AMBONESIA

Pengurus PDIP Polisikan Konsultan Politik Maluku

RakyatMaluku.com – SEKRETARIS Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kota Ambon, Jafry Taihuttu, melaporkan Konsultan Politik Maluku, Barkah Pattimahu, kepada polisi di Polres Pulau Ambon dan Pp Lease. Pelaporan ini disampaikakan Jafry, atas dugaan pencemaran nama baik lembaga partai yang dilangsir oleh Barkah Pattimahu, beberapa waktu lalu lewat media massa.

Menurut Jafry, pernyataan konsultan politik tersebut, terhadap sejarah PDIP yang menjurus pada komunis PKI, adalah perbuatan yang sangat mengganggu nama baik lembaga PDIP sebagai partai politik. Pasalnya, PDIP sama sekali tidak memiliki afiliasi dengan PKI, sehingga kata Jafry, pernyataan Barkah sama dengan ingin menyudutkan PDIP sebagai partai, dan sangat menyesatkan. Atas kondisi ini, Jafry mengambil jalan hukum dengan melaporkan Barkah kepada pihak kepolisian guna diproses sesuai hukum yang berlaku di negara ini.

“Oleh karena itu, Ketua Bidang Hukum dan HAM DPC PDI Perjuangan Kota Ambon, Fandro Wattimury bersama Elvis Zaidmas Watubun Kabid Maritim telah menyampaikan laporan resmi ke Polres Pulau Ambon dan PP Lease,” kata Jafry.

Jafry lalu menceritakan perjalanan PDIP di Indonesia, yang awalnya adalah PDI, hingga kini telah menjadi PDIP. Dalam sejarahnya, kata Jafry, partai yang dinakhodai oleh Megawati Soekarno Putri ini, tidak memiliki afiliasi dengan partai komunis apapun di Indonesia termasuk PKI.

Sebab itu, sangat keliru kalau ada yang menyebutkan PDIP merupakan afiliasi dari partai komunis. Ia merincikan, ada beberapa partai di Indonesia pada tahun 1973, seperti, Partai Nasional Indonesia (PNI), Partai Kristen Indonesia (Parkindo), partai Musyawarah Rakyat Bangsa (Murba), dan juga partai Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia (IPKI). “Partai itulah yang mendeklarasi fusi saat berdirinya PDI kala itu. Sehingga, kalua pernyataan Barkah seperti itu, maka itu adalah tindakan pencemaran nama baik terhadap partai kami. Dan sebagai partai politik yang di dalamnya ada orang-orang, yang taat dan fatsun pada proses hukum, secara resmi kami telah melaporkan yang bersangkutan di Polres Ambon,” tegas dia.

Sementara itu, Sekretaris DPD PDI Perjuangan Maluku, Lucky Wattimury, mengatakan, pernyataan konsultan politik, Barkah Pattimahu bahwa aspek sejarah berdirinya PDI Perjuangan itu ada PKI itu sangat mengusik independensi PDI Perjuangan sebagai salah satu kekuatan politik. Kalau Cuma hal kecil, lanjut Lucky, pihaknya tentu tidak akan merasa terusik. karena PDI Perjuangan sudah terbiasa sejak orde baru hingga saat ini diusik oleh orang lain. Tetapi pernyataan Barkah Pattimahu sudah merupakan hal yang prinsipil.

“Sehingga kami harus memberikan keteranggan ke public bahwa penjelasan Barkah Pattimahu yang menyoroti sejarah PDI Perjuangan, dimana didalam partai-partai yang berfusi ada PKI itu adalah pemahaman yang keliru dan merupakan informasi yang luar biasa menyesatkan.” Pihaknya beranggapan, bisa saja itu sengaja dilakukan untuk menyudutkan PDI Perjuangan saat sedang memimpin kerja pemenangan pemilu di tahun 2018. Hal ini dikatakan karena, isu yang sama juga telah dimainkan oleh oknum-oknum di Kepulauan Aru dan beberapa tempat yang lain.

“Oleh karena itu, apa yang dikatakan Barkah Pattimahu bahwa PKI adalah bagian dari sejarah PDI Perjuangan adalah informasi yang menyesatkan. Karena PDI Perjuangan itu difusikan oleh beberapa parol, yakni PNI, Murba, Parkindo, partai Katolik, dan juga IPKI. dan saya tegaskan bahwa PDI Perrjuangan adalah partai yang anti PKI,” tegas dia. (R1)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top