NEWS UPDATE

Peneliti Akui Edison Betaubun Terdegradasi

Edison Betaubun

SENTRA Penegakan Hukum Terpadu (GAKUMDU) kini sedang geliat mengusut kasus pelanggaran pidana Pemilu yang diduga melibatkan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) atas nama Edison Betaubun.

Ketua BAWASLU Maluku, Abdullah Ely menerangkan, sesuai petunjuk tehnis, Gakumdu hanya diberi waktu 14 hari kerja untuk memastikan apakah terjadi pelanggaran pemilu ataukah tidak. 

Jika ditemukan cukup bukti dan dianggap memenuhi syarat pelanggaran, maka berkas pemeriksaan langsung diserahkan ke Pengadilan Negeri (PN) Ambon.

” Di Gakumdu ada jaksa dari Kejaksaan Tinggi Maluku dan juga penyidik dari Polda Maluku,” ujar Abdullah Ely,  kemarin.

Edison memang bukan politisi kacang tumbuh, usianya sudah menua, tak terhitung  lagi karir politisi Partai Golkar itu. Dia pun sangat fenomenal, pada Pileg lalu berhasil menyingkirkan Hamza Sangadji kawan separtainya di injury time. 

Ketika KPU menyetujui agar perhitungan ulang diadakan walaupun sebelumnya telah diadakan pleno yang menetapkan Hamza Sangadji sebagai pemenangnya.

Setelah terpilih sebagai wakil rakyat dari Maluku, nama Edison seakan kering dari forum-forum populis di Maluku. 

Namanya kembali mewarnai hingar bingar politik di Maluku setelah beberapa kali pernyataan bernada SARA diutarakan pada beberapa forum partai Golkar. 

Kalimat-kalimat sensitif itu diutarakan dengan percaya diri, karena memang hukum tak dapat menjeratnya akibat ucapannya selaku anggota DPR-RI.  

Edison Betaubun seperti wakil rakyat lainnya, memiliki kekebalan hukum atas tiap pernyataan yang mereka keluarkan. Walaupun pesan dalam pernyataan itu bernada sensitif dan bisa memprovokasi. 

Sayangnya pernyataannya kontroversial yang disampaikan Edison Betaubun mempengaruhi dukungan masyarakat Maluku kepadanya di Pileg 2019 nanti. 

Direktur Parlemanter Konsultindo Edoson Lapalelo mengakui elektabilitas Edison Betaubun dalam perhelatan politik pemilihan legislatif tingkat DPR RI sedikit terdegradasi.

”Memang, kami menemukan bahwa elektabilitas pak Edison Betaubun untuk Pileg kali ini sedikit terdegradasi. Tidak seperti dukungan-dukungan pada periode-periode sebelumnya,” pungkas Lapalelo ketika dimintai komentar oleh Rakyat Maluku, kemarin,  terkait sosok Edison Betaubun, anggota DPR RI aktif dari Partai Golkar yang saat ini sedang terlilit kasus pelanggaran pemilu dan tengah diproses sentra Gakumdu, Bawaslu Maluku.

Ia lalu menambahkan, jangankan di kalangan masyarakat, di infrastruktur Partai Golkar sendiri ada semacam ketidaknyamanan terhadap sosok Edison Betaubun.

”Contohnya, Ketua Umum DPP Golkar Erlangga Hartarto hadir di Ambon dan saat ia bertanya ada beberapa caleg DPR RI yang hadir, disebut hanya ada dua orang. Nama Edison Betaubun dan Remon Syauta diteriaki, tapi justeru nama Remon yang dielu-elukan ketimbang nama Edison Betaubun. Jadi kalau diterjemahkan secara politik maka ada pesan bahwa jangankan di kalangan masyarakat, ada sesuatu yang mengganjal terkait pak Edison Betaubun,” beber Lapalelo.

Jadi, lanjut Lapalelo, sebagai seorang peneliti yang melakukan kajian di lapangan dan melihat referensi terkait fenomena politik terhadap momentum politik, selain yang kasuistik saat kedatangan Ketum Golkar ke Ambon, ada data yang juga didapati di lapangan bahwa dukungan kepada Betaubun tidak seperti periode-periode yang lalu.

”Kami tidak tahu, ada apa dengan pak Edison Betaubun, tapi itulah fakta yang terjadi,” ungkapnya.

Ditanya apakah terdagradasinya dukungan kepada Edison Betaubun ini terkait mainan politik SARA serta kasusitik pelanggaran pemilu yang dilakukannya, Lapalelo katakan itu hak masyarakat untuk menilai.

”Jadi kalau masyartakat mau mandukung atau kasih pinalti terkait mainan-mainan SARA karena mungkin keceplosan ngomong ataukan memang bagian dari gaya politik pak Edison Betaubun atau kasuistik pelanggaran pemilu yang terjadi itu, adalah hak masyarakat. Tapi saya mau tekankan bahwa jangankan di masyarakat, di internal, di infrastruktur partai atau di kader partai pun ada keanehan yang ditemukan,” pungkasnya.

Menurut Direktur Parlemen Konsultindo ini, secara pribadi, dirinya tidak ingin memvonis seorang Edison Betaubun itu bersalah atau tidak. 

”Jadi saya secara pribadi tidak memvonsi pak Edison Betaubun itu bersalah atau tidak. Tapi ini saya hanya melihat realitas yang terjadi pada momentum-momentum tertentu bahwa ada keanehan dan keganjilan yang tidak berdampak baik terhadap elektoral pak Edson Betaubun,”’ tambahnya.

Hanya saja, Lapalelo juga mengatakan bahwa Edison Betaubun adalah sosok politisi kawakan dan handal sehingga jika kali ini ada riak kiri kanan, Edison Betaubun jangan dilirik sebelah mata.

”Beliau itu politisi kawakan, politisi handal, dan kalau hari ini ada riak kiri kanan, beliau jangan dilirik sebelah mata. Beliau pasti punya sejuta cara. Beliau itu politisi fighter yang pasti tahu apa yang harus dia buat,” pungkasnya. (ARI/NAM)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top