HUKRIM

Pemerkosa Nenek Divonis 5 Tahun

ILUSTRASI

RAKYATMALUKU.COM – AMBON,- Abraham Apono (33) tersangka tindakan pemerkosa terhadap seorang nenek 74 tahun divonis lima tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Ambon, dalam sidang yang digelar, Kamis, 28 Mei 2020.

Keputusan dibacakan Hakim Ketua Jimmy Walli, dibantu Feliks Wiusam dan Jeny Tulak, dalam sidang kemarin.

Menurut majelis hakim, terdakwa bersalah sesuai dengan fakta persidangan mulai pemeriksaan saksi-saksi sesuai dengan Pasal 285 KUHPidana tentang pemerkosaan.

Putusan majelis hakim selama lima tahun tersebut, lebih ringan dibandingkan tuntuan jaksa Chaterina Lesbata yang menuntut terdakwa delapan tahun penjara.

Abraham Apono dalam sidang sebelumnya sempat minta majelis hakim membebaskan dirinya dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Melalui penasehat hukumunya Alfred Tutupary dikatakan, dilihat dari fakta bersidangan yang berkaitan dengan perbuatan terdakwatuntutan JPU dinilai kabur dan tidak terbukti.

Meminta majelis hakim agar membebaskan terdakwa dari semua tuntutan JPU, membebaskan terdakwa dari tahanan dan memulihkan nama baik terdakwa di masyarakat.

Karena itu, penasehat hukum tidak sependapat dengan JPU yang menuntut terdakwa melanggar pasal 285 KUHPidana. Karena unsur setiap orang tidak terbukti dalam fakta-fakta persidangan, dimana dalam sidang tidak ada satu saksi dapat menjelaskan dugaan pemerkosaan adalah terdakwa,” kata Tutupary.

JPU menguraikan, lelaki yang bekerja sebagai tukang ojek itu melakukan perbuatannya 25 April 2019, sekitar pukul 00:30 WIT bertepat di dalam kamar milik korban di Porto Hitupu Kecamatan Saparua, Kabupaten Maluku Tengah.

Awalnya korban sedang tidur di dalam kamar, sementara suaminya di kamar lain. Saat korban sedang tidur ada orang yang datang dan langsung memperkosa korban.

Saat itu, korban sempat melawan dan merontak. Tetapi terdakwa langsung menutup mulutnya dengan bantal. Korban masih tetap merontak namun terdakwa mencekik leher korban. Karena kesakitan korban tidak melawan lagi, korban takut terdakwa membunuhnya.

Setelah terdakwa melakukan perbuatan bejatnya itu, terdakwa langsung pergi. Korban kemudian menangis sekeras-kerasnya sehingga ada orang datang tolong korban. Korban mengenal terdakwa saat korban meraba wajah, pundak serta sempat menarik rambut terdakwa.

Disebutkan juga, terdakwa mempunyai kelainan karena sering mengintip istri orang juga selalu mencuri namun selalu pula diselesaikan di Polisi sehingga terdakwa tetap melakukan hal tersebut. Usai mendengarkan putusan, terdakwa yang didampingi penasehat hukumnya itu mengatakan menerima putusan majelis hakim. (RM1)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top