NEWS UPDATE

Penegak Hukum Diminta Usut Auditorium IAIN Ambon

MAHASISWA Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ambon yang tergabung dalam Aliansi Aksi Peduli IAIN Ambon menolak segala upaya penggiringan opini publik seakan ambruknya gedung Perupustakaan IAIN Ambon akibat kondisi alam.

Upaya ini dinilai sebagai tindakan penghilangan fakta dan mencoba mengkaburkan subtansi masalah penyebab robohnya Perpustakaan IAIN Ambon beberapa waktu lalu. 

Abd Halik Rahantan selaku Koordinator 1 Aliansi Aksi Peduli IAIN Ambon, meminta semua pihak yang menggiring opini ke bencana alam dihentikan, dan perlu ada upaya hukum yang sistematis mengusutnya.

Secara kasat mata kaum awam pun bisa dipastikan perpustakaan yang roboh bukan karena kondisi alam tetapi disebabkan adanya aktivitas pembangunan yang tidak terencana dengan baik dan terukur diaeral yang berada dibawa gedung Perpustakaan.

“Kami tidak mau ambruknya tiga gedung IAIN Ambon itu disebut sebagai bencana alam,” tegas Rahantan kepada Rakyat Maluku, Rabu 19 Juni 2019.

Menurutnya, jauh sebelum adanya pembangunan auditorium IAIN Ambon yang kini belum diserahkan ke IAIN Ambon, gedung-gedung diatasnya tetap kokoh, struktur tanah pun tidak mengalami pergeseran parah yang berakibat fatal seperti saat ini. Sehingga patutu diduga kuat robohnya perpustakaan akibat penahan gedung itu dihancurkan untuk kepentingan pembangunan Auditorium IAIN Ambon belum lama ini.

“Derasnya hujan dari tahun ke tahun (sebelum auditorium dibangun) tidak pernah mengakibatkan pergeseran tanah, apalagi membuat ambruknya gedung,” bebernya.

Untuk itu mewakili elemen pergerakan aliansi Aksi Peduli IAIN Ambon Rahantan meminta penegak hukum segera mengusut tuntas kejanggalan-kejanggal dalam peristiwa ambruknya gedung di IAIN Ambon, pihak polisi bahkan diminta melakukan investigasi forensik yang melibatkan para pakar dibidangnya, tidak perlu menunggu rekomendasi dari intansi sipil lainnya.

“Kami menilai ada keganjalan pada pekerjaan fisik bangunannya, sehingga pihak kepolisian maupun kejaksaan harus mengusutnya hingga tuntas,” desaknya.

Ditempat terpisah, Kabid Humas Polda Maluku Kombespol Muhammad Roem Ohoirat mengatakan tidak ada gedung yang ambruk, hanya rusak akibat tanah bergerak karena  debit hujan yang tinggi. 

Walaupun demikian, sampai saat ini pihaknya belum menyelidiki rusaknya gedung-gedung itu secara rinci.

Periwira yang pernah menjabat wakil Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Maluku ini menambahkan, pihaknya bisa saja menyelidiki masalah ini, ketika menerima laporan warga.

“Polri belum melakukan penyelidikan atas hal tersebut. Tadi (kemarin) TNI dan Polri melakukan kerja bakti di lokasi tersebut, membersihkan tanah-tanah yang longsor.Kalau ada laporan dari masyarakat pasti ditindaklanjuti,” ucapnya kepada Rakyat Maluku via WhatsApp,  sembari enggan menjelaskan mengenai uji labolatorium yang dilakukan pihak polisi. 

Sebelumnya, Kejaksaan Tinggi Maluku menegaskan siap menindaklanjuti laporan masyarakat mengenai ambruknya dua gedung di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ambon. 

Asisten Intelejen Kejaksaan Tinggi Maluku Muhammad Iwa mengatakan, setiap laporan masyarakat akan diproses, namun soal masalah ambruknya dua gedung di IAIN Ambon yang terjadi beberapa waktu Kejati butuh proses untuk meniliti lebih jauh penyebab robohnya dua gedung dimaksud.

” Nanti dilihat dulu, bangunannya itu sesuai kontrak ataukah apa, longornya pengaruh apa ataukah apa,” kata Muhammad Iwa kepada Rakyat Maluku tadi malam.

Menurut Iwa, saat ini belum ada laporan dari manapun yang diterima Kejaksaan Tinggi Maluku mengenai masalah robohnya gedung Perpustakaan dan Auditorium IAIN Ambon. 

“Menurut informasi, masih diteliti kan dari pihak geologi. Dan belum  ada laporan  (ke Kejaksaan),” ujarnya.

Kejati sifatnya menunggu, dan tetap akan menindaklanjuti tiap aduan masyarakat. Kejati kemudian akan menindaklanjuti laporan-laporan masyarakat sesuai tugas dan kewenangan korps Adiyaksa. (AAN/RIO)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top