HUKRIM

Penanganan Narkoba Harus Dilakukan Secara Intensif

RakyatMaluku.com – NARKOBA merupakan kejahatan luar biasa (extraordinary crime). Pa­salnya, penyalahgunaan dan pere­da­ran gelap mengancam bangsa bah­­kan bisa digunakan sebagai senja­ta proxi war untuk melumpuhkan kekuatan bangsa.

Narkotika tidak dilakukan per­se­orangan melainkan melibatkan ba­nyak orang. Jaringan Narkoba tak hanya lokal, tapi internasional.

“Narkotika ini harus ditangani secara intensif dan konprehensif dengan melibatkan seluruh elemen bangsa baik instansi perintah, TNI/Polri maupun masyarakat,” hal ini diungkapkan Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Maluku Brigjen Pol Rusno Prihardito, dalam sambutan tertulis, ketika memperingati Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) Tahun 2018 di Baileo Siwalima, Karpan, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Kamis, 12 Juli.

Ia mengungkapakan, hasil survei nasional tahun 2017 di 34 provinsi, yang dilaksanakan BNN, di mana bekerja sama dengan Pusat Penilitian Kesehatan (Puslitekes) Universitas Indonesia (UI) tercatat angka prevelensi penyalah gunaan narkoba sebesar 1.77% dari total penduduk indonesia atau sebanyak 3.376, 115 pada usia produktif.

“Dan 12.000 orang meninggal setiap tahunnya akibat penyalahgunaan narkoba. Berdasarkan data UNDOC dalam catatan penanganan obat-obatan dunia (World Drug Report) tahun 2017, ditemukan 739 nakoba,” terang Rusno.

Pada kesempatan itu, Kepala BNNP Maluku mengatakan, peringatan HANI tahun ini, memiliki makna keprihatinan dunia terhadap penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika. Sehingga dibutuhkan gerakan untuk menyadarkan seluruh umat manusia.

“Hal ini untuk membangun solidaritas dalamencegah dan memberantas penyalahgunaan gelap narkoba yang menjadi ancaman kehidupan bangsa, bernegara dan bermasyarakat. Dalam menggelorakan semangat kebersamaan seluruh komponen bangsa melawan kejahatan narkoba,” tutup jenderal satu bintang ini. (AAN)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top