NEWS UPDATE

Pendidikan Hospitality Penting Untuk Maluku

Soedeson Tandra

Advokat  muda asal Maluku yang berkiprah di Jakarta, Soedeson Tandra  menilai, pendidikan hospitality atau etika keramahan, penting untuk diterapkan bagi generasi muda di Maluku

Menurut Soedeson Tandra, pendidikan hospitality atau etika keramahan, lebih khusus diterapkan kepada tenaga kerja sebagai pramusaji di rumah-rumah makan, restaurant dan coffee shop yang ada di daerah ini.

”Ini boleh dilihat sebagai hal yang sepeleh, tapi sangat berpengaruh terhadap daya tarik wisatawan untuk mengunjungi daerah ini,” tandas caleg DPR RI dari Partai Hanura ini kepada Rakyat Maluku, kemarin.

Menurutnya, orang Maluku terkenal kasar tetapi memiliki hati yang lembut dan sangat baik. Dari segi budaya pun. lanjut dia, semua etnis yang ada di provinsi seribu pulau ini punya keramahan dalam menyambut tamu. 

”Nah, jika generasi kita diasah sedikit saja dengan penedidikan hospitality, saya sangat yakin akan menjadi daya tarik sendiri bagi wisatawan untuk mengunjungi daerah ini,” ucapnya.

Ia mencontohkan sikap pramusaji di Maluku yang berbeda sangat jauh dengan daerah lain, termasuk di Pulau Jawa. 

”Di luar sana mereka melayani tamu dengan sangat ramah. Hal-hal inilah yang belum kita miliki,” singgung dia.

Hospitality, lanjut dia lagi, bukan hanya soal keramahan bersikap dalam melayani tamu, tetapi juga terkait dengan bagaimana makanan yang disajikan.

”Di Eropa, dalam satu piring makan itu, hanya terdapat sedikit daging saja. Tapi dihiasi dengan bunga-bunga sehingga kelihatan sangat menarik dan harganya pun akhirnya jadi mahal. Ya, para wisatawan itu khan menikmati hal yang indah-indah bukan? ,” tandasnya.

Ditambahkan Tandra, Maluku punya potensi wisata yang indah bahkan bisa dibilang melebihi Bali. Hanya saja, selama ini promosi potensi pariwisata itu masih kurang. Selain itu, infrastruktur penunjang pun masih lemah.

”Kalau soal keindahan alam tidak ada yang meragukan Maluku. Hanya saja promosi potensi wisatanya masih kurang, selain itu infrastruktur penunjang juga masih lemah. Lihat saja, untuk ke Ora Beach misalnya, wisatawan harus menempuh perjalanan yang sulit,” ulas dia.

Kendati begitu, Tandra sangat yakin, perlahan namun pasti prospek pariwisata Maluku yang tersebar di kabupaten/kota akan bergeliat dan menjadi penghasilan promadona bagi daerah. 

“Itu pasti. Nah, mulai dari sekarang kita sudah harus mempersiapkan sumber daya kita, termasuk mempersiapkan sumberdaya manusia kita,” demikian Soedeson Tandra. (NAM/ADV)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top