NEWS UPDATE

Pemuda Maluku Titip Tiga Catatan Buat Legislator Di Senayan

MOMENTUM politik Pemilu Legisalatif dan Presiden 2019 telah usai dan meninggalkan sederet catatan. Proses ini telah melahirkan para politisi yang mewakili amanah rakyat di Parlemen. 

Ketua DPD KNPI Maluku, M. Faisal Saihitua kepada RakyatMaluku.com  mengatakan, masyarakat tentunya menaruh harapan besar bagi para wakil mereka, termasuk para wakil rakyat Maluku di Senayan, baik di Lembaga DPR maupun DPD. 

”Masyarakat telah memantapkan pilihannya secara mayoritas kepada delapan orang wakil yang lahir dari proses demokrasi. Nama-nama yang adapun tak asing bagi masyarakat Maluku. Mereka adalah tokoh yang cukup mengakar di masyarakat yang berangkat dari latar belakang berbeda-beda. Tentunya hal ini merupakan modal yang penting bagi Provinsi Maluku,” kata Faisal. 

Menurut dia, secara umum ada tiga catatan penting yang menjadi pengharapan, juga pegangan bagi para wakil rakyat di Senayan dan merupakan pesan dari kaum muda Maluku.

Catatan itu antara lain, pertama, agar bisa memaksimalkan fungsi bargening politik kepartaian untuk kepentingan daerah. 

”Hal ini penting karena bila hanya dilihat dari jumlah kursi yang kita miliki untuk Maluku sangat tidak representatif dari sisi kebutuhan pembangunan. Sektor perikanan, pertanian dan tambang yang memiliki potensi besar kiranya membutuhkan manuver politik yang cukup masif dari para politisi di Senayan,” pungkasnya.

Maka dari itu, lanjut dia, untuk memaksimalkannya, tentunya fungsi legislasi di kepartaian lah yang paling memungkinkan untuk memenuhi hal itu.

”Para wakil kita berasal dari partai besar yang memiliki sumber daya politik yang besar baik dari sisi eksekutif di kabinet nantinya maupun jejaring koorporasi. Ini harus bisa dimaksimalkan,” pungkasnya.

Yang kedua, kata dia, harus ada sinergitas yang baik dengan pemerintah daerah.

”Hal ini mungkin dianggap sepele karena sudah menjadi satu keharusan, akan tetapi sering diabaikan dari sisi kolektivitas kerja legislasi. Peran wakil rakyat harus secara kolektif menjadi satu integral bagi Pemerintah. Meskipun berasal dari partai yang berbeda akan tetapi keempat orang yang ada harus senantiasa berkolaborasi dengan memaksimalkan setiap potensi yang dimiliki masing-masing,” sarannya. 

Menurutnya lagi, para wakil Maluku di periode sebelumnya meninggalkan catatan kritis yang harus diperbaiki oleh wakil-wakil yang baru. Salah satunya adalah persoalan sinergitas tak berjalan begitu maksimal dikarenakan tidak seluruh wakil Maluku memiliki kemampuan yang baik.

”Hari ini rakyat Maluku telah memilih wakil dengan karakter dan kapabilitas yang sangat mumpuni dari periode sebelumnya. Oleh karenanya Rakyat Maluku memiliki ekspektasi yang sangat tinggi bagi mereka semua,” tambahnya.

Catatan yang ketiga, lanjut Faisal lagi, adalah pekerjaan rumah yang tertunda.

”Ini persoalan klasik. Sederet agenda perjuangan lama yang tak kunjung selesai hingga hari ini menjadi pekerjaan rumah yang cukup berat bagi para wakil yang baru. Lumbung Ikan Nasional (LIN), Provinsi Kepulauan dan Daerah Otonom Baru (DOB) menjadi isu klasik yang mutlak harus tuntas guna mewujudkan mimpi rakyat Maluku ke arah penghidupan yang lebih baik. Persoalan ini membutuhkan kolaborasi yang baik dari para wakil di dua lembaga tinggi negara, baik di DPR-RI maupun DPD-RI. Masing-masing sudah sepatutnya menjalankan tupoksi secara maksimal guna mencapai hasil terbaik,” urai dia.

Ketua KNPI Maluku ini ikut memberikan apresiasi kepada para wakil rakyat Maluku di Senayan untuk Masa Bakti 2019-2024. 

”Bapak Nono Sampono, ibu Miraty Dewaningsih, ibu Novita Anakotta, ibu Anna Latuconsina, bapak Hendrik Lewerissa, ibu Saadiah Uluputty, bapak Abdullah Tuasikal, dan ibu Mercy Barends,  adalah tokoh-tokoh hebat yang mampu mengambil hati rakyat dan sukses dalam perhelatan. Maka tetaplah konsisten dan komitmen dalam mengemban Amanah dan Berjuang bagi kemaslahatan masyarakat Maluku yang lebih baik,” demikian M. Faisal Saihitua. (NAM)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top