HUKRIM

Penuhi Petunjuk Jaksa, Kasus ADD Kilang Tahap Dua

RakyatMaluku.com – PENYIDIK Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Satuan Reserse Kriminal Polres Pulau Ambon dan Pp Lease, memenuhi petunjuk jaksa terkait kasus Alokasi Dana Desa (ADD) dan dana Desa Negeri Kilang, Kecamatan Leitimur Selatan, Kota Ambon, tahun 2016 senilai Rp665.225.000.

Dirampungkannya berkas tersangka Bendahara Kilang Stevanus Latuheru, setelah persoalan ini P19. Dilengkapi petunjuk jaksa. Maka dalam waktu dekat masalah ini tahap dua.

“Kita sudah memenuhi petunjuk jaksa, di mana petunjuk itu mengharuskan pemeriksaan tambahan. Berkasnyapun telah kami kembalikan, dan dalam waktu dekat kita akan tahap dua. Penyerahan tersangka dan barang bukti ke jaksa,” tutur Kasat Reskrim AKP R.E Adikusuma kepada wartawan, Selasa, 24 Juli.

Dijelaskan, ADD dan DD Kilang, Insfektorat Kota Ambon sudah mengauditnya. Ketika diaudit, ternyata ada kerugian negera sebesar Rp200 juta lebih.

“Hasil pemeriksaan insfektorat, ada kerugian negara. Selain insfektorat kita juga menyuruh BPKP melakukan audit, tapi karena sudah ditangani insfektorat, akhirnya BPKP tidak melakukan audit,” jelasnya.

Sebelumnya, lantaran diduga terjadi korupsi ADD dan DD Kilang senilai Rp865.226.000, warga kemudian melaporkan kasus ini ke polisi. Laporan warga itu terdaftar sebagai Laporan Polisi Nomor: LP-/558/X/Maluku/Res Ambon.

Setelah dilakukan penyelidikan oleh polisi, terungkap kalau terjadi pengelapan. Hasilnya, Bendahara Kilang, Kecamatan Leitimur Selatan Kota Ambon, Stavanus Latuheru resmi ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi penyalahgunaan ADD dan DD tahun 2016 sebesar Rp 665.225.000.

Penetapan Stevanus sebagai tersangka dilakukan penyidik Polres Pulau Ambon dan Pp Lease setelah yang bersangkutan menjalani pemeriksaan.

Dari hasil pemeriksaan juga terungkap bahwa perbuatan Stavanus telah merugikan kerugian Negara sekitar Rp 251.718.550. Tapi potensi kerugian tersebut masih bisa bertambah hingga mencapai Rp 401.289.000. (AAN)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top