HUKRIM

Pemilik 20 Kg Merkuri Dituntut 1 Tahun Penjara

RakyatMaluku.com – TERDAKWA  Sayuti Rasyid Toliling alias Uti (38), warga Dusun Hulung, Desa Iha, Kecamatan Huamual, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), dituntut pidana penjara selama satu tahun, dan membayar denda sebesar Rp 200 juta subsider enam bulan kurungan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Ambon. Sebab, terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana menyelundupkan dua jerigen warna putih ukuran dua liter, masing-masing didalamnya berisi 20 Kg Air Raksa (Merkuri).

“Menyatakan, perbuatan terdakwa Sayuti Rasyid Toliling alias Uti terbukti melanggar Pasal 161 Undang-Undang RI Nomor 4 Tahun 2009 Tentang Pertambangan Mineral dan Batubara Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP Jo Pasal 56 ayat 1 KUHP. Menetapkan barang bukti berupa 20 Kg Air Raksa (Merkuri), dirampas untuk negara,” ucap JPU Lilia Heluth, saat membacakan tuntutannya, di Pengadilan Negeri (PN) Ambon, Rabu, 11 Juli 2018.

JPU dalam dakwaannya menjelaskan, terdakwa Sayuti Rasyid Toliling alias Uti tertangkap tangan oleh petugas Kepolisian Sektor Leihitu saat membawa dua jerigen warna putih ukuran dua liter, masing-masing didalamnya berisi 20 Kg Air Raksa (Merkuri) tanpa di lengkapi surat ijin dari pemerintah, di pinggir pantai Dusun Waitomu, Desa Hila, Selasa, 28 November 2017, sekitar pukul 17.00 wit yang bertempat Awalnya, saksi Maisalit Kapitan alias Yosi dipe­rintahkan oleh Kepala Kepolisian Sektor Leihitu berdasarkan surat perintah tugas untuk melaksanakan razia terhadap seseorang yang diduga akan membawa Air Raksa (Merkuri) dari Dusun Hulung tujuan ke Kota Ambon dengan menggunakan angkutan laut (BODI) yang akan bersandar di pinggir Pantai Dusun Waitomu, Desa Hila.

Berbekal informasi dan surat perintah tugas, saksi Maisalit Kapitan alias Yosi bersama rekan-rekannya langsung menuju ketempat tersebut. Dan pada saat tiba di tempat kejadian, ada sebuah angkutan laut (BODI) yang akan sandar, dan ternyata benar bahwa ada seseorang membawa air raksa (Merkuri) yang di bungkus menggunakan kardus.

Para saksi kemudian membawa terdakwa beserta barang buktinya ke Kantor Polsek Leihitu untuk diproses hukum lebih lanjut. Kepada petugas, terdakwa mengaku bahwa mendapatkan air raksa (merkuri) tersebut dengan membeli dari seorang penambang yang berdomisili di Dusun Hulung Desa Iha sebanyak kurang lebih 40 Kg, dengan harga perkilonya sebesar Rp 300.000. Sehingga harga total keseluruhannya sebesar Rp 12 juta.

Usai mendengar pembacaan tuntutan JPU, Ketua Majelis Hakim Pasti Tarigan, kemudian menunda persidangan hingga Rabu pekan depan, dengan agenda sidang Pleidoi (Pembelaan) oleh Penasehat Hukum terdakwa, Abdul Syukur Kaliky, SH. (RIO)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top