PTDH, kita PTD,” ujar Kapolda.

Selaku Kapolda, Irjen Royke Lumowa mengatakan, dirinya tak akan main-main apabila ada anak buahnya melakukan pelanggaran berat, akan dipecat. Menurutnya, ada 99 persen prajurit Polda Maluku yang melaksanakan tugas dengan baik. 

“Tidak main-main, tidak ragu-ragu untuk kita lakukan PTDH. Karena sebagaimana saya sampaikan, disamping adalah keinginan negara, keinginan instansi Polri juga keinginan sebagian besar keinginan polisi semua insan Polri pada umumnya. Karena bagian besar, mereka 99 persen sudah melaksanakan tugas dengan baik. Jika mereka melaksanakan tugas dengan baik sementara ada yang tidak baik kok tidak di apa-apakan,” tegasnya.

Terkait empat prajurit Brimob yang PTDH, Kepala Satuan (Kasat) Brimob Maluku, Kombespol Muhammad Guntur, mengatakan, anak buahnya tersebut tidak melaksakan selama 30 hari berturut-turut. 

“Tiga disersi. Sebenarnya empat-empat yang masuk disersi, tapi satunya atas nama Brigadir Zeth Ballari Tanate. Dia itu termasuk menelantarkan keluarga.  Punya ini lagi ya. Ya perselingkuhan,” jelasnya kepada Rakyat Maluku, di ruang kerjanya, kemarin.  

Oknum-oknum anggota Brimob ini mempunyai alasan ketika meninggalkan tugas berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun. Ada yang alasan keluarga, ada juga sakit.

“Ada yang sakit kita beri izin, setelah baik tidak kembali bertugas. Keenakan diluar, pas mau masuk sudah malas. Ada juga alasan keluarga. Dulunya 19 prajurit yang tidak menjalankan tugas,  termasuk yang dipecat ini. Saya masuk, saya suruh cari, dapat 9 sekarang tinggal 6. Nah, ini yang saya perintah segera cari dan dapatkan mereka,” katanya.  

Dia berharap, dengan empat prajurit  dipecat, yang lain tidak boleh mencotohkan. Bekerja sesuai dengan tugas dan kewajiban, menjaga dan memelihara keamanan di Maluku.

“Saya harap yang lain tidak ikut-ikutan. Saya sudah tanamkan kepada anggota-anggota saya. Saya beri hukuman kepada yang melanggar, yang berprestasi juga saya beri penghargaan,” tutupnya. (AAN)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top